Pataka Eja
No Result
View All Result
  • Login
  • Beranda
  • Cakrawala
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Sastra
    • Puisi
    • Prosa
  • News
    • Sosial & Politik
    • Hukum & Kriminal
    • Ekonomi & Bisnis
    • Olahraga & Kesehatan
    • Ragam
    • Sosok
  • Kirim Artikel
Pataka Eja
  • Beranda
  • Cakrawala
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Sastra
    • Puisi
    • Prosa
  • News
    • Sosial & Politik
    • Hukum & Kriminal
    • Ekonomi & Bisnis
    • Olahraga & Kesehatan
    • Ragam
    • Sosok
  • Kirim Artikel
No Result
View All Result
  • Login
Pataka Eja
No Result
View All Result
Home Uncategorized

Mengubah Kecemasan Menjadi Ketenangan: Pengajian IAUM ke-4 Bedah Rahasia “Dari Overthinking Menuju Husnudzon”

Ahmad Bachtiar by Ahmad Bachtiar
18 September 2025
in Uncategorized
0
Img 20250915 Wa0082

patakaeja.id – Ikatan Alumni Ummul Mukminin (IAUM) kembali menghadirkan pengajian penuh makna pada Ahad, 14 September 2025, di Primewood Mansion, Makassar. Mengusung tema “Dari Overthinking Menuju Husnudzon,” acara ini sukses memikat perhatian alumni dengan pesan yang menyejukkan hati.

Hadir sebagai pemateri, Ns. Angriana, S.Kep., seorang perawat berpengalaman 10 tahun – membawa pendekatan unik yang memadukan spiritualitas dan sains. Ia menekankan bahwa overthinking sering muncul karena manusia terlalu sibuk sebagai “human doing” dan lupa menjadi “human being” yang hadir sepenuhnya dalam setiap momen.

Untuk mengatasinya, ia memperkenalkan tiga pondasi utama:

1. Zikrullah, ibarat P3K bagi kecemasan, sebagai pengingat bahwa hanya Allah yang tak pernah meninggalkan kita.
2. Self-connection, yakni berani terhubung dengan diri sendiri agar emosi tidak menumpuk menjadi “sampah batin.”
3. Social-connection, yaitu menjalin hubungan sehat dengan sesama dan alam sebagai perpaduan iman dan ilmu.

Angriana juga menekankan kekuatan pikiran terhadap kesehatan tubuh. Ia menuturkan pengalaman unik ketika pasien yang disugesti jarum infus terasa seperti “nugget saus tomat,” benar-benar tidak merasakan sakit. Kisah ini menjadi bukti nyata bahwa persepsi mampu mengubah realitas fisik.

Sebagai bekal praktis, ia memperkenalkan Rumus Sajadah : Sadar, Jeda, dan Pilih. Sadar berarti mengenali kapan pikiran mulai terjebak, jeda untuk menghentikan siklus negatif, lalu pilih untuk melepaskan beban dengan berserah kepada Allah.

Pengajian yang berlangsung tiga jam ini ditutup dengan terapi singkat dan pesan menenangkan: “Allah tidak meminta kita menyelesaikan masalah, tapi menerima dan bertawakal. Dengan menerima, masalah akan luruh dengan sendirinya.”

Acara pun meninggalkan kesan mendalam. Para peserta pulang dengan hati lebih tenang, siap meninggalkan overthinking dan menjalani hidup dengan husnudzon.

ShareSendTweetShareSend

Artikel Lainnya

Whatsapp Image 2024 08 26 At 14 53
Uncategorized

Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah Doakan Presiden Jokowi hingga Prabowo dalam Kongres PAN

26 Agustus 2024
58
Img
Uncategorized

HMJ MHU UIN Alauddin Makassar Sukses Selenggarakan Milad Ke-7

31 Juli 2024
124
Img
Uncategorized

Petani Batulapisi Dituduh Melakukan Penyerobotan Lahan, Warga Geruduk Polres Gowa

6 Agustus 2024
131
Whatsapp Image 2025 05 20 At 14 28
Uncategorized

Aktivitas Malam di Kampus Jadi Sorotan, Wakil Presiden Mahasiswa UINAM Minta Dukungan Fasilitas dan Kebebasan Berorganisasi

20 Mei 2025
157

Rubrik

Ekonomi & Bisnis Esai Hukum & Kriminal Olahraga & Kesehatan Opini Prosa Puisi Ragam Resensi Sosial & Politik Sosok Uncategorized
Pataka Eja

© Dari Narasi Menuju Aksi

Lebih lanjut

  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
  • Kirim Artikel

Ikuti kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
  • Login
  • Beranda
  • Cakrawala
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Sastra
    • Puisi
    • Prosa
  • News
    • Sosial & Politik
    • Hukum & Kriminal
    • Ekonomi & Bisnis
    • Olahraga & Kesehatan
    • Ragam
    • Sosok
  • Kirim Artikel

© Dari Narasi Menuju Aksi