Pataka Eja
No Result
View All Result
  • Login
  • Beranda
  • Cakrawala
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Sastra
    • Puisi
    • Prosa
  • Liputan
    • Warta
    • Liputan Khusus
  • Kirim Artikel
Pataka Eja
  • Beranda
  • Cakrawala
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Sastra
    • Puisi
    • Prosa
  • Liputan
    • Warta
    • Liputan Khusus
  • Kirim Artikel
No Result
View All Result
  • Login
Pataka Eja
No Result
View All Result
Home Liputan Khusus

Alumni Soroti Pernyataan Rektor UIN Alauddin di Hadapan Komisi VIII DPR RI: Antara Retorika dan Realitas

Pataka Eja by Pataka Eja
12 November 2025
in Liputan Khusus
0
Whatsapp Image 2025 11 12 At 16 39

Patakaeja.id – Pernyataan Rektor UIN Alauddin Makassar, Prof. Hamdan, dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VIII DPR RI bersama para Rektor PTKIN luar Pulau Jawa, kini menuai sorotan tajam dari kalangan alumni.

Dalam forum nasional tersebut, Prof. Hamdan dengan penuh keyakinan menyampaikan bahwa “kami memiliki alumni yang bagus-bagus, mensinergikan peran alumni, hingga rumah sakit sudah beroperasi.” Namun, bagi beberapa alumni, ucapan tersebut terdengar lebih seperti retorika manis di podium ketimbang cerminan nyata dari kebijakan kampus.

Rumah Sakit Beroperasi, Tapi Alumni Terpinggirkan

Benar, Rumah Sakit UIN Alauddin Makassar telah beroperasi. Tetapi fakta di lapangan menunjukkan, mayoritas tenaga kesehatannya bukan berasal dari alumni sendiri. Proses rekrutmen pun dinilai tidak transparan dan terkesan eksklusif, berlawanan dengan semangat sinergi alumni yang diklaim Rektor.

Bagi para alumni, ini bukan sekadar soal kesempatan kerja. Ini soal komitmen moral dan konsistensi kepemimpinan akademik. Bagaimana mungkin universitas yang membanggakan kualitas alumninya justru tidak memberi ruang bagi mereka untuk berkontribusi di lembaga milik kampus sendiri?

Forum Alumni Diabaikan, Komunikasi Macet

Forum Alumni IKA FKIK UIN Alauddin bahkan telah bersurat resmi kepada Rektor untuk membahas peran alumni di RS UIN Alauddin. Namun, hingga kini surat tersebut tak kunjung direspons.

Sikap diam ini menimbulkan kesan bahwa rektor menutup pintu dialog dan enggan membangun kemitraan sejati dengan para alumni. Padahal, di banyak perguruan tinggi lain, kekuatan institusi justru bertumpu pada kolaborasi erat antara kampus dan alumni dalam membangun reputasi, jejaring profesional, dan keunggulan sumber daya manusia.

Alumni: Retorika Tidak Cukup, Buktikan di Lapangan

Para alumni menegaskan, kritik ini bukan bentuk konfrontasi, melainkan panggilan moral untuk meluruskan arah kepemimpinan dan kebijakan universitas.

“Kalau alumni yang bagus-bagus ini tidak diberdayakan, lalu untuk siapa rumah sakit dan unit bisnis kampus dibangun?” tegas Akram (Alumni Kesehatan Masyarakat FKIK UIN Alauddin Makassar).

Pernyataan visioner di forum DPR memang terdengar menginspirasi, namun tanpa langkah nyata, semua itu hanya menjadi hiasan kata-kata tanpa makna.

Sinergi alumni dan kampus tidak lahir dari pidato seremonial, tetapi dari tindakan nyata: keterbukaan, partisipasi, dan keberpihakan pada keluarga besar UIN Alauddin sendiri.

Pernyataan Sikap Alumni

Kami, para alumni UIN Alauddin Makassar, menyatakan:

1.  Menuntut transparansi dan keadilan dalam proses rekrutmen tenaga kerja di seluruh unit usaha dan rumah sakit milik kampus.

2.  Mendesak dibukanya ruang dialog resmi antara rektorat dan forum alumni untuk membangun kemitraan strategis berbasis profesionalisme dan integritas.

3.  Mengingatkan pimpinan universitas agar setiap pernyataan publik mencerminkan realitas yang dapat diverifikasi, bukan sekadar retorika institusional.

4.  Berkomitmen mendukung pengembangan UIN Alauddin, dengan syarat kepemimpinan kampus berjalan transparan, akuntabel, dan menghormati kontribusi nyata para alumni.

UIN Alauddin Makassar adalah rumah bersama, bukan milik segelintir elit akademik. Jika kampus ingin tumbuh besar, ia harus berani menatap cermin melihat bukan hanya citra yang indah, tetapi juga bayangan kejujuran yang terkadang pahit.

Karena tanpa kejujuran dan sinergi yang sejati, semua visi besar hanya akan menjadi gema di ruang sidang,sementara kepercayaan alumni perlahan memudar.

ShareTweetShareSendSend

Artikel Lainnya

Logo Uin Alauddin
Liputan Khusus

Kronologi Dua Mahasiswa UIN Alauddin Makassar di Drop Out

31 Juli 2024
2k
Img 20231231 Wa0138
Liputan Khusus

UMKM sebagai Nafas Ekonomi Rakyat, Dari Usaha Kecil Menuju Gowa Sejahtera

16 Januari 2026
258
Images
Liputan Khusus

Perampokan Begal di Jalan Poros Malino Samaya-Bili-Bili

18 Agustus 2025
666
Pengeroyokan
Liputan Khusus

Kronologi Dugaan Pengeroyokan terhadap Muhammad Saleh di Bontomarannu

13 Desember 2025
165

Rubrik

Esai Liputan Khusus Opini Prosa Puisi Resensi Uncategorized Warta
Pataka Eja

© Dari Narasi Menuju Aksi

Lebih lanjut

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Kirim Artikel

Ikuti kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
  • Login
  • Beranda
  • Cakrawala
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Sastra
    • Puisi
    • Prosa
  • Liputan
    • Warta
    • Liputan Khusus
  • Kirim Artikel

© Dari Narasi Menuju Aksi