PT. Tirta Fresindo Jaya (Mayora Group), salah satu perusahaan ternama yang berlokasi di jalan Poros Malino Km. 30, Tepatnya di Desa Pakatto, Kecamatan Bontomarannu, Kab. Gowa Merealisasikan Corporate Social Responsibility (CSR) melalui penanaman 2.000 pohon pada Sabtu, (30/11/2024).
Kegiatan tersebut dilaksanakan di Wilayah Konservasi Alam, Kelurahan Malino, Kecamatan Tinggimoncong, Kabupaten Gowa dengan menanam 2.000 pohon jenis Daun Salam, Bitti dan beberapa jenis tanaman buah seperti Nangka dan Langsat. Penanaman ini sebagai bentuk kepedulian dan tanggung jawab terhadap alam dan lingkungan sekitar, Semangat peduli alam melalui tema “Pelihara Sumber Mata Air”.
Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Bidang Wilayah II BBKSDA Sulawesi Selatan, Camat Bontomarannu, Perwakilan Camat Tinggimoncong, Bhabinkamtibmas sebagai perwakilan Polsek Tinggimoncong, Babinsa sebagai perwakilan Koramil Tinggimoncong, Lurah Malino, Komandan SECATA Malino, dan juga turut hadir Bapak Syamsul Muttaqin Selaku Factory Manager PT. Tirta Fresindo Jaya (Mayora Group) Plant Bontomarannu.
Bapak Syamsul Muttaqin selaku Factory Manager mengatakan, bahwa kegiatan CSR ini sebagai salah satu bentuk terima kasih terhadap lingkungan yang telah memberikan sumber air, dan juga sebagai sarana untuk menjaga kelestarian lingkungan.
“Dalam menjaga kelestarian alam, kami berkomitmen akan terus melaksanakan kegiatan ini secara berkesinambungan.” ucap Syamsul.
Prorgam Corporate Social Responsibility (CSR) ini akan dilakukan setiap tahunnya dengan harapan manfaat dari kegiatan ini bisa dirasakan dan berguna untuk kepentingan publik.
Sementara Kepala Bidang Wilayah II BBKSDA Sulawesi Selatan Mustafi Tepu memaparkan, hal ini tentunya suatu yang harus diapresiasi karena kegiatan yang dilaksanakan di wilayah konservasi sumber daya alam resort Malino, memiliki manfaat yang besar utamanya dalam menjaga kebutuhan air dan keberlangsungan lingkungan hidup di Kab. Gowa.
“Bukan hanya permasalahan air saja, penanaman pohon saat ini ada dampak positif, Karena diakui dapat menghijaukan kembali wilayah konservasi alam atas bencana kebakaran yang pernah terjadi di area tersebut pada tahun 2023 yang lalu” tuturnya.




