Pataka Eja
No Result
View All Result
  • Login
  • Beranda
  • Cakrawala
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Sastra
    • Puisi
    • Prosa
  • News
    • Sosial & Politik
    • Hukum & Kriminal
    • Ekonomi & Bisnis
    • Olahraga & Kesehatan
    • Ragam
    • Sosok
  • Kirim Artikel
Pataka Eja
  • Beranda
  • Cakrawala
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Sastra
    • Puisi
    • Prosa
  • News
    • Sosial & Politik
    • Hukum & Kriminal
    • Ekonomi & Bisnis
    • Olahraga & Kesehatan
    • Ragam
    • Sosok
  • Kirim Artikel
No Result
View All Result
  • Login
Pataka Eja
No Result
View All Result
Home Hukum & Kriminal

Eks Kapolda Metro Jaya Bongkar Operasi Rahasia Memburu ‘Pangeran Cendana’ Tommy Soeharto: “Tangkap, Hidup atau Mati!”

Pataka Eja by Pataka Eja
30 Agustus 2026
in Hukum & Kriminal
0
Whatsapp Image 2026 08 30 At 12 35

Gowa, Pataka Eja — Operasi perburuan Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto, yang dikenal dengan julukan “Pangeran Cendana”, pada akhir 2001 menjadi salah satu operasi paling menegangkan yang pernah dilakukan Kepolisian Negara Republik Indonesia.

Mantan Kapolda Metro Jaya Komjen Pol (Purn) Sofjan Jacoeb kini membongkar cerita di balik operasi tersebut. Dalam wawancara eksklusif dengan Brigade Podcast, Sofjan mengungkap sejumlah strategi yang digunakan kepolisian untuk memburu hingga menangkap Tommy Soeharto yang kala itu menjadi buronan.

Tommy diketahui melarikan diri setelah tersangkut perkara tukar guling Bulog dan PT Goro. Ia kemudian menjadi buronan setelah tidak menjalani hukuman sebagaimana mestinya.

Dalam masa pelariannya, Tommy juga terbukti terlibat dalam pembunuhan Hakim Agung Syafiuddin Kartasasmita. Kasus tersebut semakin meningkatkan tekanan terhadap aparat untuk segera menangkapnya.

Namun, upaya kepolisian memburu Tommy tidak berjalan mudah.

Menurut Sofjan, dua Kapolda Metro Jaya sebelumnya mengalami kegagalan dalam menangkap Tommy. Salah satu persoalan yang diduga menjadi penyebabnya adalah kebocoran informasi dari internal kepolisian.

Setiap pergerakan aparat berpotensi diketahui lebih dahulu sehingga operasi pengejaran berulang kali menemui jalan buntu.

Situasi tersebut berubah ketika Sofjan Jacoeb menjabat sebagai Kapolda Metro Jaya.

Sofjan memilih mengubah pola operasi dengan membentuk tim rahasia bernama Black Cat. Tim tersebut dibentuk untuk menjalankan operasi khusus memburu Tommy dengan tingkat kerahasiaan yang sangat ketat.

Sofjan bahkan mengungkap langkah khusus yang dilakukan terhadap Kompol Tito Karnavian, yang saat itu terlibat dalam operasi tersebut. Tito diambil sumpah di bawah Al-Qur’an untuk menjaga kerahasiaan misi.

Langkah itu dilakukan karena Sofjan tidak ingin informasi mengenai operasi kembali bocor dari internal kepolisian.

“Mulai dari membentuk tim rahasia Black Cat, mengambil sumpah Kompol Tito Karnavian di bawah Al-Qur’an, hingga mengeluarkan perintah tegas, ‘Tangkap! Hidup atau mati,’” ujar Sofjan Jacoeb dalam wawancara Brigade Podcast.

Perintah tersebut menjadi salah satu bagian paling keras dalam operasi perburuan Tommy.

Dengan lingkaran informasi yang dipersempit dan operasi yang dilakukan secara tertutup, aparat kemudian bergerak memburu Tommy. Strategi itu disebut menjadi titik balik setelah rangkaian operasi sebelumnya gagal menangkap buronan tersebut.

Penangkapan Tommy pada akhirnya mengakhiri pelarian panjangnya.

Pengungkapan Sofjan Jacoeb kembali membuka cerita mengenai operasi intelijen kepolisian pada era awal reformasi, ketika aparat harus berhadapan dengan buronan yang memiliki pengaruh, jaringan, dan sumber daya besar.

Kisah tersebut juga memperlihatkan betapa pentingnya kerahasiaan informasi dalam operasi penangkapan Tommy. Dugaan kebocoran informasi yang sebelumnya membuat perburuan berulang kali gagal menjadi salah satu alasan Sofjan mengambil langkah berbeda.

Dari pembentukan tim rahasia Black Cat, sumpah terhadap Tito Karnavian, hingga instruksi “Tangkap, hidup atau mati!”, operasi tersebut menjadi bagian penting dari sejarah perburuan salah satu buronan paling kontroversial di Indonesia.

Simak cerita lengkap di balik operasi tersebut yang diungkap Sofjan Jacoeb dalam Brigade Podcast di kanal YouTube @kompascom, yang tayang Jumat (28/8/2026) pukul 20.00 WIB.

ShareSendTweetShareSend

Artikel Lainnya

Hotman Paris Ditunjuk Sebagai Kuasa Hukum Febrie Adriansyah Kin
Hukum & Kriminal

Hotman Paris Hutapea Resmi Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah

17 Juli 2026
27
Whatsapp Image 2026 02 12 At 00 17
Hukum & Kriminal

Penyidik hingga Kanit Resmob Satreskrim Polres Gowa Bungkam Soal Penghentian Kasus Pengancaman Parang

11 Februari 2026
51
Img 20250322 Wa0010
Hukum & Kriminal

Tempo Kembali Diteror OTK, Pemred Tempo: Stop Tindakan Pengecut Ini!

23 Maret 2025
52
Mayat Wanita Yang Ditemukan Di Sawah Di Gowa Dievakuasi
Hukum & Kriminal

Kader HIPMA GOWA Ditemukan Meninggal Dunia di Pinggiran Sawah, Dugaan Sementara Korban Pembunuhan.

21 Januari 2025
2.4k

Rubrik

Ekonomi & Bisnis Esai Hukum & Kriminal Olahraga & Kesehatan Opini Prosa Puisi Ragam Resensi Sosial & Politik Sosok Uncategorized
Pataka Eja

© Dari Narasi Menuju Aksi

Lebih lanjut

  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
  • Kirim Artikel

Ikuti kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
  • Login
  • Beranda
  • Cakrawala
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Sastra
    • Puisi
    • Prosa
  • News
    • Sosial & Politik
    • Hukum & Kriminal
    • Ekonomi & Bisnis
    • Olahraga & Kesehatan
    • Ragam
    • Sosok
  • Kirim Artikel

© Dari Narasi Menuju Aksi