Patakaeja.id – Warga Kelurahan Borongloe Lingkungan Songkolo, Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa, membangun pos ronda sebagai bentuk respons terhadap meningkatnya aksi pencurian yang meresahkan dalam beberapa hari terakhir. Senin (4/08/2025)
Pembangunan pos ronda pada Minggu (3/08/2025) siang, merupakan inisiatif dari warga dalam merespon maraknya aksi pencurian. Warga sepakat bahwa tindakan pencegahan harus segera dilakukan setelah adanya serangkaian kejadian.
Salah satu insiden yang memicu kekhawatiran warga terjadi pada Kamis dini hari, 31 Juli 2025, sekitar pukul 02.00 WITA. Seorang pria tak dikenal nyaris masuk ke rumah milik Jamaluddin Daeng Rowa, warga Borongloe Lingkungan Songkolo. Pelaku mencoba masuk dengan memanjat tembok dan berusaha masuk melalui jendela.
Aldo, salah satu pemuda setempat yang tinggal tidak jauh dari rumah korban, mendengar suara mencurigakan “Saat saya keluar, saya mendengar suara jatuh dari tembok dan seseorang langsung lari dalam kegelapan malam. Warga sempat melakukan pengejaran namun kehilangan jejak”. ungkap Aldo
Beruntung, pelaku pencurian belum sempat masuk ke dalam rumah dan kejadian tersebut berhasil digagalkan oleh warga. Kejadian ini kemudian menjadi alarm bagi warga untuk segera bertindak. Dalam waktu singkat, masyarakat sepakat membangun pos ronda sebagai bentuk upaya menjaga keamanan secara mandiri.
Lokasi pos ronda dibangun di RT 2 RW 1 Lingkungan Songkolo Kelurahan Borongloe. Selain itu, warga juga menyepakati jadwal ronda malam secara bergilir untuk memastikan keamanan tetap terjaga.
Menyusul aksi pencurian yang nyaris terjadi pada Kamis dini hari, 31 Juli 2025. Meski pelaku sempat terlihat dan dikejar warga, tidak ada respons cepat dari pihak kepolisian setempat.
Menurut keterangan Muh Amran salah satu pemuda Borongloe, aparat dari Polsek Bontomarannu tidak cepat hadir di lokasi kejadian. “Pada saat pagi harinya tidak ada satupun polisi yang datang untuk mengecek lokasi. Padahal saat kejadian warga sempat melihat pelaku dan melakukan pengejaran, tapi akhirnya kehilangan jejak,” jelasnya.
Kejadian ini menimbulkan kekecewaan di tengah masyarakat yang berharap adanya dukungan nyata dari aparat penegak hukum dalam menjaga keamanan. Apalagi ini bukan kali pertama terjadi kasus pencurian di wilayah tersebut.




