Gowa, Pataka Eja — Mahasiswa Ilmu Komunikasi melakukan survei lapangan ke BKPRMI Kecamatan Bajeng untuk mempelajari peran Public Relations (PR) atau pengurus dalam menghadapi konflik, mengelola keluhan, serta menjaga kepercayaan dan reputasi organisasi.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa melakukan wawancara dengan Aqil Muflih selaku Sekretaris Umum BKPRMI Kecamatan Bajeng. Salah satu pembahasan dalam wawancara adalah bagaimana pengurus menghadapi perbedaan pendapat dan keluhan yang muncul dalam organisasi.
Aqil menjelaskan bahwa ketika terjadi perbedaan atau konflik, pengurus tidak langsung menentukan pihak yang benar maupun salah. Pengurus terlebih dahulu melakukan komunikasi, mengendalikan situasi, mencari penyebab persoalan, serta mengumpulkan informasi dari pihak-pihak yang berkaitan.
Ia juga menjelaskan pentingnya membedakan informasi yang berdasarkan fakta dengan asumsi sebelum pengurus mengambil keputusan. Setelah informasi dikumpulkan, persoalan dapat dibahas melalui komunikasi dan musyawarah untuk memperoleh penyelesaian.
Salah satu persoalan yang turut dibahas adalah adanya keluhan atau perbedaan pandangan mengenai hasil penilaian dalam kegiatan munaqasah tingkat Kecamatan Bajeng. Dalam pembahasan tersebut, pengurus perlu menerima informasi dari pihak terkait dan melakukan klarifikasi sebelum mengambil kesimpulan.
Berdasarkan hasil survei, persoalan tersebut diposisikan sebagai keluhan atau isu yang disampaikan dalam wawancara, bukan sebagai bukti bahwa telah terjadi manipulasi penilaian. Fokus studi kasus mahasiswa adalah melihat bagaimana pengurus mengelola komunikasi dan menangani keluhan yang berpotensi menimbulkan kesalahpahaman.
Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa komunikasi menjadi bagian penting dalam peran PR/pengurus. Melalui komunikasi dua arah, pengumpulan informasi, klarifikasi, dan musyawarah, pengurus berupaya menjaga hubungan internal sekaligus mempertahankan kepercayaan terhadap organisasi.
Studi kasus ini memberikan gambaran kepada mahasiswa mengenai bagaimana peran PR/pengurus tidak hanya berkaitan dengan penyampaian informasi, tetapi juga pengelolaan konflik, klarifikasi persoalan, dan upaya menjaga reputasi organisasi nonprofit.


