Oleh: Rinjani Arkha D
Di malam yang sunyi ini,
aku kembali berdiri sendiri.
Hanya angin yang menemani,
membawa bayangmu yang belum pergi.
Hingga kini aku masih menunggumu
dalam sepi yang tak pernah mereda.
Waktu berlalu tanpa suara,
namun rinduku tetap tinggal sama.
Adakah sedikit saja kesempatan
bagiku untuk memiliki dirimu?
Atau hatimu terlalu jauh
untuk dapat kusentuh meski hanya sebentar?
Sering kali aku mencoba lupa,
namun namamu kembali mengetuk dada.
Seakan semesta sengaja
menyimpan jejakmu dalam tiap heningnya.
Haruskah aku terus terdiam
menyimpan harapan yang tak pasti ini?
Atau merelakan semuanya pergi
agar hatiku tak lagi patah dalam sunyi?




