Pataka Eja
No Result
View All Result
  • Login
  • Beranda
  • Cakrawala
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Sastra
    • Puisi
    • Prosa
  • Liputan
    • Warta
    • Liputan Khusus
  • Kirim Artikel
Pataka Eja
  • Beranda
  • Cakrawala
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Sastra
    • Puisi
    • Prosa
  • Liputan
    • Warta
    • Liputan Khusus
  • Kirim Artikel
No Result
View All Result
  • Login
Pataka Eja
No Result
View All Result
Home Liputan Khusus

UMKM sebagai Nafas Ekonomi Rakyat, Dari Usaha Kecil Menuju Gowa Sejahtera

Pataka Eja by Pataka Eja
16 Januari 2026
in Liputan Khusus, Warta
0
Img 20231231 Wa0138

Pataka Eja — Di balik geliat pembangunan Kabupaten Gowa, denyut ekonomi rakyat justru bergerak dari ruang-ruang sederhana, dari gerobak kecil, dapur rumahan, hingga lapak-lapak UMKM yang tumbuh di sudut-sudut kota. Inilah realitas yang ingin ditegaskan oleh Dewan Pimpinan Pusat Himpunan Pelajar Mahasiswa Gowa (DPP HIPMA Gowa) sebagai bentuk apresiasi terhadap program pengembangan UMKM yang dijalankan Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang, sebagai bagian dari program prioritas 100 hari kerja dengan visi besar “Gowa Sejahtera.”

Kebijakan pemerintah daerah yang menyalurkan bantuan peralatan usaha kepada ratusan pelaku UMKM bukan sekadar program administratif, melainkan bentuk keberpihakan nyata negara terhadap rakyat kecil. Bantuan tersebut telah membuka harapan baru bagi para pelaku usaha mikro untuk bertahan, berkembang, dan bangkit dari keterbatasan. Di titik inilah UMKM menemukan maknanya yang paling hakiki sebagai fondasi kesejahteraan masyarakat Gowa.

Ketua Umum DPP HIPMA Gowa, Gunung Sumanto, menilai bahwa UMKM bukan hanya urusan ekonomi, tetapi juga persoalan martabat dan keberlangsungan hidup masyarakat kecil. “Ketika UMKM diberi ruang untuk tumbuh, sesungguhnya pemerintah sedang memberi kesempatan kepada rakyatnya untuk hidup lebih layak,” ungkapnya. Program penguatan UMKM yang diusung Bupati Gowa dinilai selaras dengan semangat pembangunan yang berkeadilan dan berorientasi pada kesejahteraan jangka panjang.

Gambaran nyata dari keberhasilan UMKM dapat dilihat di sepanjang Jalan H. Agus Salim, Bonto-bontoa, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa. Deretan outlet UMKM di kawasan ini bukan hanya tempat berjualan, tetapi telah menjelma menjadi ruang hidup ekonomi rakyat. Setiap lapak menyimpan cerita perjuangan, setiap usaha kecil memikul harapan keluarga, dan setiap transaksi menjadi denyut penghidupan bagi banyak orang.

Yang kerap luput dari perhatian, para pelaku UMKM di kawasan tersebut tidak hanya bekerja untuk diri mereka sendiri. Mereka turut menjadi pencipta lapangan kerja bagi masyarakat sekitar. Dalam sebuah wawancara, Afif Alfarouq, owner Chikumi Gowa, mengungkapkan bahwa usaha kecil yang ia rintis telah memberi manfaat lebih luas dari sekadar keuntungan.

“Usaha kecil-kecilan ini sangat membantu masyarakat. Kami sudah mempekerjakan empat ibu rumah tangga. Bagi kami, UMKM bukan hanya soal bisnis, tapi soal saling menghidupkan,” tuturnya.

Pernyataan tersebut menjadi bukti bahwa UMKM adalah salah satu pilar utama kesejahteraan masyarakat. Dari tangan-tangan pelaku UMKM, roda ekonomi berputar; dari keringat mereka, dapur-dapur rumah tetap mengepul; dan dari keberlangsungan usaha mereka, harapan masyarakat kecil tetap terjaga.

Oleh karena itu, Gunung Sumanto atas nama DPP HIPMA Gowa menitipkan pesan yang tulus dan konstruktif kepada Ibu Bupati Gowa dan seluruh dinas terkait, khususnya dalam menyikapi isu penggusuran lahan di sepanjang Jalan H. Agus Salim, Bonto-bontoa. Kebijakan apa pun yang akan diambil diharapkan tidak sekadar berpijak pada aspek tata kota, tetapi juga mempertimbangkan nasib, keberlanjutan, dan masa depan para pelaku UMKM yang selama ini menjadi penopang ekonomi rakyat.

“UMKM telah membuktikan dirinya sebagai penunjang kesejahteraan masyarakat. Maka harapan kami, kebijakan yang lahir dari Pemerintah Kabupaten Gowa benar-benar bijaksana, adil, dan tidak mematikan denyut ekonomi rakyat kecil. Karena ketika UMKM mati, yang hilang bukan hanya lapak, tetapi juga harapan banyak keluarga,” tegas Gunung Sumanto.

Ini menjadi pengingat bahwa pembangunan sejati bukan hanya tentang infrastruktur dan regulasi, melainkan tentang keberpihakan pada rakyat kecil, menjaga ruang hidup mereka, dan memastikan bahwa visi Gowa Sejahtera benar-benar dirasakan hingga ke lapisan masyarakat paling bawah.

ShareTweetShareSendSend

Artikel Lainnya

Screenshot 2025 07 24
Warta

Viral! Aktivis Mahasiswa Diduga Pelaku Kekerasan Seksual, 3 Perempuan Jadi Korban

24 Juli 2025
250
1757584083
Liputan Khusus

Rilis Pers: Menggugat Menteri Kebudayaan atas Penyangkalan Perkosaan Massal Mei 1998

11 September 2025
25
Pengeroyokan
Liputan Khusus

Kronologi Dugaan Pengeroyokan terhadap Muhammad Saleh di Bontomarannu

13 Desember 2025
165
Img 20250903 Wa0000
Warta

Aksi Damai Cipayung Plus Gowa: Suara Mahasiswa untuk Rakyat, Dari PBB hingga RUU Perampasan Aset

3 September 2025
96

Rubrik

Esai Liputan Khusus Opini Prosa Puisi Resensi Uncategorized Warta
Pataka Eja

© Dari Narasi Menuju Aksi

Lebih lanjut

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Kirim Artikel

Ikuti kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
  • Login
  • Beranda
  • Cakrawala
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Sastra
    • Puisi
    • Prosa
  • Liputan
    • Warta
    • Liputan Khusus
  • Kirim Artikel

© Dari Narasi Menuju Aksi