Gowa, Pataka Eja — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat jumlah pengungsi akibat gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT) mencapai 192.303 jiwa hingga Sabtu (29/8/2026).
Angka tersebut bertambah 16.394 jiwa dibandingkan data sebelumnya. BNPB menyebut lonjakan itu terutama disebabkan pembaruan dan validasi data di Kabupaten Ngada.
Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengatakan jumlah pengungsi di Ngada sebelumnya hanya tercatat 3.259 jiwa. Setelah dilakukan validasi, jumlah tersebut diperbarui menjadi 21.552 jiwa.
“Ini sebenarnya dikarenakan adanya pembaharuan data signifikansi yang terjadi di Ngada, dimana selama ini data-data yang hadir kepada kami itu kurang update, kurang valid sehingga dilakukan validasi,” kata Berton dalam konferensi pers di Jakarta.
Dengan pembaruan tersebut, Ngada menjadi salah satu wilayah yang menyumbang kenaikan signifikan terhadap total jumlah pengungsi.
Rincian pengungsi di wilayah terdampak yakni Nagekeo 51.284 jiwa, Manggarai 50.556 jiwa, Manggarai Timur 31.372 jiwa, Manggarai Barat 27.564 jiwa, Ngada 21.552 jiwa, dan Ende 4.317 jiwa.
Sementara itu, jumlah pengungsi di Kabupaten Sikka mengalami penurunan dari 7.557 jiwa menjadi 5.658 jiwa.
Korban Meninggal 111 Orang
BNPB juga mencatat korban meninggal dunia akibat gempa M7,7 NTT mencapai 111 orang hingga Sabtu (29/8).
Berton mengatakan angka korban meninggal masih sama dengan data sebelumnya.
“Jumlah yang meninggal tetap sebesar 111 orang,” ujar Berton.
Gempa utama mengguncang NTT pada 15 Agustus 2026. Hingga kini, aktivitas gempa susulan masih terjadi di wilayah terdampak.
Berdasarkan catatan BMKG, tercatat 9.278 gempa susulan, dengan magnitudo terbesar 6,2 dan terkecil 1. Dari jumlah tersebut, sebanyak 153 gempa dirasakan masyarakat.
Logistik Capai 1.916 Ton
Di tengah proses penanganan, BNPB terus menyalurkan bantuan logistik kepada masyarakat terdampak.
Hingga 29 Agustus 2026, total logistik yang telah dikirim ke wilayah terdampak mencapai 1.916 ton. Bantuan tersebut disalurkan melalui sejumlah titik distribusi, termasuk Labuan Bajo dan Maumere.
Rinciannya, sebanyak 1.200 ton melalui Labuan Bajo dan 598 ton melalui Maumere. Sisanya didistribusikan langsung ke sejumlah kabupaten terdampak, yakni Manggarai Barat 12 ton, Manggarai 25 ton, Manggarai Timur 30 ton, Ngada 8 ton, Nagekeo 16 ton, Ende 16 ton, dan Sikka 10 ton.
BNPB memastikan pemutakhiran data dan penyaluran bantuan terus dilakukan seiring perkembangan kondisi di lapangan.




