Oleh : Anisa Rahma Permatasari
Disaat trauma menutup pintu rasa
Bertanya memilih hati atau logika
Disaat malam bisu menelan setiap kata
Menyisakan sunyi menjadi derita
Kau datang perlahan
Menyusun kembali asa yang dulu dikecewakan
Kau datang perlahan
Memberi secercah harapan
Yang tak pernah kutemukan
Perasaan yang tak bisa dicegah
Seakan memasuki relung hati dengan sengaja
Perlahan lahann tergoyah
Seakan yakin dua insan bisa bersama
Namun bayangmu hadir diantara senja
Menyisakan nestapa yang tak kunjung sirna
Namun bayangmu hadir mengukir lara
Lalu pergiii tanpa sepatah kata




