Pataka Eja
No Result
View All Result
  • Login
  • Beranda
  • Cakrawala
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Sastra
    • Puisi
    • Prosa
  • News
    • Sosial & Politik
    • Hukum & Kriminal
    • Ekonomi & Bisnis
    • Olahraga & Kesehatan
    • Ragam
    • Sosok
  • Kirim Artikel
Pataka Eja
  • Beranda
  • Cakrawala
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Sastra
    • Puisi
    • Prosa
  • News
    • Sosial & Politik
    • Hukum & Kriminal
    • Ekonomi & Bisnis
    • Olahraga & Kesehatan
    • Ragam
    • Sosok
  • Kirim Artikel
No Result
View All Result
  • Login
Pataka Eja
No Result
View All Result
Home Sosial & Politik

Risqila di Sidang Hak Angket DPRD Gowa Ungkap Dugaan Kaitan Peristiwa Karaoke dalam Kasus Pencabutan Beasiswa S3

Pataka Eja by Pataka Eja
22 Juni 2026
in Sosial & Politik
0
Whatsapp Image 2026 06 22 At 14 00

Pataka Eja — Risqila Amran, penerima beasiswa doktoral Pemerintah Kabupaten Gowa yang pencabutan beasiswanya kini menjadi bagian dari pembahasan hak angket DPRD Gowa, mengungkap dugaan adanya faktor kecemburuan pribadi di balik keputusan tersebut.

Dalam sidang Pansus Hak Angket DPRD Gowa, Risqila menceritakan peristiwa ketika salah satu teman perempuannya menghadiri acara karaoke bersama Basri Kajang, sosok yang dalam berbagai pembahasan politik lokal kerap dikaitkan dengan isu kedekatannya dengan Bupati Gowa. Menurut Risqila, peristiwa itu menjadi awal memburuknya hubungannya dengan bupati.

Keterangan tersebut disampaikan Risqila saat menjawab pertanyaan anggota Pansus dari Fraksi Gerindra, Dian Purnamasari, terkait alasan lain selain persoalan administrasi yang menyebabkan beasiswanya dicabut.

Dalam keterangannya, Risqila mengaku merupakan bagian dari tim konsultan politik yang ikut memperjuangkan Husniah hingga terpilih sebagai Bupati Gowa. Ia kemudian menceritakan bahwa suatu ketika dirinya bermain tenis di Rumah Jabatan Bupati Gowa dan membawa seorang teman perempuan yang menurutnya memiliki paras cantik.

Di sela kegiatan tersebut, salah satu staf rumah jabatan bupati bernama Yusran menghampiri teman perempuannya. Menurut Risqila, keduanya kemudian bertukar nomor ponsel dan setelah itu intens berkomunikasi. Ia mengaku sempat memperingatkan temannya agar berhati-hati karena Yusran telah memiliki seorang istri.

“Kemudian, saya tidak tahu kalau ternyata mereka intens berkomunikasi. Pernah dia diajak untuk pergi karaoke bareng. Tetapi, waktu itu ketika dia pergi karaoke bareng, saya tidak ada ditempat,” ujarnya.

Setelah mengetahui adanya kegiatan karaoke tersebut, Risqila mengaku bertanya kepada temannya dan juga kepada Yusran mengenai siapa saja yang hadir.

“Katanya, ada ombas atau Basri kajang,” ungkapnya.

Menurut Risqila, kegiatan karaoke tersebut dihadiri empat orang, yakni teman perempuannya bersama seorang teman perempuan lainnya, serta Yusran dan Basri Kajang.

Risqila kemudian menjelaskan bahwa setelah peristiwa tersebut, informasi mengenai kehadiran kerabat perempuannya dalam kegiatan karaoke bersama Basri Kajang sampai ke telinga Bupati Gowa. Ia mengaku memperoleh informasi dari istri Yusran bahwa bupati marah kepadanya.

“Yang menyampaikan itu kepada saya itu ibu desa, istri dari pak Yusran. Bahwa marah ke kau (bupati). Sejak saat itu, ibu bupati membenci saya, katanya sangat benci kepada saya.”

Hal ini kemudian dipertegas kembali melalui pertanyaan Wakil Ketua Pansus, Asrul Makkaraus dari Fraksi PPP. Asrul mempertanyakan apakah ada hubungan antara peristiwa karaoke tersebut dengan pencabutan beasiswa.

Risqila menjawab singkat bahwa terdapat hubungan dengan kerabat perempuannya. Saat dipertegas kembali oleh Asrul mengenai alasan Bupati marah kepada teman perempuannya, Risqila mengaitkannya dengan isu yang beredar di publik terkait dugaan hubungan pribadi Basri Kajang dengan Bupati Gowa.

Risqila kemudian menyatakan kemungkinan adanya kecemburuan terkait kehadiran Basri Kajang dalam kegiatan karaoke tersebut bersama temannya.

“Mungkin saja ada kecemburuan, pimpinan. Cemburu dengan teman saya, dengan hadirnya teman saya dan karaoke bersama dengan ombas atau Muhammad Basri,” ujarnya.

Risqila menilai kecemburuan tersebut berkaitan dengan dugaan hubungan antara Bupati Gowa dan Basri Kajang.

Menutup sesi pertanyaan, Asrul Makkaraus menekankan bahwa penting untuk mewaspadai dampak yang lebih luas apabila kebijakan pencabutan beasiswa didasari oleh persoalan pribadi.

ShareSendTweetShareSend

Artikel Lainnya

Whatsapp Image 2026 09 21 At 19 04
Hukum & Kriminal

Gowa Sepekan: Dari Sampah Menumpuk hingga Kantor-Rujab Bupati Digeledah Polisi

21 September 2026
62
Whatsapp Image 2026 06 19 At 21 02
Sosial & Politik

‘Nyanyian’ Kadisdik Gowa di Sidang Hak Angket, Ungkap Dugaan Campur Tangan Bupati dalam Penentuan Penyedia Seragam Sekolah Gratis

19 Juni 2026
119
Whatsapp Image 2026 04 18 At 21 02
Sosial & Politik

Tega! Lansia di Kanjilo Kab. Gowa Tutup Akses Jalan Tetangga, Bangun Pondasi di Jalur Masuk Rumah

18 April 2026
105
Gambar Tangkapan Layar Whasapp
Sosial & Politik

AJI Makassar Gelar Aksi Tolak Pernyataan “Londo Ireng” Prabowo

28 Juli 2026
51

Rubrik

Ekonomi & Bisnis Esai Hukum & Kriminal Olahraga & Kesehatan Opini Prosa Puisi Ragam Resensi Sosial & Politik Sosok Uncategorized
Pataka Eja

© Dari Narasi Menuju Aksi

Lebih lanjut

  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
  • Kirim Artikel

Ikuti kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
  • Login
  • Beranda
  • Cakrawala
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Sastra
    • Puisi
    • Prosa
  • News
    • Sosial & Politik
    • Hukum & Kriminal
    • Ekonomi & Bisnis
    • Olahraga & Kesehatan
    • Ragam
    • Sosok
  • Kirim Artikel

© Dari Narasi Menuju Aksi