Manusia sejak turun di muka bumi telah mengalami perjalanan yang sangat panjang hingga sampai saat ini. Perjalanan kehidupan manusia telah terjadi sejak ribuan tahun yang lalu. Manusia menjalani kehidupan dari yang tidak tahu sama sekali apapun tentang dunia hingga sampai saat ini telah mengalami perkembangan yang sangat besar. Peradaban manusia dimuka bumi telah melewati ruang dan waktu yang begitu panjang dan rumit. Dan hasil dari peradaban manusia dimuka bumi salah satunya ialah kebudayaan.
Kebudayaan merupakan hasil tafsir dari akal budi tentang masa lalu dan kaitannya dengan masa depan. Kebudayaan menciptakan hal-hal baru sesuai dengan peradaban yang telah dilewati oleh manusia. Bagaimanapun definisi mengenai kebudayaan, definisi tersebut akan selalu berbeda-beda karena suatu definisi akan sesuai dengan bagaimana paradigma seseorang memandang hal tersebut. Tetapi secara umum, kebudayaan seringkali didefinisikan secara esensial. Maksudnya adalah kebudayaan orang dulu akan selalu hidup. Kebudayaan ini tidak didapatkan oleh manusia dengan mudah dan cepat. Manusia terdahulu melakukan percobaan yang sangat banyak untuk menemukan hal yang sekarang dinikmati manusia modern. Mungkin contoh yang paling umum adalah konsep rumah. Bentuk rumah atau tempat tinggal manusia zaman purba tentunya sangat berbeda dengan rumah manusia di zaman modern ini. Artinya, peradaban manusia yang begitu panjang akan selalu menghasilkan kebudayaan yang semakin baru pula. Dengan kata lain, ketika peradaban manusia masih terus berjalan, maka kebudayaan manusia juga terus berevolusi.
Webster’s New Collegiate Dictionary mendefinisikan, budaya sebagai pola terintegrasi dari suatu perilaku masyarakat termasuk pikiran, pembicaraan, tindakan, dan artefak serta tergantung pada kapasitas orang untuk menyimak dan meneruskan pengetahuan kepada generasi penerus. (Terrence dan Allan, 2000). Dalam pandangan Jeff Cartwright, budaya adalah penentu yang kuat dari keyakinan, sikap dan perilaku seseorang, dan pengaruh budaya dapat diukur melalui bagaimana seseorang termotivasi untuk merespon pada lingkungan budaya mereka. Atas dasar itu, Carttwright mendefinisikan budaya sebagai sebuah kumpulan orang yang terorganisir dengan memiliki berbagai tujuan, keyakinan dan nilai-nilai yang sama, serta dapat diukur dalam bentuk pengaruhnya pada motivasi seseorang dalam menjalani kehidupannya. (Cartwright,2009).
Seorang antropolog Inggris Edward B. Taylor (1832-1917) menyatakan bahwa budaya merupakan keseluruhan yang kompleks termasuk didalamnya pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum adat dan segala tradisi yang tertanam pada masyarakat. (William A. Haviland, 1985). Artinya, seluruh aspek kehidupan yang ditanamkan dalam kehidupan masyarakat yang telah menjadi kebiasaan dan juga ciri khas masyarakat sudah tentu akan didefinisikan sebagai suatu kebudayaan.
Salah satu Filsuf tersohor bernama Plato yang berasal dari Yunani dan hidup sekitar 429 SM mendefinisikan wujud kebudayaan dengan tiga aspek, yakni sebagai berikut:
- Wujud (Wujud ideal)
Wujud ideal kebudayaan adalah kebudayaan yang berbentuk kumpulan ide-ide, gagasan, nilai-nilai, norma-norma, peraturan, dan sebagainya yang bersifat abstrak; tidak dapat diraba atau disentuh. Selain itu, wujud keberadaan dari kebudayaan ini juga terletak pada kepala di alam pemikiran masyarakatnya. Kebudayaan seperti ini tentunya akan menjadi kebudayaan yang bersifat moralitas dan juga nilai-nilai atau norma masyarakat yang sangat dijunjung tinggi. Jika masyarakat tersebut menyatakan gagasan mereka dalam bentuk tulisan, maka tempat atau lokasi kebudayaan tersebut berada pada karangan buku-buku hasil karya oleh masyarakat tersebut.
- Aktivitas (Tindakan)
Aktivitas merupakan wujud dari kebudayaan sebagai suatu tindakan manusia yang memiliki pola dalam masyarakat tersebut. Kebudayaan aktivitas ini akan lebih sering mengarah pada kebiasaan masyarakat. Artinya masyarakat lebih sering melakukan hal apa dan dalam situasi apa yang kemudian menjadi kebiasan yang selalu dilakukan. Wujud dengan pola seperti ini sering juga disebut dengan konstruk sosial. Sistem sosial ini akan selalu berhubungan karena memang pada dasarnya manusia dalam suatu masyarakat akan selalu mengalami pola interaksi. Pola interaksi sosial dalam kebudayaan dengan wujud aktivitas atau tindakan seperti ini kadang juga berwujudkan dengan kontrak sosial masyarakat, serta berperilaku sebagaimana masyarakat harus berperilaku sesuai dengan tradisi masyarakat setempat. Sifat dari kebudayaan yang berkontekskan aktivitas atau tindakan adalah konkret, yakni terjadi dalam kehidupan manusia sehari-hari serta aktivitasnya bisa diamati secara jelas dan juga bisa didokumentasikan atau diabadikan melalui potret dan sebagainya.
- Artefak (karya)
Artefak merupakan wujud dari kebudayaan yang bersifat fisik atau material. Kebudayaan artefak ini berupa benda-benda yang dihasilkan dari aktivitas, perbuatan, dan tindakan masyarakat yang bisa diraba atau disentuh oleh manusia.
Dari ketiga kebudayaan yang telah dipaparkan di atas, harus tertanamkan satu hal pada pembaca bahwa ketiga kebudayaan tersebut akan terus saling berhubungan. Tanpa adanya salah satu aspek dari ketiganya maka kebudayaan akan berjalan pincang. Kebudayaan yang satu tidak akan pernah bisa berjalan tanpa adanya kebudayaan yang lain. Sebagai contoh, kebudayaan artefak tidak pernah akan tercipta tanpa adanya kebudayaan aktivitas atau tindakan.




