Pataka Eja — Pimpinan Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PK IMM) Fakultas Sains dan Teknologi (Saintek) serta PK IMM Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) UIN Alauddin Cabang Gowa resmi dikukuhkan pada Jumat, 2 Januari 2026. Kegiatan ini berlangsung di Aula Institute Aisyiyah Sulawesi Selatan, Kabupaten Gowa.
Pengukuhan tersebut mengusung tema “Menegaskan Amanah Kepemimpinan untuk Implementasi Gerakan Intelektual dan Kreatif” sebagai upaya memperkuat komitmen kader dalam menjalankan roda organisasi yang progresif serta berorientasi pada pengembangan intelektual mahasiswa.
Ketua Panitia, Zainal Zakiyul, menyebut pengukuhan ini menjadi momentum strategis bagi keberlanjutan kepemimpinan IMM di tingkat komisariat.
“Pengukuhan ini bukan sekadar agenda seremonial, tetapi menjadi ruang konsolidasi dan penguatan nilai kepemimpinan agar pengurus baru mampu menjalankan amanah organisasi secara optimal,” ujarnya.
Ketua PK IMM Fakultas Sains dan Teknologi, M. Shafi Akbar, menekankan pentingnya integrasi gerakan intelektual dalam setiap program kerja komisariat.
“IMM harus hadir sebagai ruang tumbuhnya gagasan dan kreativitas mahasiswa. Kepemimpinan ke depan dituntut mampu merespons tantangan zaman dengan pendekatan yang intelektual dan solutif,” katanya.
Sementara itu, Ketua PK IMM Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, Hasnia Astuti, menegaskan bahwa pengukuhan ini menjadi langkah awal dalam membangun kepemimpinan yang berkarakter dan berlandaskan nilai-nilai keislaman.
“Tema yang diangkat menjadi pengingat bahwa kepemimpinan adalah amanah. Setiap kader dituntut bertanggung jawab, berintegritas, serta mampu membawa nilai keilmuan dalam gerakan IMM,” ungkapnya.
Ketua PC IMM Gowa, Nurafni, dalam sambutannya mengapresiasi perjuangan PK IMM Saintek dan Tarbiyah yang mampu bangkit di tengah berbagai keterbatasan.
“Keduanya lahir dari ruang-ruang sepi, tetapi tidak pernah berjalan sendiri. Tantangan akademik yang berbeda justru menjadi peluang melahirkan inovasi dan pemikiran baru bagi gerakan IMM,” tuturnya.
Ia menegaskan bahwa semboyan anggun dalam moral dan unggul dalam intelektual harus diwujudkan dalam kerja nyata.
“IMM tidak cukup hanya hadir di ruang diskusi dan meja kopi, tetapi harus hadir di tengah masyarakat dengan kerja-kerja yang berdampak,” tegasnya.
Sebagai pembina, Ahmad Suryadi memberikan penguatan terkait peran strategis kepemimpinan IMM. Ia menilai amanah kepemimpinan merupakan tanggung jawab besar yang menuntut konsistensi dan keberanian.
“Ketua itu ibarat kepala. Jika kepalanya tidak pernah sakit, maka ia bukan ketua. Tantangan ke depan akan semakin berat, sehingga pengurus harus konsisten, memperbanyak gerakan intelektual dan kreatif, serta menghidupkan kembali IMM agar kembali dilirik mahasiswa,” tegasnya.
Melalui pengukuhan ini, PK IMM Fakultas Sains dan Teknologi serta PK IMM Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Alauddin Cabang Gowa meneguhkan semangat Fastabiqul Khairat dalam membangun gerakan mahasiswa yang berkemajuan dan berdaya guna bagi masyarakat.




