Pataka Eja
No Result
View All Result
  • Login
  • Beranda
  • Cakrawala
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Sastra
    • Puisi
    • Prosa
  • Liputan
    • Warta
    • Liputan Khusus
  • Kirim Artikel
Pataka Eja
  • Beranda
  • Cakrawala
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Sastra
    • Puisi
    • Prosa
  • Liputan
    • Warta
    • Liputan Khusus
  • Kirim Artikel
No Result
View All Result
  • Login
Pataka Eja
No Result
View All Result
Home Opini

Jangan Biarkan Provokator Merampas Perjuangan Kita

Pataka Eja by Pataka Eja
1 September 2025
in Opini
0
Img 20250901

Oleh: Caca

Aksi demonstrasi selalu lahir dari suara rakyat yang resah, dari hati yang lelah melihat ketidakadilan, dari jeritan yang terlalu lama diabaikan oleh penguasa. Namun, setiap kali rakyat bersatu menyuarakan kebenaran, selalu saja ada tangan-tangan kotor yang mencoba membelokkan arah perjuangan. Mereka hadir dalam bentuk provokator, mereka yang sengaja dikerahkan untuk menciptakan kegaduhan, mengadu domba, dan merusak citra gerakan rakyat.

Inilah skenario usang yang terus diulang oleh kaum elite: saat rakyat mulai bergerak, mereka sisipkan api provokasi. Ketika kericuhan terjadi, media hanya menyorot kekacauan, sementara aspirasi rakyat tenggelam di balik headline yang mereka rekayasa. Elite pun kembali punya alasan untuk menekan rakyat, memperkuat cengkeraman, dan menutup telinga dari tuntutan yang sebenarnya. Ini adalah bentuk pengkhianatan terhadap demokrasi, pengkhianatan terhadap hak rakyat untuk bersuara.

Kawan-kawan seperjuangan, jangan termakan skenario murahan ini. Menahan diri bukan berarti mundur. Menahan amarah bukan berarti menyerah. Justru dengan menahan diri, kita menjaga agar perjuangan tetap murni, agar suara kita tidak diperalat, dan agar barisan kita tetap utuh. Apa gunanya berteriak lantang jika kemudian kita terjebak dalam jebakan provokasi yang memang sengaja dipasang untuk memecah belah kita?

Elite selalu takut pada persatuan rakyat. Maka, mereka ciptakan adu domba: antara sesama massa aksi, antara rakyat dengan aparat, bahkan antarorganisasi rakyat sendiri. Padahal yang kita lawan bukan sesama rakyat, bukan sesama demonstran, bukan pula mereka yang sama-sama berjuang di jalanan. Lawan kita adalah ketidakadilan yang dibiarkan berkuasa, adalah sistem yang menindas dan menutup ruang hidup bagi rakyat kecil.

Hari ini, kita diuji: apakah kita akan terjebak pada provokasi atau tetap teguh pada tujuan perjuangan. Jangan biarkan kericuhan merampas substansi tuntutan kita. Jangan biarkan elite kembali menertawakan kita karena kita terpancing permainan mereka. Tahan diri, jaga barisan, satukan langkah.

Perjuangan bukan hanya tentang siapa paling keras berteriak, tapi siapa yang paling sabar menjaga arah. Menahan bukan berarti kalah. Menahan adalah strategi, agar kelak kita bisa melangkah lebih jauh dengan kekuatan penuh.

Maka saya tegaskan sekali lagi:
Bersabarlah, kawan-kawan!
Tahan diri hari ini, agar suara kita tidak dibungkam esok hari!
Tetap bersatu, tetap waspada, dan jangan biarkan provokator merampas perjuangan kita.

ShareTweetShareSendSend

Artikel Lainnya

Img 20250706 Wa0007
Opini

Pataka Eja is Back, Pernyataan Terbuka untuk Bendum DPP Hipma Gowa

6 Juli 2025
132
Whatsapp Image 2025 11 12 At 04 28
Opini

Bangun di Sepertiga Malam: Gaya Hidup Sehat dan Bernilai Ibadah

11 November 2025
59
Whatsapp Image 2025 12 17 At 22 07 52
Opini

Melindungi Amanah Leluhur: Tanah dan Budaya Adat Kajang serta Toraja Harus Dijaga bukan di Rampas

17 Desember 2025
134
Sfssrtrtret445
Opini

Pendidikan dan Realitas Sosial dalam Namaku Alam Karya leila S. Chudori

11 Januari 2026
94

Rubrik

Esai Liputan Khusus Opini Prosa Puisi Resensi Uncategorized Warta
Pataka Eja

© Dari Narasi Menuju Aksi

Lebih lanjut

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Kirim Artikel

Ikuti kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
  • Login
  • Beranda
  • Cakrawala
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Sastra
    • Puisi
    • Prosa
  • Liputan
    • Warta
    • Liputan Khusus
  • Kirim Artikel

© Dari Narasi Menuju Aksi