Pataka Eja
No Result
View All Result
  • Login
  • Beranda
  • Cakrawala
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Sastra
    • Puisi
    • Prosa
  • Liputan
    • Warta
    • Liputan Khusus
  • Kirim Artikel
Pataka Eja
  • Beranda
  • Cakrawala
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Sastra
    • Puisi
    • Prosa
  • Liputan
    • Warta
    • Liputan Khusus
  • Kirim Artikel
No Result
View All Result
  • Login
Pataka Eja
No Result
View All Result
Home Opini

ORGANISATORIS-APATIS

Oleh: orang baik

Pataka Eja by Pataka Eja
2 Juli 2024
in Opini
0
180408183633

Dokumen Google

Melingkar di meja perkopian sambil membicarakan persoalan dunia tentu tak terlepas dari pasang surut semangat yang kadang kala memuncak dan menghasilkan karya-karya kongkret, kadang pula menurun dan karya kecilpun tak mampu tercipta. Demikianlah dinamika semangat dalam tubuh organisasi.

Menjadi Organisatoris bagi Sebagian manusia merupakan simbol hormat, apalagi Ketika hal itu di perbandingkan dengan mereka yang apatis. Organisatoris pula bagi Sebagian orang juga dianggap sebagai sosok yang humanis. Karena berorganisasi berarti berfikir dan bergerak menebar manfaat bagi sekitar.

Tak bisa kita pungkiri dalam dinamika organisasi yang terus bergerak seiring waktu telah melahirkan manusia-manusia organisatoris yang militan dan organisatoris yang ikut-ikutan. Mereka yang militan adalah mereka yang dengan semangat serta spirit yang membara untuk menebar manfaat dan mengembangkan diri. Sementara dilain sisi lain mereka yang ikut-ikutan Bagai air yang mengalir begitu saja, tak mampu menciptakan warna pada dinamika organisasi itu sendiri. Baginya organisasi hanyalah sebagai tempat numpang nama semata.

Pertanyaan kemudian muncul? Apakah menjadi organisatoris berarti tidak apatis?

Kadangkala diantara manusia ada yang berpikir bahwa menjadi organisatoris berarti tidak apatis. Bagi saya, manusia apatis akan selalu hadir bahkan dalam tubuh organisasi. Organisatoris yang apatis saya maknai adalah mereka yang berorganisasi namun tak mampu membaca dinamika di internal organisasinya, apalagi menelaah dinamika yang terjadi diluarnya. Mereka yang bungkam dan acuh terhadap semengraut masalah baik di dalam, maupun diluar organisasinya. Yang demikian sering kita jumpai dalam organisasi manapun.

Penyakit ini semakin Nampak belakangan ini. Kepedulian mereka yang mendaku diri bagian dari organisasinya semakin memudar. Mungkin, hal ini salah satunya merupakan dampak dari pengaruh dunia maya. Sebuah dunia yang kini banyak melenakan manusia dari dunia fakta. Selain itu terdapat kultur budaya barat yang tak kala melenakan manusia, Yakni budaya hedonism. Penghambaan terhadap kultur barat itulah yang banyak mematikan spirit berorganisasi. Tumpukan masalah bangsa banyak terlewatkan tanpa tersentuh sedikit pun oleh telinga mereka yang katanya organisatoris.

Maka, perlu tafsiran kembali terhadap organisasi, selanjutnya mengadakan revitalisasi dalam organisasi itu sendiri. Budaya intelektual dan kritis perlu kembali dibangun dalam jiwa organisatoris, jangan sampai organisatoris-apatis semakin memuncak dan sampai pada akhirnya organisasi menjadi mati beku dan kaku hingga organisasi yang sejatinya wadah mengembangkan diri dan membangun lingkungan sekitar tidak lagi mampu memberikan aksi nyata terhadap Pembangunan bangsa dan daerah.

Bangsa dari dahulu, telah berharap pada pergerakan manusia telah mampu mewarnai negeri. Harapan harapan inilah yang perlu kita jadikan tugas rumah untuk kemudian melakukan penafsiran kembali selanjutnya melaksakan agenda revitalisasi organisasi. Transformasi social yang terjadi dikalangan masyarakat akan diwarnai oleh pergerakan demi pergerakan organisasi.

ShareTweetShareSendSend

Artikel Lainnya

Img 20250818 Wa0017
Opini

Tanah Air Yang Berumur 80 Tahun

20 Agustus 2025
108
Whatsapp Image 2026 02 01 At 20 44
Opini

Kondisi Dilema: Antara Hubungan Emosional dan Nalar Kritis

1 Februari 2026
180
Img 20250822 Wa0014
Opini

Pengaruh PBB Terhadap Kenaikan Harga Barang Dan Jasa

23 Agustus 2025
93
Whatsapp Image 2025 11 25 At 19 26
Opini

Syair Using Menyebrang Zaman: Tradisi Lisan yang Bertransformasi

25 November 2025
57

Rubrik

Esai Liputan Khusus Opini Prosa Puisi Resensi Uncategorized Warta
Pataka Eja

© Dari Narasi Menuju Aksi

Lebih lanjut

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Kirim Artikel

Ikuti kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
  • Login
  • Beranda
  • Cakrawala
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Sastra
    • Puisi
    • Prosa
  • Liputan
    • Warta
    • Liputan Khusus
  • Kirim Artikel

© Dari Narasi Menuju Aksi