Pataka Eja
No Result
View All Result
  • Login
  • Beranda
  • Cakrawala
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Sastra
    • Puisi
    • Prosa
  • Liputan
    • Warta
    • Liputan Khusus
  • Kirim Artikel
Pataka Eja
  • Beranda
  • Cakrawala
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Sastra
    • Puisi
    • Prosa
  • Liputan
    • Warta
    • Liputan Khusus
  • Kirim Artikel
No Result
View All Result
  • Login
Pataka Eja
No Result
View All Result
Home Opini

Hari Kemerdekaan ke-80 dan Bayang-Bayang Pemilu Kotor

Apakah rakyat benar-benar memilih wakilnya dengan murni, ataukah suara dibeli dengan uang? Jika pilihan rakyat lahir dari transaksi, jangan heran bila hasilnya adalah anggota dewan yang abai terhadap jeritan akar rumput.

Pataka Eja by Pataka Eja
2 September 2025
in Opini
0
Whatsapp Image 2025 09 02 At 20 02

Potret Asrullah Demisioner Ketua HIPMA GOWA BOMAR priode 2024-2025

Oleh : Asrullah


Kerusuhan yang akhir-akhir ini terjadi meninggalkan catatan penting menjelang pemilu mendatang. Pengalaman pahit Pemilu 2024 menjadi pelajaran krusial: pesta demokrasi tak boleh dicederai politik uang. 

Laporan lembaga pemantau pemilu kala itu mencatat maraknya praktik politik transaksional, dari pembagian sembako hingga uang tunai, yang tidak hanya merusak keadilan kontestasi tapi juga menurunkan kualitas legitimasi hasil pemilu.

Isu perebutan pengaruh antar rezim, keterlibatan konglomerat, hingga dugaan gerakan yang ditunggangi pihak tertentu memang masih simpang siur. Namun satu hal nyata di depan mata: gaya komunikasi provokatif sejumlah anggota DPR. 

Alih-alih menenangkan situasi, mereka justru menyulut emosi publik dengan pernyataan yang mengandung ujaran kebencian. Pernyataan-pernyataan inilah yang kemudian mudah menyebar di media sosial, memantik polarisasi baru, dan pada akhirnya mendorong gesekan di masyarakat.

Pertanyaan mendasar pun muncul: apakah rakyat benar-benar memilih wakilnya dengan murni, ataukah suara dibeli dengan uang? Jika pilihan rakyat lahir dari transaksi, jangan heran bila hasilnya adalah anggota dewan yang abai terhadap jeritan akar rumput. 

Survei pasca Pemilu 2024 bahkan menunjukkan tingkat kepuasan publik terhadap DPR anjlok, salah satunya karena dianggap lebih sibuk mengurus kepentingan politik dibanding memperjuangkan kepentingan rakyat.

Hari ini kita melihat realitas pahit itu. Rakyat bersuara, tapi yang mereka dapatkan justru balasan berupa ujaran provokatif dari para wakilnya. 

Sikap seperti ini mencerminkan pudarnya rasa tanggung jawab anggota legislatif dalam menjaga marwah DPR sebagai pengawas eksekutif. Dalam berbagai rapat, publik lebih sering melihat dewan memberi sanjungan ketimbang kritik tajam terhadap pemerintah.

Kerusuhan yang memakan korban jiwa hasil provokasi politik ditambah sistem pemilu yang tercemar politik uang semestinya menjadi alarm keras. 

Jika wakil rakyat gagal menjaga martabat lembaga dan gagal mengemban aspirasi rakyat, pilihan paling terhormat adalah mundur dari jabatannya. Demokrasi yang sehat hanya bisa tumbuh jika wakil rakyat berdiri di sisi rakyat, bukan di balik kepentingan sempit.

ShareTweetShareSendSend

Artikel Lainnya

Whatsapp Image 2025 10 27 At 21 19
Opini

Momentum Sumpah Pemuda 2025: Generasi Muda Menjawab Tantangan Era VUCA dengan Inovasi Teknologi

28 Oktober 2025
58
Img 20250810 174412
Opini

Bangun di Sepertiga Malam: Gaya Hidup Sehat dan Bernilai Ibadah

27 November 2025
43
Img 20251124
Opini

Dari Kelisanan ke Layar: Tantangan Komunikasi di Era Digital

25 November 2025
183
Aksi Kamisan Bandung Peringati September Hitam Pengingat Peristiwa Pelanggaran Ham 1
Opini

September Hitam, Indonesia Semakin Gelap

26 September 2025
104

Rubrik

Esai Liputan Khusus Opini Prosa Puisi Resensi Uncategorized Warta
Pataka Eja

© Dari Narasi Menuju Aksi

Lebih lanjut

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Kirim Artikel

Ikuti kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
  • Login
  • Beranda
  • Cakrawala
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Sastra
    • Puisi
    • Prosa
  • Liputan
    • Warta
    • Liputan Khusus
  • Kirim Artikel

© Dari Narasi Menuju Aksi