Pataka Eja — Program M4CR (Mangrove for Coastal Resilience) PPIU Kalimantan Timur sukses melaksanakan Sekolah Lapang Rehabilitasi Mangrove yang berlangsung pada 9–12 Desember 2025 di Kabupaten Kutai Kartanegara.
Kegiatan ini diikuti oleh 102 peserta yang terdiri dari 11 perwakilan Kelompok Tani Hutan (KTH) di wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara. Sekolah lapang ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas teknis dan pemahaman kebijakan terkait rehabilitasi mangrove di tingkat tapak, khususnya melalui penerapan model silvofishery yang terintegrasi dan berkelanjutan.
Assistant Environmental Training Rehabilitasi Mangrove M4CR PPIU Kalimantan Timur, Yeyet Suryatno, menjelaskan bahwa kegiatan ini dilaksanakan dalam tiga klaster yang mencakup 11 KTH di Kecamatan Anggana dan Kecamatan Muara Badak.
“Sekolah Lapang Rehabilitasi Mangrove yang diinisiasi Program M4CR Provinsi Kalimantan Timur merupakan bagian dari upaya strategis untuk memperkuat kapasitas kelembagaan, meningkatkan kompetensi teknis peserta, serta mendorong pelaksanaan rehabilitasi dan pengelolaan ekosistem mangrove secara terencana, partisipatif, dan berkelanjutan,” ujar Yeyet.
Selama pelatihan, para peserta mendapatkan berbagai materi penting, antara lain keanekaragaman dan peran mangrove, karakteristik ekosistem dan pola sebaran mangrove, faktor keberhasilan dan kegagalan rehabilitasi, syarat tumbuh mangrove, beragam teknik rehabilitasi, serta perencanaan rehabilitasi mangrove berbasis ekosistem lokal.
Melalui Sekolah Lapang ini, M4CR PPIU Kalimantan Timur berharap dapat memperluas dampak rehabilitasi mangrove di Kalimantan Timur dan wilayah sekitarnya dengan pendekatan yang menyesuaikan kondisi ekologis setempat.
Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat kapasitas sumber daya manusia lokal, sehingga upaya konservasi dan rehabilitasi mangrove dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.
M4CR PPIU Kalimantan Timur optimistis bahwa melalui Sekolah Lapang Rehabilitasi Mangrove ini, semakin banyak wilayah pesisir mampu mengimplementasikan teknik rehabilitasi yang telah terbukti efektif, guna mendukung pemulihan dan pengembangan ekosistem mangrove di masa depan.




