Oleh: Hafshah Shafira Arsdeswi
Hari-hari tak selalu baik,
kadang sepi, kadang gaduh, kadang hancur di tengah tawa palsu.
Tapi hei! aku masih di sini
menambal luka dengan keberanian kecil yang tumbuh diam-diam.
Terima kasih, aku.
Untuk tidak menyerah waktu dunia terasa berat,
untuk tetap berjalan meski langkahmu gemetar.
Kau sudah jauh, meski dulu sempat ingin berhenti.
Maaf juga, aku.
Untuk semua kali kau pura-pura kuat,
padahal cuma ingin dipeluk oleh tenang.
Untuk semua air mata yang kau sembunyikan agar orang lain tak khawatir.
Hari ini,
aku ingin menatap diriku di cermin, bukan untuk menilai,
tapi untuk memahami
bahwa bertahan pun adalah bentuk kemenangan.
Jadi, teruslah tumbuh, meski pelan.
Teruslah percaya, meski ragu.
Karena segala sakit, letih, dan jatuh itu
tak sia-sia bila akhirnya membuatmu jadi dirimu yang sekarang:
lebih kokoh, lebih lembut, lebih mengerti.




