Pataka Eja
No Result
View All Result
  • Login
  • Beranda
  • Cakrawala
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Sastra
    • Puisi
    • Prosa
  • Liputan
    • Warta
    • Liputan Khusus
  • Kirim Artikel
Pataka Eja
  • Beranda
  • Cakrawala
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Sastra
    • Puisi
    • Prosa
  • Liputan
    • Warta
    • Liputan Khusus
  • Kirim Artikel
No Result
View All Result
  • Login
Pataka Eja
No Result
View All Result
Home Warta

Gelar Dialog Akhir Tahun, HIPMA Gowa Manuju Dorong Penguatan Komitmen Ekologis

Pataka Eja by Pataka Eja
28 Desember 2025
in Warta
0
Whatsapp Image 2025 12 28 At 22 04

Pataka Eja — Himpunan Pelajar Mahasiswa (HIPMA) Gowa Koordinatorat Manuju menggelar Dialog Akhir Tahun bertajuk “Krisis Ekologi di Kabupaten Gowa: Kepentingan atau Kegentingan”, Sabtu (27/12/2025), di Cafe Uloy, Jl. Padi Residence, Kabupaten Gowa.

Dialog ini diinisiasi oleh HIPMA Gowa Koordinatorat Manuju di bawah kepemimpinan Risaldi, Ketua Umum, putra asal Desa Tamalatea, Kecamatan Manuju. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Dewan Pengurus Pusat HIPMA Gowa, unsur Korkom, HMI, organisasi kepemudaan (OKP), aparat kepolisian, perwakilan pemerintah daerah, pegiat lingkungan, media, serta elemen masyarakat sipil.

Ketua Umum HIPMA Gowa Korkom Manuju, Risaldi, menegaskan bahwa dialog ini digagas sebagai ruang edukasi dan refleksi bersama, bukan untuk menyudutkan pihak tertentu.

“Forum ini kami buka sebagai ruang kesadaran bersama—baik sebagai individu, masyarakat, maupun pemangku kepentingan—untuk membaca kondisi ekologis yang sedang kita hadapi. Krisis ekologi adalah persoalan kolektif yang dampaknya dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujar Risaldi.

Dewan Senior HIPMA Gowa Koordinatorat Manuju, Kakanda Maslim Dg. Gau, menekankan pentingnya peran HIPMA Gowa dalam mengawal isu lingkungan hidup, khususnya di wilayah Manuju.

“Lingkungan hidup tidak hanya soal menjaga hutan dan alam, tetapi juga menjaga manusia yang hidup dan bergantung di sekitarnya,” tegas Maslim.

Ia secara khusus menyoroti pembangunan Bendungan Jenelata yang dinilai memiliki implikasi serius terhadap konflik agraria antara masyarakat dan pihak kehutanan, sehingga membutuhkan pengawalan kritis dan berkelanjutan.Narasumber dari Forum Komunitas Hijau (FKH), Kakanda Achmad Yusran, menyampaikan bahwa Kabupaten Gowa sejatinya telah memiliki regulasi yang cukup kuat, seperti RTRW Kabupaten Gowa 2012–2032, RPJMD 2021–2026, serta Perpres Nomor 55 Tahun 2011 tentang Kawasan Perkotaan Mamminasata.

Namun, menurutnya, persoalan utama terletak pada lemahnya penjabaran RTRW ke dalam instrumen operasional, khususnya ketiadaan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) di tingkat kecamatan.

“Krisis ekologi di Gowa adalah krisis tata kelola ruang. Tanpa RDTR, pengendalian ruang menjadi longgar, alih fungsi lahan sulit dikontrol, dan risiko bencana semakin tinggi. RDTR adalah pertahanan terakhir ruang hidup masyarakat,” ungkap Achmad Yusran.

FKH mendorong percepatan penyusunan RDTR di seluruh kecamatan, penguatan penegakan hukum tata ruang berbasis OSS, serta sinkronisasi perencanaan antar-OPD, sembari menyatakan kesiapan menjadi mitra kritis pemerintah daerah.Dari unsur kepolisian, Kanit 1 Intelkam Polres Gowa, Imam Al-Ghazali, menyampaikan bahwa krisis ekologi merupakan persoalan serius yang berdampak langsung pada keselamatan masyarakat dan stabilitas sosial.

“Polres Gowa memiliki peran strategis dalam penegakan hukum lingkungan, baik melalui sosialisasi, edukasi, hingga tindakan represif. Namun kami juga menghadapi tantangan, seperti rendahnya kesadaran hukum, faktor ekonomi masyarakat, luas wilayah, dan keterbatasan sumber daya pengawasan,” jelasnya.

Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menjaga lingkungan hidup.

Perwakilan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Gowa menyampaikan bahwa isu lingkungan kini telah menjadi isu nasional. Di Kabupaten Gowa, persoalan utama yang dihadapi adalah sampah, dengan produksi mencapai sekitar dua ton per hari.

“Peran aktif masyarakat sangat dibutuhkan, terutama dalam mengurangi sampah plastik sekali pakai dan memilah sampah dari rumah tangga. Jika ini berjalan, beban ke TPA bisa dikurangi secara signifikan,” ujarnya.Sementara itu, Kakanda Anwar R. Nanring dari Pecinta Alam Sulawesi Selatan menilai krisis ekologi di Kabupaten Gowa berakar dari eksploitasi sumber daya alam yang berlebihan, lemahnya tata kelola, tekanan ekonomi, serta buruknya penegakan hukum.

“Sekitar 57.579 hektare atau 31,72 persen wilayah Kabupaten Gowa merupakan kawasan hutan. Ini bukan angka kecil dan membutuhkan perhatian serius agar pengelolaannya berkelanjutan dan berkeadilan,” tegas Anwar.

Dalam sesi tanya jawab, salah satu peserta yang merupakan demisioner Ketua Umum HMI Cabang Gowa Raya periode 2023–2024 menyoroti pentingnya objektivitas penegakan hukum lingkungan agar tidak terkesan “tajam ke bawah, tumpul ke atas”.

“Sebelum hukum normatif diterapkan, masyarakat perlu dibina dan diedukasi terlebih dahulu terkait regulasi dan batas kawasan hutan. Komitmen menjaga lingkungan tidak boleh berhenti pada agenda seremonial,” katanya.

Namun, pertanyaan tersebut belum sempat ditanggapi karena forum memasuki waktu sholat. Usai sholat, perwakilan Kasat Intelkam Polres Gowa dan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Gowa berpamitan dan meninggalkan lokasi kegiatan secara bersamaan dengan alasan agenda mendesak, yang disampaikan langsung kepada Ketua HIPMA Gowa Korkom Manuju.

Diskusi sempat dilanjutkan beberapa menit sebelum moderator mengambil alih forum dan menutup kegiatan karena kondisi diskusi yang tidak lagi kondusif.

Dialog akhir tahun ini menegaskan bahwa krisis ekologi di Kabupaten Gowa bukan semata persoalan teknis, melainkan persoalan struktural yang menuntut komitmen bersama, keberanian politik, serta partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat.

ShareTweetShareSendSend

Artikel Lainnya

Whatsapp Image 2026 05 01 At 19 36 38jbjkbjkhb
Warta

Aliansi KORKOM HIPMA GOWA Gelar Aksi Demonstrasi Tuntut Evaluasi Total Pemerintah Kabupaten Gowa.

1 Mei 2026
123
Whatsapp Image 2026 04 11 At 13 32
Warta

Ketua PC PMII Makassar : Apresiasi Upaya Langkah Pemkot Mengatasi Masalah TPA Antang, Tegaskan Akan Terus Mengawal Kebijakan Publik

11 April 2026
39
Img 20250829 Wa0001
Warta

Kolaborasi Mahasiswa KKN UINAM bersama Pemerintah desa Pitue Gelar Penyuluhan Bahaya Leptospirosis

29 Agustus 2025
27
Whatsapp Image 2024 10 27 At 06 31
Warta

HMPS Ilmu Politik UIN Alauddin Makassar Gelar Inaugurasi Bertajuk “Catur Kekuasaan”

27 Oktober 2024
169

Rubrik

Esai Liputan Khusus Opini Prosa Puisi Resensi Uncategorized Warta
Pataka Eja

© Dari Narasi Menuju Aksi

Lebih lanjut

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Kirim Artikel

Ikuti kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
  • Login
  • Beranda
  • Cakrawala
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Sastra
    • Puisi
    • Prosa
  • Liputan
    • Warta
    • Liputan Khusus
  • Kirim Artikel

© Dari Narasi Menuju Aksi