Resensi Oleh : Naswa Khalisha Putri
Identitas Karya
- Judul Buku : Ada Duka di Bawah Telapak Kaki Ibu
- Penulis : Khoirul Trian
- Penerbit : Gradien Mediatama
- Tahun Terbit : 2025
- Jumlah Halaman : 200 halaman
- Cetakan : Pertama, Agustus 2025
- ISBN : 978-602-208-402-0
Buku Ada Duka di Bawah Telapak Kaki Ibu merupakan sebuah refleksi panjang mengenai betapa rapuhnya hubungan antara anak dan ibu ketika jarak, ambisi, serta ketakutan-ketakutan kecil mulai ikut campur di tengah perjalanan hidup.
Melalui kisah seorang anak yang mengejar mimpinya hingga tanpa sadar menjauh dari rumah, buku ini membawa pembaca melihat kembali luka-luka kecil yang tak pernah terucap, serta luka yang diam-diam tumbuh di telapak kaki seorang ibu.
Khoirul Trian membujuk pembaca untuk melihat kembali sudah sejauh mana kita dari ibu dengan alasan mengejar mimpi. Jauh di sini memiliki arti mengabaikan kasih seorang ibu yang tanpa sadar selalu diam menahan segala beban.
Dalam setiap langkah yang ia tempuh, tersimpan luka-luka kecil yang tumbuh dalam batin sang Ibu. Hingga akhirnya, anak akan menyadari semua perjuangannya justru menyisakan luka-luka kecil dari rasa bersalah, kehilangan, dan penyesalan yang terpendam lama di dalam dirinya.
Dalam buku ini, kita merefleksikan perjalanan seorang anak dengan segala pertarungannya, mulai dari kerinduan hingga rasa bersalah. Penulis membawa pembaca mendalami dilema anak rantau, gagal, jatuh, dan bangkit kembali berusaha mewujudkan cita-citanya. Di balik semua itu, hadir sosok ibu yang tak selalu terlihat perjuangannya hingga menyisakan duka di bawah telapak kaki ibu.
Buku tersebut memperlihatkan bagaimana cinta seorang ibu tidak hanya melalui kata-kata manis, terkadang dalam diamnya terdapat rindu yang disembunyikan dan ketakutan-ketakutan kecil yang jarang diucapkan.
Penulis menggambarkan bahwa kedekatan hubungan antara anak dan ibu tidak selalu diukur dari kehadiran fisik, tetapi juga dari konflik batin yang menahan banyak hal agar tetap berjalan tanpa terbebani.
Kelebihan buku ini, bahasa yang digunakan sederhana tetapi tetap indah dan puitis, sehingga mudah dipahami oleh pembaca. Penulis mampu menyalurkan perasaannya lewat gaya penulisan yang membuat setiap kalimat terasa seperti surat yang dipenuhi emosional, ketulusan, serta kehangatan dari hati.
Judul “ada duka di bawah telapak kaki ibu” memberikan daya tarik tersendiri, seolah menyimpan makna yang dalam dan sering abai dari kesadaran kita. Pembaca dihadapkan realitas bahwa setiap kepergian tidak hanya meninggalkan kekosongan, melainkan juga menciptakan ruang baru untuk bertumbuh lebih baik.
Setiap paragraf dalam buku ini membuat pembaca seolah berhenti sejenak untuk memikirkan ulang hubungan mereka dengan orang tuanya. Tidak jarang, pembaca merasakan dirinya sedang membaca bagian dari kehidupannya sendiri.
Kekurangan buku ini, alur yang cenderung datar karena setiap isinya seperti kumpulan catatan harian. Selain itu, tidak semua bagian memiliki alur yang jelas, kadang transisi dari satu tulisan ke tulisan lain kurang halus, sehingga pembaca membutuhkan waktu untuk menyesuaikan diri dengan perubahan suasana.
Buku ini memang masuk kategori self-improvement dan cukup berhasil menggugah emosi pembaca. Namun, ada beberapa hal yang bisa diperkuat. Variasi bentuk penulisannya masih terasa terbatas, penulis bisa menghadirkan dialog antara anak dan ibu untuk memperdalam hubungan keduanya, sehingga pembaca dapat merasakan langsung emosional dalam situasi tersebut.
Di sisi lain, beberapa bagian terasa repetitif karena penulis berulang kali menekankan rasa bersalah dan kerinduan tanpa memberikan variasi sudut pandang yang lebih kuat. Jika penulis menambahkan lebih banyak konteks cerita atau peristiwa yang memicu konflik batin, pembaca mungkin akan mendapat gambaran yang lebih utuh dan tidak hanya terserap dalam suasana emosional yang sama.
Meski demikian, buku ini tetap layak direkomendasikan, terutama bagi pembaca yang sedang merasa kehilangan arah, membutuhkan dorongan emosional, atau mencari refleksi tentang hubungan dengan ibu. Pesan-pesan yang disampaikan mampu memberi ruang bagi pembaca untuk berhenti sejenak, menenangkan diri, dan menata ulang langkah.
Ada Duka di Bawah Telapak Kaki Ibu merupakan karya yang mengajak pembaca kembali sadar bahwa ada pengorbanan yang mungkin tak terlihat, tetapi berdampak besar dalam hidup kita. Buku ini sangat layak dibaca, terutama oleh pembaca usia 13 tahun ke atas yang sedang menata jalan hidupnya dan memperjuangkan mimpi-mimpi besarnya, tetapi tetap ingin memahami betapa berharganya kasih seorang ibu.
Melalui tulisan yang hangat, buku ini menghadirkan pengalaman emosional yang mendalam tentang arti pulang, perjuangan yang tak kasatmata, dan cinta seorang ibu yang tak pernah surut meski terkikis waktu.
Bahasa yang digunakan penulis sengaja dibuat sederhana sehingga pembaca dapat mengikuti alur cerita dengan mudah sekaligus menangkap pesan yang ingin disampaikan.
Menariknya, melalui detail-detail kecil dalam dialog maupun rangkaian peristiwa, pembaca diajak menyadari bahwa di balik langkah besar yang kita ambil, selalu ada sosok ibu yang diam-diam ikut serta menopang segala beban yang kita tanggung sepanjang perjalanan. Kehadiran itu mungkin tidak selalu tampak, tetapi justru di situlah letak kekuatannya.
Penulis bernama Naswa Khalisha Putri, seorang mahasiswi Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Mas Said Surakarta, Program Studi Tadris (Pendidikan) Bahasa Indonesia.





