Oleh: Maulia Nur Fatimah
Di antara sunyi pagi yang bening,
tampak sebuah pondok berdiri tenang,
tempat langkah-langkah kecil mencari arti,
tempat hati-hati muda belajar tumbuh berani.
Dindingnya sederhana,
namun penuh cerita,
tentang doa yang naik sebelum fajar,
tentang cita-cita yang disulam dengan sabar.
Di serambi subuh yang dingin,
lantunan ayat suci mengalir pelan,
menggetarkan jiwa yang rindu bimbingan,
membasuh lelah, menuntun jalan.
Para santri berjalan beriringan,
membawa mimpi dalam genggaman,
belajar bukan hanya dari kitab,
tapi dari akhlak, sabar, dan sikap.
Kiai dan guru menjadi cahaya,
menuntun tanpa banyak bicara,
dengan lembut mereka mengajari,
bahwa ilmu sejati lahir dari hati.
Di pondok pesantren,
setiap malam adalah renungan,
setiap hari adalah perjalanan,
setiap doa adalah harapan.
Dan ketika angin menyentuh pepohonan,
terdengar pesan yang diam-diam datang:
di sinilah rumah bagi jiwa yang mencari,
tempat pulang bagi hati yang ingin berbenah diri.
Pondok pesantren,
bukan sekadar tempat tinggal,
melainkan taman ilmu dan kedamaian,
di mana cahaya tumbuh perlahan
dan mengalir ke masa depan.




