Pataka Eja – Himpunan Pelajar Mahasiswa (HIPMA) Gowa Komisariat UIN Alauddin Makassar menggelar kegiatan Dialog Interaktif dan Edukasi bertema “Penguatan Edukasi dan Perlindungan Anak dalam Menghadapi Ancaman Narkotika dan Kekerasan di Lingkungan Pendidikan Kabupaten Gowa.” Kegiatan ini dilaksanakan pada Sabtu (7/2/2026).
Kegiatan ini diikuti sekitar 45 peserta yang terdiri atas pelajar, mahasiswa, serta perwakilan lembaga pendidikan. Dialog tersebut menghadirkan narasumber dari Polres Gowa, yakni KBO Satuan Narkoba yang memaparkan bahaya penyalahgunaan narkotika di kalangan pelajar. Dalam pemaparannya, ia menyoroti tren peredaran narkoba sintesis dengan berbagai bentuk baru, termasuk narkoba cair yang dinilai semakin menyasar generasi muda. Selain itu, peserta juga diberikan pemahaman mengenai strategi pencegahan yang dapat diterapkan melalui lingkungan sekolah maupun keluarga.
Sementara itu, Kanit PPA Sat Reskrim Polres Gowa menyampaikan materi terkait berbagai bentuk kekerasan terhadap anak, perlindungan hukum bagi korban, serta mekanisme pelaporan dan penanganan kasus kekerasan di lingkungan pendidikan. Penjelasan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesadaran peserta mengenai pentingnya perlindungan anak secara komprehensif.
Dalam sambutannya, Ketua HIPMA Gowa Komisariat UIN Alauddin Makassar menekankan pentingnya pengenalan sejak dini terhadap jenis-jenis narkoba sintesis atau narkoba bentuk baru, khususnya narkoba cair. Menurutnya, edukasi yang tepat akan membantu anak dan remaja memiliki kemampuan untuk mengenali, menolak, serta menjauhi narkoba dan berbagai bentuk kekerasan.
Ia juga menegaskan bahwa upaya pencegahan tidak dapat dilakukan secara parsial. Sinergi antara pihak sekolah, orang tua, aparat penegak hukum, pemerintah daerah, serta organisasi kepemudaan menjadi kunci utama dalam menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung tumbuh kembang generasi muda.
Melalui dialog interaktif ini, peserta diberi ruang untuk berdiskusi langsung dengan narasumber guna memperdalam pemahaman serta membangun kesadaran kolektif. Kegiatan tersebut diharapkan mampu mendorong terciptanya lingkungan pendidikan yang ramah anak, bebas dari narkotika, serta minim kekerasan, sehingga melahirkan generasi muda yang sehat, aman, dan berdaya saing.




