Oleh: Naila Rahma
Identitas Buku
Judul : Kendat
Penulis : Angga Wiwaha
Penerbit : Bhuana Sastra
Tahun Terbit : 2025
Tebal Halaman : 307 halaman
Ukuran Buku : 13×19 cm
Harga Buku : Rp 97.000
ISBN : 978-623-04-2395-6
Sinopsis Novel
Terjadinya tiga kasus bunuh diri yang hampir bersamaan di Kota P, membuat media
menjuluki kota itu sebagai Kota Kendat. Seorang wartawan muda bernama Arya Fakhruddin,
ditugaskan oleh bosnya untuk menyelidiki kasus itu dan ia menemukan adanya keterkaitan
dengan seorang artis terkenal serta bosnya sendiri, yaitu Parait Siregar. Dalam usaha
penyelidikannya mencari kebenaran, Arya mengalami berbagai tuduhan dan tekanan, hingga akhirnya ia menyadari bahwa kasus ini tidak hanya soal kematian, tetapi juga tentang
manipulasi dan kebenaran yang sengaja ditutupi.
Isi
Novel ini menceritakan kisah seorang wartawan muda bernama Arya Fakhruddin
yang ditugaskan oleh bosnya untuk menyelidiki tiga kasus bunuh diri misterius di Kota P.
Adanya tiga kasus bunuh diri misterius ini, membuat media menjuluki kota itu sebagai “Kota
Kendat.” Saat menyelidiki kasus tersebut, Arya menemukan bahwa kasus-kasus yang terjadi
memiliki keterkaitan dengan seorang artis papan atas yang ternyata juga menyeret bosnya
sendiri, Parait Siregar, sebagai pihak yang dicurigai dalam kasus itu.
Semakin dalam Arya menggali informasi tentang kasus itu, ia menyadari kalau tiga
kasus bunuh diri misterius bukan hanya soal kematian, tetapi juga tentang manipulasi media
dan kebenaran fakta yang telah diputarbalikkan. Di akhir cerita, Arya menghadapi dilema
yang membuat dirinya harus bisa memilih antara menuliskan kenyataan yang sebenar-
benarnya atau mempertahankan nama baik orang-orang yang bisa hancur karena tulisannya.
Kelebihan
Novel ini memiliki banyak hal menarik untuk dibaca. Cerita yang disajikan jarang
sekali ditemukan dalam buku novel fiksi lainnya. Penggunaan gaya bahasa dalam novel ini
cukup baik. Kemudian, alur cerita dalam novel ini sangat misterius dan hal itu pun
menjadikan pembaca jadi penasaran dengan lanjutan cerita dari tiap babnya.
Kekurangan
Di bagian awal, alur ceritanya terasa sangat lambat. Di beberapa paragraf terdapat
gaya bahasa yang menggunakan kata-kata kiasan yang tidak semua pembaca tau maksudnya,
sehingga diperlukannya pemahaman secara lebih dalam untuk dapat mengerti maknanya.
Kritik dan Saran
Novel ini bagus sekali dan perlu untuk diapresiasi karena penulisan alur ceritanya
yang misterius membuat pembaca jadi penasaran dengan akhir ceritanya. Tetapi dalam
penulisan ceritanya, terdapat beberapa kata-kata kiasan yang membuat pembaca sulit untuk
memahaminya. Sehingga jika penulisan ceritanya menggunakan bahasa yang lebih mudah
dan komunikatif, mungkin saja pesan yang disampaikan dalam cerita akan langsung dipahami
oleh pembaca.
Kesimpulan
Novel ini menunjukkan gaya Angga Wiwaha dalam menyajikan tulisannya. Dalam
penulisan ceritanya, Angga Wiwaha memperkenalkan beberapa kata-kata kiasan yang belum diketahui pembaca. Buku novel ini sangat cocok untuk pembaca berusia 17 tahun keatas yang akan merenungkan isi cerita setelah membaca novelnya daripada pembaca yang hanya mencari hiburan. Sehingga secara keseluruhan, novel ini cukup unik.




