Pataka Eja
No Result
View All Result
  • Login
  • Beranda
  • Cakrawala
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Sastra
    • Puisi
    • Prosa
  • Liputan
    • Warta
    • Liputan Khusus
  • Kirim Artikel
Pataka Eja
  • Beranda
  • Cakrawala
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Sastra
    • Puisi
    • Prosa
  • Liputan
    • Warta
    • Liputan Khusus
  • Kirim Artikel
No Result
View All Result
  • Login
Pataka Eja
No Result
View All Result
Home Puisi

Menjaga Nama di Liang Lahat

Pataka Eja by Pataka Eja
27 April 2026
in Puisi
0
Ccs

Oleh: Amanda Amalia Putri

Dari sisa-sisa kehancuran lahir sebuah komitmen

Dari yang sakral langsung jatuh ke tragis

Yang waras dipaksa kalah

Aku bersumpah akan menjadi perisai dan perawat di titik paling rapuhmu

Sebelum aku sendiri ikut hancur

Bukan cuma tubuh yang lumpuh, tapi martabat, ingatan,dan sisa kenangan

Aku mau bersihkan namamu, rawat kehormatanmu di akhir hayat

Itu bukan sekadar janji manis tapi itu janji penjaga di ambang kematian

Cinta hadir sebagai tindakan bukan perasaan

Tanggung jawabnya besar tapi kuasanya nihil

Ini bukan sekadar cinta yang romantis

Ini cinta yang muncul ketika waktu sudah menunjukkan angka-angka daruratnya

 

Ketapang, 13 April 2026

ShareTweetShareSendSend

Artikel Lainnya

Img
Puisi

Tuhan, Bolehkah Sekali Saja Aku Mengeluh

1 November 2025
75
IMG_9651
Puisi

Lelaki yang Menjadi Langit

27 November 2025
48
Image
Puisi

Hujan.. terima kasih sudah datang

1 Desember 2025
31
Whatsapp Image
Puisi

BIMBANG

11 Agustus 2024
78

Rubrik

Esai Liputan Khusus Opini Prosa Puisi Resensi Uncategorized Warta
Pataka Eja

© Dari Narasi Menuju Aksi

Lebih lanjut

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Kirim Artikel

Ikuti kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
  • Login
  • Beranda
  • Cakrawala
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Sastra
    • Puisi
    • Prosa
  • Liputan
    • Warta
    • Liputan Khusus
  • Kirim Artikel

© Dari Narasi Menuju Aksi