Pataka Eja
No Result
View All Result
  • Login
  • Beranda
  • Cakrawala
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Sastra
    • Puisi
    • Prosa
  • Liputan
    • Warta
    • Liputan Khusus
  • Kirim Artikel
Pataka Eja
  • Beranda
  • Cakrawala
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Sastra
    • Puisi
    • Prosa
  • Liputan
    • Warta
    • Liputan Khusus
  • Kirim Artikel
No Result
View All Result
  • Login
Pataka Eja
No Result
View All Result
Home Opini

Usman Jasad : Sang Mujahid Ikatan Yang Telah Paripurna Pengabdiannya

Dari sosok Kak Ujas juga kami belajar tentang solidaritas kekaderan, saling membesarkan juga saling memperjuangkan di antara kader ikatan, tidak merawat kebencian juga permusuhan di antara sesama kader, jalan boleh berbeda, pandangan kadang berseberangan, perdiskusian tak jarang panas dan saling silang pendapat, namun tujuan harus tetap satu, yaitu kebersamaan dalam membesarkan organisasi. “Tidak boleh ada yang besar sendiri tanpa membesarkan yang lain.

alwi by alwi
8 Januari 2025
in Opini
0
Whatsapp Image 2025 01 08 At 23 04

Oleh : Taufiqurrahman  (Alumni IMM UIN Alauddin)


Sang Mujahid dan Muadzin Dakwah telah berpulang, menyisakan kehilangan yang mendalam bagi kami kader-kader Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Sulawesi Selatan khususnya kami adinda-adinda langsung beliau di IMM UIN Alauddin Makassar, banyak kisah dan kenangan yang sulit kami lupakan dari sosok Kak Ujas, Sapaan akrab kami untuk beliau. 

Kak Usman Jasad bukan hanya sosok Kakanda biasa bagi kami para kader IMM UIN, beliau adalah guru kehidupan yang banyak membimbing, menuntun juga memberi arah bagi geliat kemajuan organisasi IMM di UIN Alauddin, kami yakin semua kader IMM UIN yang pernah bertemu atau berjumpa pikiran dengan beliau akan merasakan hal yang sama, bahwa IMM UIN telah kehilangan sosok kader terbaiknya. 

Semoga kami tidak berlebihan jika mengatakan bahwa semua nilai ideal dari profil kader ikatan bisa kita temukan personifikasinya dalam diri Kanda Usman Jasad, beliau seorang Akademisi yang tekun dan produktif dengan reputasi ilmiah yang besar. 

Kami tahu betul betapa Kanda Usman Jasad disegani baik oleh Dosen, Mahasiswa maupun tenaga pekerja lainnya di Pascasarjana UIN Alauddin Makassar, kami mendengar langsung bagaimana antusiasme Mahasiswa Pascasarjana jurusan tertentu berbondong-bondong mengajukan nama Usman Jasad baik sebagai pembimbing maupun sebagai penguji tesis maupun disertasi mereka, itu semua tentu saja erat kaitannya dengan nama besar beliau sebagai seorang Akademisi. 

Beliau adalah intelektual yang ulama, kiprahnya bukan hanya di panggung akademik, namun juga di mimbar-mimbar Masjid pelosok desa, tak jarang juga beliau mendampingi komunitas-komunitas religi di bawah kaki gunung Sulawesi selatan, demikian beliau berkisah pada kami suatu saat.

Sebagai seorang kakanda ideologis, Kak Ujas selalu menjadi tujuan awal maupun akhir para pengurus IMM UIN mengais harapan demi kelangsungan roda organisasi dan kaderisasi selama ini, sehingga di masa kami mengurus IMM UIN dulu, kantor Ujas Tour tidak pernah luput diserbu oleh antrean proposal perkaderan dari para panitia dan pengurus IMM UIN yang kadung galau serta putus asa mencari tambahan pemasukan untuk akomodasi dan konsumsi peserta pengkaderan. 

Sungguh kami adalah saksi kedermawanan juga sifat royal (to serve) beliau untuk organisasi Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah, tak jarang beliau menyentil “etos sedekah” yang mulai memudar di antara alumni-alumni organisasi ini, padahal menurut beliau etos tersebutlah yang sampai hari ini menghidupi dapur organisasi Ikatan. 

Namun di saat yang sama beliau senantiasa mendorong kemandirian ekonomi organisasi lewat program-program wirausaha yang dikelola oleh IMM. 

Dari sosok Kak Ujas juga kami belajar tentang solidaritas kekaderan, saling membesarkan juga saling memperjuangkan di antara kader ikatan, tidak merawat kebencian juga permusuhan di antara sesama kader, jalan boleh berbeda, pandangan kadang berseberangan, perdiskusian tak jarang panas dan saling silang pendapat, namun tujuan harus tetap satu, yaitu kebersamaan dalam membesarkan organisasi. “Tidak boleh ada yang besar sendiri tanpa membesarkan yang lain”. demikian nasihat beliau saban waktu. 

Demikian lah Kader terbaik IMM UIN Alauddin itu berpulang, menyisakan deru isak tangis juga duka yang entah kapan akan selesai dan mengering. 

Selamat jalan senior kami, teladan dan mentor juga guru kehidupan bagi seluruh kader Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah. 

Jika suatu saat ada yang bertanya kepada kami; seperti apa idealnya kader IMM itu? Maka tanpa ragu akan kami jawab, seperti Usman Jasad, kurang lebih!

Tags: #IMM#uinam
ShareTweetShareSendSend

Artikel Lainnya

Screenshot 2025 12 11
Opini

Menjaga Kesehatan Mental Mahasiswa yang Sejalan dengan Ajaran Agama di Era Globalisasi

11 Desember 2025
48
Whatsapp Image 2026 03 17 At 20 02
Opini

Pendidikan sebagai Ilusi Peradaban: Dekonstruksi Metanarasi Pendidikan Nasional

17 Maret 2026
164
Whatsapp Image 2026 01 16 At 15 48
Opini

Membincang Status Quo: SEMILOKDA sebagai Arena Reposisi Gerakan IMM

16 Januari 2026
305
Img 56789
Opini

Penyebab Degradasi Tradisi Intelektual Kampus Masa Kini

15 September 2024
181

Rubrik

Esai Liputan Khusus Opini Prosa Puisi Resensi Uncategorized Warta
Pataka Eja

© Dari Narasi Menuju Aksi

Lebih lanjut

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Kirim Artikel

Ikuti kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
  • Login
  • Beranda
  • Cakrawala
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Sastra
    • Puisi
    • Prosa
  • Liputan
    • Warta
    • Liputan Khusus
  • Kirim Artikel

© Dari Narasi Menuju Aksi