Pataka Eja
No Result
View All Result
  • Login
  • Beranda
  • Cakrawala
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Sastra
    • Puisi
    • Prosa
  • News
    • Sosial & Politik
    • Hukum & Kriminal
    • Ekonomi & Bisnis
    • Olahraga & Kesehatan
    • Ragam
    • Sosok
  • Kirim Artikel
Pataka Eja
  • Beranda
  • Cakrawala
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Sastra
    • Puisi
    • Prosa
  • News
    • Sosial & Politik
    • Hukum & Kriminal
    • Ekonomi & Bisnis
    • Olahraga & Kesehatan
    • Ragam
    • Sosok
  • Kirim Artikel
No Result
View All Result
  • Login
Pataka Eja
No Result
View All Result
Home Sosial & Politik

Denny Indrayana Soroti Skenario Jika Prabowo Tumbang dan Gibran Jadi Presiden: “Bukan Sekadar Salah Arah, Itu Petaka”

Pataka Eja by Pataka Eja
29 Juli 2026
in Sosial & Politik
0
01hmqqytx5png9grnpxtvzj0t5

Gibran saat Debat Cawapres 2024

Pataka Eja – Pakar Hukum Tata Negara sekaligus Advokat Indonesia dan Australia, Denny Indrayana, menyoroti kemungkinan terjadinya pergantian kepemimpinan nasional apabila pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menghadapi krisis besar.

Melalui surat terbukanya, Rabu (29/7/2026), yang ditujukan kepada Presiden Prabowo, Denny mempertanyakan skenario politik apabila Prabowo tidak mampu menyelesaikan persoalan yang dapat mengguncang pemerintahannya, hingga posisi Presiden kemudian beralih kepada Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka sesuai mekanisme konstitusi.

“Mungkinkah Prabowo tumbang, lalu Gibran menjadi Presiden?” tulis Denny dalam suratnya, dilansir dari dennyindrayana.com.

Denny menyebut pertanyaan tersebut menjadi perbincangan di tengah berbagai isu yang berkembang di ruang publik, mulai dari kondisi ekonomi, dugaan persoalan korupsi, dinamika politik, hingga isu-isu yang menyentuh lingkaran kekuasaan.

Meski demikian, ia mengakui secara politik posisi pemerintahan Prabowo saat ini masih sangat kuat karena didukung oleh mayoritas kekuatan politik di parlemen.

“Secara politik-matematik, posisi Bapak sangat kuat,” tulis Denny.

Menurutnya, mekanisme pemberhentian Presiden dalam sistem ketatanegaraan Indonesia tidak mudah dilakukan. Proses pemakzulan harus melalui tahapan DPR, pemeriksaan oleh Mahkamah Konstitusi, hingga keputusan MPR.

Namun, Denny mengingatkan bahwa kekuatan politik di parlemen tidak selalu menjadi jaminan sebuah pemerintahan terbebas dari tekanan. Ia menyebut terdapat sejumlah faktor yang dalam teori politik dapat mengguncang sebuah rezim, yakni krisis ekonomi, skandal publik, dan skandal pribadi.

Dalam suratnya, Denny mengutip sejumlah kajian politik mengenai bagaimana sebuah pemerintahan dapat kehilangan dukungan ketika koalisi kekuasaan mulai melemah atau ketika muncul tekanan besar dari masyarakat.

Khawatir Gibran Naik Jadi Presiden

Bagian yang paling disoroti dalam surat Denny adalah pandangannya mengenai kemungkinan Gibran Rakabuming Raka menjadi Presiden apabila terjadi pergantian kekuasaan.

Denny menyebut dirinya tidak menginginkan skenario tersebut terjadi karena menilai Gibran belum memiliki kapasitas kepemimpinan yang cukup untuk memimpin Indonesia.

“Yang lebih tak terbayangkan, dan semestinya tak pernah terjadi: jika Prabowo tumbang, Indonesia dipimpin Presiden Gibran Rakabuming Raka,” tulis Denny.

Ia kemudian memberikan penilaian pribadinya terhadap skenario tersebut.

“Dalam pandangan saya, itu bukan sekadar salah arah. Itu petaka!” lanjutnya.

Denny juga menyinggung keputusan politik yang membuat Gibran maju sebagai calon Wakil Presiden pada Pemilu 2024. Menurutnya, hal tersebut menjadi salah satu catatan penting dalam perjalanan demokrasi Indonesia.

Jalur Konstitusional Pengisian Kekosongan Presiden

Dalam suratnya, Denny menjelaskan bahwa apabila Presiden dan Wakil Presiden berhenti secara bersamaan, UUD 1945 telah mengatur mekanisme pengisian kekuasaan.

Ia menyebut Menteri Dalam Negeri, Menteri Luar Negeri, dan Menteri Pertahanan secara bersama-sama menjalankan tugas kepresidenan sementara.

Selanjutnya, MPR memilih pasangan Presiden dan Wakil Presiden berdasarkan usulan partai politik atau gabungan partai politik yang memperoleh suara terbanyak pertama dan kedua pada pemilihan presiden sebelumnya.

Denny juga menyinggung kemungkinan adanya dinamika politik di luar mekanisme formal apabila terjadi krisis besar. Namun, ia menegaskan tidak sedang mendorong Indonesia masuk ke dalam situasi tersebut.

“Saya tidak sedang berandai-andai, apalagi mendorong bangsa ke jurang krisis multidimensi,” tulisnya.

Ia berharap pemerintah mampu menjaga stabilitas nasional dan menghindari persoalan yang dapat memicu krisis politik.

Pernyataan Denny tersebut merupakan pandangan politik pribadi yang memunculkan perdebatan mengenai stabilitas pemerintahan, mekanisme pergantian kekuasaan, serta masa depan kepemimpinan nasional.

ShareTweetShareSendSend

Artikel Lainnya

Screenshot 2026 06 25
Sosial & Politik

Pansus Hak Angket DPRD Gowa Tegaskan Persoalan Privat DPRD tidak memiliki ketertarikan sedikit pun.

25 Juni 2026
148
Img
Sosial & Politik

Anggota DPRD Gowa Robi Coing Soroti Kerusakan Parah Jalan Poros Malino, Desak Pemerintah Lakukan Perbaikan

24 November 2025
3.3k
Whatsapp Image 2026 07 22 At 19 14
Sosial & Politik

Babak Penentuan! DPRD Gowa Rekomendasikan Hak Menyatakan Pendapat, Jabatan Bupati Husniah Terancam

22 Juli 2026
351
Motion Photo
Sosial & Politik

KAJ Sulsel Nilai Gugatan Amran Sulaiman ke TEMPO Ancaman Serius terhadap Kemerdekaan Pers

4 November 2025
45

Rubrik

Ekonomi & Bisnis Esai Hukum & Kriminal Olahraga & Kesehatan Opini Prosa Puisi Ragam Resensi Sosial & Politik Sosok Uncategorized
Pataka Eja

© Dari Narasi Menuju Aksi

Lebih lanjut

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Kirim Artikel

Ikuti kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
  • Login
  • Beranda
  • Cakrawala
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Sastra
    • Puisi
    • Prosa
  • News
    • Sosial & Politik
    • Hukum & Kriminal
    • Ekonomi & Bisnis
    • Olahraga & Kesehatan
    • Ragam
    • Sosok
  • Kirim Artikel

© Dari Narasi Menuju Aksi