Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional, Aktivis Sosial Indonesia (AKSIndonesia) berkolaborasi dengan Komunitas Peduli Anak Jalanan (KPAJ) laksanakan kegiatan RekreAKSI Intelektual dengan bermain bersama anak-anak di Kampung Savana, Kel. Bangkala, Kec. Manggala, Selasa (23/07/2024).
Terdapat beberapa bentuk permainan yang dilakukan bersama dengan anak-anak yang merupakan siswa dari Rumah Belajar KPAJ Area Binaan Manggala. Tawa dan keceriaan terpampang nyata di setiap wajah anak-anak di sana yang hadir berjumlah 15 orang.
Permainan seperti joget balon, memindahkan karet melalui sedotan dan mengikuti instruksi menjadi bagian dari rangkaian berbagi keceriaan di kawasan marjinal Kota Makassar. Keseruan antara relawan dan anak-anak menjadi suatu hal yang sangat menyenangkan. Demikian juga yang dirasakan oleh koordinator Area Binaan Manggala KPAJ Makassar, kak Alifa.
” Adik-adik didik dapat belajar sambil bermain. Selain itu, mereka juga excited bertemu dengan kakak-kakak baru,” ungkapnya.
Seperti yang diketahui bahwa di usia anak-anak adalah masa mereka untuk bermain dan mengenal hal baru. Begitu juga yang diharapkan dari kegiatan ini, mengingat bahwa realita sosial yang terjadi mengenai anak-anak marjinal kota yang tak kadang sebagian dari mereka tidak merasakan pendidikan yang layak.
“Harapan saya di hari anak ini, semoga ke depannya anak-anak di Indonesia terkhusus adik-adik di area binaan KPAJ Makassar bisa tetap merasakan pendidikan serta bermain dan berkembang sesuai dengan usianya,” ucap Alifa sembari berharap.
Departemen Pengembangan Sumber Daya Manusia AKSIndonesia, Syahgun, memprakarsai kegiatan ini dengan tujuan menstimulus kepekaan terhadap realita sosial yang terjadi di lingkungan sekitar, khususnya kepada anak-anak yang kurang mendapatkan pendidikan yang layak.
“Tugas kita sebagai orang yang sadar dan peduli sesama sangatlah besar, makanya dibutuhkan kolektifitas untuk menyelesaikan itu. Melalui kegiatan RekreAKSI Intelektual inilah menjadi salah satu metode penyadaran kepada semua, bahwa di luar sana masih ada adik-adik kita yang butuh bantuan kita. Entah itu sekedar berbagi canda dan tawa bahkan pendidikan yang layak di usia tumbuh kembangnya,” ujarnya.
Dengan makin banyaknya komunitas sosial-pendidikan yang lahir dari kepekaan terhadap problematika yang ada diharapkan menjadi sebuah solusi atas hal tersebut. Di hari anak nasional ini semoga semua anak-anak di Indonesia menjadi generasi cerdas, generasi pengubah masa depan bangsa menuju kejayaan.




