Patakaeja.id – Pengurus Dewan Pimpinan Komisariat (DPK) KEPMI Bone Latenriruwa periode 2025–2026 menggelar kegiatan Tudang Sipulung pada 3–5 Oktober 2025. Kegiatan ini turut mendapat dukungan dan ucapan ajakan dari berbagai pihak, di antaranya Bupati Maros, Wakil Bupati Bone, serta Rektor UIN Alauddin Makassar.
Tudang Sipulung bukan sekadar tradisi duduk bersama, tetapi sarana membangun pemikiran dan karakter. Dalam budaya Bugis, kegiatan ini menjadi ruang untuk berdiskusi, menyatukan gagasan, dan mencari kesepakatan dengan berlandaskan nilai “mappakaraja sitinaja, mappatettong siaddampeng.”
Melalui Tudang Sipulung, nilai-nilai luhur Bugis seperti sipakatau, sipakalebbi, dan sipakainge kembali dihidupkan. Nilai tersebut mengajarkan untuk saling memanusiakan, menghargai, dan saling mengingatkan dalam semangat kejujuran dan kebersamaan.
Tema kegiatan tahun ini, “Dari Tudang Sipulung Menuju Gerakan Macca na Warani nennia Makkiade’”, menjadi refleksi filosofi kepemimpinan Bugis.
- Macca melambangkan kecerdasan yang berpijak pada kebijaksanaan, memahami kapan berbicara dan kapan mendengarkan.
- Warani menggambarkan keberanian yang lahir dari kejujuran, bukan amarah.
- Makkiade’ adalah adab yang menuntun dua nilai lainnya agar kecerdasan tidak menipu dan keberanian tidak melukai.
Pengurus DPK KEPMI Bone Latenriruwa menyampaikan bahwa kegiatan ini diharapkan menjadi momentum bagi seluruh kader untuk menjadikan organisasi sebagai Tudang Sipulung modern, tempat ide disatukan, gagasan dikembangkan, dan nurani diuji bersama.
“Kami ingin DPK KEPMI Bone Latenriruwa menjadi ruang belajar kepemimpinan yang berlandaskan kecerdasan, keberanian, dan adab. Tiga nilai ini adalah pondasi agar organisasi tetap bermarwah di tengah tantangan zaman,” ungkap pengurus dalam keterangannya.
Kegiatan ini juga menjadi simbol harapan agar lembaga mahasiswa tersebut tidak hanya menjadi tempat berhimpun, tetapi juga penjaga nilai dan warisan budaya Bugis. Sebab, seperti pesan para leluhur: “Berpikir dengan kecerdasan, bertindak dengan keberanian, dan memimpin dengan adab.”
Editor: Muh. Sahran




