patakaeja.id – Ikatan Alumni Ummul Mukminin (IAUM) kembali menghadirkan pengajian penuh makna pada Ahad, 14 September 2025, di Primewood Mansion, Makassar. Mengusung tema “Dari Overthinking Menuju Husnudzon,” acara ini sukses memikat perhatian alumni dengan pesan yang menyejukkan hati.
Hadir sebagai pemateri, Ns. Angriana, S.Kep., seorang perawat berpengalaman 10 tahun – membawa pendekatan unik yang memadukan spiritualitas dan sains. Ia menekankan bahwa overthinking sering muncul karena manusia terlalu sibuk sebagai “human doing” dan lupa menjadi “human being” yang hadir sepenuhnya dalam setiap momen.
Untuk mengatasinya, ia memperkenalkan tiga pondasi utama:
1. Zikrullah, ibarat P3K bagi kecemasan, sebagai pengingat bahwa hanya Allah yang tak pernah meninggalkan kita.
2. Self-connection, yakni berani terhubung dengan diri sendiri agar emosi tidak menumpuk menjadi “sampah batin.”
3. Social-connection, yaitu menjalin hubungan sehat dengan sesama dan alam sebagai perpaduan iman dan ilmu.
Angriana juga menekankan kekuatan pikiran terhadap kesehatan tubuh. Ia menuturkan pengalaman unik ketika pasien yang disugesti jarum infus terasa seperti “nugget saus tomat,” benar-benar tidak merasakan sakit. Kisah ini menjadi bukti nyata bahwa persepsi mampu mengubah realitas fisik.
Sebagai bekal praktis, ia memperkenalkan Rumus Sajadah : Sadar, Jeda, dan Pilih. Sadar berarti mengenali kapan pikiran mulai terjebak, jeda untuk menghentikan siklus negatif, lalu pilih untuk melepaskan beban dengan berserah kepada Allah.
Pengajian yang berlangsung tiga jam ini ditutup dengan terapi singkat dan pesan menenangkan: “Allah tidak meminta kita menyelesaikan masalah, tapi menerima dan bertawakal. Dengan menerima, masalah akan luruh dengan sendirinya.”
Acara pun meninggalkan kesan mendalam. Para peserta pulang dengan hati lebih tenang, siap meninggalkan overthinking dan menjalani hidup dengan husnudzon.




