Pataka Eja
No Result
View All Result
  • Login
  • Beranda
  • Cakrawala
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Sastra
    • Puisi
    • Prosa
  • News
    • Sosial & Politik
    • Hukum & Kriminal
    • Ekonomi & Bisnis
    • Olahraga & Kesehatan
    • Ragam
    • Sosok
  • Kirim Artikel
Pataka Eja
  • Beranda
  • Cakrawala
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Sastra
    • Puisi
    • Prosa
  • News
    • Sosial & Politik
    • Hukum & Kriminal
    • Ekonomi & Bisnis
    • Olahraga & Kesehatan
    • Ragam
    • Sosok
  • Kirim Artikel
No Result
View All Result
  • Login
Pataka Eja
No Result
View All Result
Home Puisi

ARTI BERPROSES

Oleh: Sitti Rahmayanti D

Pataka Eja by Pataka Eja
2 Juli 2024
in Puisi
0
20240616 132203

Dokumen Pribadi Rahmayanti

Aku adalah manusia yang lemah itu
Aku adalah manusia yang sering mengeluh atas tindakanku sendiri
Tak pernah memiliki waktu untuk merawat diri sendiri
Ya…
Aku lupa, aku siapa sebenarnya

Aku berani menjejaki langkah demi langkahku
Kubuka pintu itu secara lebar
Ternyata, ada warna merah yang begitu menusuk pikiran dan tubuhku
Aku bertanya-tanya apa maksud warna itu?

Perlahan aku berani melangkah ke warna merah itu.
Ternyata ada suka dan duka dalam warna itu
Material yang aku dapatkan ternyata tak semudah yang kukira
Batinku disiksa, diriku dipaksa, aku dicekal, hingga rasanya seperti ingin meninggalkan dunia ini.

Lambat laun, aku tersadar dari mimpiku
Ternyata hanya diriku yang menganggap semua itu adalah penyiksaan.
Nyatanya, dalam warna merah itulah aku mendapatkan yang kuimpikan.

Pemikiran yang kritis, tindakan yang solidaritas hingga kadang nafasku berhenti berdetak karena terlalu sesak setelah menyadarinya.

Haiii…
Besi yang membelenggu bukan berarti kita tidak bebas
Terlalu kejam jika kamu tidak berani mengeksplor dirimu
Terlalu pecundang jika kamu tidak berani berproses
Terlalu egois jika kamu memaksa dirimu berdiam diri.

HIPMA Gowa mungkin sudah tidak lazim ditelinga kita
Tapi kita, yang enggan untuk mengenal lebih dalam
Terlalu banyak ruang yang kita buang secara sia-sia
Mau sampai kapan berhenti ditengah jalan?
Mau sampai kapan pura-pura tidak melihat.

Kamu bergabung artinya kamu berani berproses
Apapun yang terjadi didalamnya cukup kamu dan Allah yang tahu.
Kamu hebat, kamu kuat jika kamu berani

ShareTweetShareSendSend

Artikel Lainnya

Whatsapp Image 2025 11 28 At 09 28
Puisi

Tersayat Cerita Singkat

3 Desember 2025
77
Img 345678
Puisi

BERDERAI TAKLUK SANG PEJUANG

10 Juli 2024
120
Whatsapp Image 2025 08 05 At
Puisi

DI ANTARA DUA BENDERA

6 Agustus 2025
74
Image
Puisi

Hujan.. terima kasih sudah datang

1 Desember 2025
61

Rubrik

Ekonomi & Bisnis Esai Hukum & Kriminal Olahraga & Kesehatan Opini Prosa Puisi Ragam Resensi Sosial & Politik Sosok Uncategorized
Pataka Eja

© Dari Narasi Menuju Aksi

Lebih lanjut

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Kirim Artikel

Ikuti kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
  • Login
  • Beranda
  • Cakrawala
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Sastra
    • Puisi
    • Prosa
  • News
    • Sosial & Politik
    • Hukum & Kriminal
    • Ekonomi & Bisnis
    • Olahraga & Kesehatan
    • Ragam
    • Sosok
  • Kirim Artikel

© Dari Narasi Menuju Aksi