Pataka Eja
No Result
View All Result
  • Login
  • Beranda
  • Cakrawala
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Sastra
    • Puisi
    • Prosa
  • Liputan
    • Warta
    • Liputan Khusus
  • Kirim Artikel
Pataka Eja
  • Beranda
  • Cakrawala
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Sastra
    • Puisi
    • Prosa
  • Liputan
    • Warta
    • Liputan Khusus
  • Kirim Artikel
No Result
View All Result
  • Login
Pataka Eja
No Result
View All Result
Home Warta

Terlambat Satu Menit, Diduga Pasien BPJS Ditolak Berobat dan Diintimidasi Oknum Nakes di PKM Bontomarannu Gowa

Pataka Eja by Pataka Eja
13 Desember 2025
in Warta
0
Whatsapp Image 2025 12 13 At 16 37

Pataka Eja — Pelayanan kesehatan di Puskesmas (PKM) Bontomarannu, Kabupaten Gowa, kembali menjadi sorotan publik. Seorang ibu rumah tangga berinisial AR (34), warga Kecamatan Pattallassang, mengaku mendapat perlakuan tidak pantas dari oknum tenaga kesehatan (nakes) saat hendak berobat bersama anaknya yang berusia 4 tahun.

Peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu pagi sekitar pukul 11.01 WITA. AR datang ke Puskesmas Bontomarannu untuk mendapatkan pelayanan medis menggunakan BPJS Kesehatan, di mana ia terdaftar sebagai pasien aktif.

“Saya datang berdua dengan anak saya. Saya bilang ke petugas, ‘Dok, masih bisaji mendaftar?’ Karena saya lihat masih jam 11 lewat satu menit, siapa tahu ada kebijakan, apalagi saya datang dari jauh,” ujar AR kepada awak media.

Namun, harapan AR untuk mendapatkan toleransi justru berujung penolakan. Ia mengaku langsung ditolak oleh petugas loket pendaftaran.

“Petugas bilang, ‘Tidak bisami Bu, jam 11 lewat dua menit mi,’” kata AR menirukan ucapan oknum nakes tersebut.

AR sempat memohon agar tetap dibantu, mengingat keterlambatan hanya satu menit dan kondisi jalan yang macet akibat banyaknya truk melintas.

“Saya bilang, tolongki dibantu, cuma satu menit ji terlambat, di jalan macet karena banyak truk,” jelasnya.

Alih-alih mendapat solusi, AR justru diarahkan berpindah-pindah. Dari loket pendaftaran, ia diminta menemui dokter umum, kemudian diarahkan lagi ke Poli Anak.

“Dokter umum suruh saya ke Poli Anak dulu,” ungkapnya.

Di Poli Anak, AR sempat berharap ada kejelasan. Dokter atau nakes di poli tersebut bahkan sempat berkoordinasi dengan bagian pendaftaran.

“Dokter anak menyuruh saya kembali ke bagian pendaftaran untuk koordinasi. Tapi setelah saya kembali, tetap saja ditolak,” lanjut AR.

Situasi tersebut membuat AR kelelahan secara fisik dan mental. Ia juga mengaku menerima ucapan yang dianggap tidak pantas dan merendahkan dari oknum nakes.

“Ada yang bilang, ‘Kenapa ki lama Bu, naik apaki memang Bu?’ Padahal saya dalam kondisi sakit. Cara bicaranya tidak enak,” tuturnya dengan nada kecewa.

Dalam kondisi emosi dan menahan sakit, AR mengaku sempat memukul meja. Saat ia meminta nama dokter atau nakes yang melayaninya, situasi justru semakin memanas.

“Saya spontan pukul meja karena emosi. Saya minta nama dokter atau nakesnya, malah ada yang mau memukul saya pakai buku pendaftaran. Itu ada CCTV-nya,” tegas AR.

Berdasarkan papan informasi resmi yang terpasang di Puskesmas Bontomarannu, jam operasional puskesmas berlangsung Senin–Sabtu pukul 07.30–14.00 WITA, sementara jam pelayanan loket pendaftaran hari Sabtu hanya sampai pukul 11.00 WITA.

AR mengaku sangat kecewa dengan pelayanan yang diterimanya dan menyebut kejadian serupa bukan kali pertama terjadi di puskesmas tersebut.

“Dari dulu memang begitu itu puskesmas. Pelayanannya kacau, petugas sering main HP, kasar, dan tidak ramah. Beda sekali dengan Puskesmas Pattallassang, saya pernah antar teman berobat di sana, pelayanannya bagus dan pasien dibantu,” tutupnya.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Puskesmas Bontomarannu maupun Dinas Kesehatan Kabupaten Gowa belum memberikan klarifikasi resmi terkait insiden tersebut.

Kasus ini kembali membuka diskusi publik mengenai akses dan kualitas pelayanan kesehatan dasar, khususnya bagi masyarakat kecil yang bergantung pada layanan BPJS. Masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Gowa segera melakukan evaluasi dan pembenahan menyeluruh agar kejadian serupa tidak terulang.

ShareTweetShareSendSend

Artikel Lainnya

Whatsapp Image 2024 09 23 At 17 11
Warta

Seorang Karyawan mengalami kercelakaan kerja di perusahaan Wings Gowa yang mengakibatkan luka pada tangan

23 September 2024
452
Whatsapp Image 2025 01 30 At 11 36
Warta

Mahasiswa KKN angkatan 76 UIN Alauddin Makassar posko 06 mengadakan Legal Counseling (Penyuluhan Hukum).

30 Januari 2025
72
1431054
Warta

Jurnalis CNN Dicabut Kartu Liputan karena Tanya MBG, AJI Desak Presiden Minta Maaf

28 September 2025
51
Img 20251002 Wa0000
Warta

Aktivis Sulsel: Bersihkan Polda Sulsel dari Dugaan Praktik Transaksional

2 Oktober 2025
160

Rubrik

Esai Liputan Khusus Opini Prosa Puisi Resensi Uncategorized Warta
Pataka Eja

© Dari Narasi Menuju Aksi

Lebih lanjut

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Kirim Artikel

Ikuti kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
  • Login
  • Beranda
  • Cakrawala
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Sastra
    • Puisi
    • Prosa
  • Liputan
    • Warta
    • Liputan Khusus
  • Kirim Artikel

© Dari Narasi Menuju Aksi