Pataka Eja
No Result
View All Result
  • Login
  • Beranda
  • Cakrawala
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Sastra
    • Puisi
    • Prosa
  • News
    • Sosial & Politik
    • Hukum & Kriminal
    • Ekonomi & Bisnis
    • Olahraga & Kesehatan
    • Ragam
    • Sosok
  • Kirim Artikel
Pataka Eja
  • Beranda
  • Cakrawala
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Sastra
    • Puisi
    • Prosa
  • News
    • Sosial & Politik
    • Hukum & Kriminal
    • Ekonomi & Bisnis
    • Olahraga & Kesehatan
    • Ragam
    • Sosok
  • Kirim Artikel
No Result
View All Result
  • Login
Pataka Eja
No Result
View All Result
Home Ragam

Studi Kasus PR Mahasiswa Ikom UIN Alauddin: Pataka Eja Jelaskan Penanganan Koreksi Pemberitaan

Pataka Eja by Pataka Eja
25 September 2026
in Ragam
0
Whatsapp Image 2026 09 25 At 19 21

Mahasiswa Ilmu Komunikasi UIN Alauddin Makassar saat berdiskusi bersama Redaktur Pelaksana Pataka Eja.

Gowa, Pataka Eja — Mahasiswa Ilmu Komunikasi UIN Alauddin Makassar melakukan studi kasus Public Relations (PR) dengan mengunjungi Pataka Eja News untuk mempelajari bagaimana media mengelola pemberitaan, menghadapi koreksi informasi, serta memberikan ruang hak jawab kepada pihak yang berkepentingan, Rabu (23/09/2026).

Dalam kunjungan tersebut, mahasiswa melakukan wawancara dengan Dito selaku Redaktur Pelaksana Pataka Eja News. Salah satu pembahasan dalam studi kasus tersebut adalah pengalaman Pataka Eja News dalam menangani kekeliruan penyebutan satuan pada pemberitaan terkait Satresnarkoba Polresta Gowa yang sebelumnya telah dipublikasikan.

Dito menjelaskan, pemberitaan tersebut bermula ketika dirinya menemukan sebuah video penggerebekan yang beredar di media sosial. Dalam video tersebut terdapat keterangan mengenai Tim Khusus 2 Unit Narkoba Polresta Gowa.

Ia mengaku sempat mengartikan angka “2” sebagai Unit 2. Sebelum berita diterbitkan, Dito kemudian berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak terkait melalui pesan whatsapp.

“Saya bukan polisi, wajar saya tidak tahu struktur di dalam. Jadi saya tanya, bagaimana? Mungkin bisa dikoreksi atau semacamnya,” kata Dito.

Menurut Dito, pihak yang dikonfirmasi tidak memberikan penjelasan mengenai perbedaan antara Unit 2 dan Tim Khusus 2 sebelum berita diterbitkan.

Setelah berita dipublikasikan, ia kemudian memperoleh informasi bahwa penyebutan Unit 2 tersebut tidak tepat. Dito mengakui kekeliruan tersebut dan melakukan koreksi terhadap pemberitaan.

“Informasinya salah karena ketidaktahuan. Tapi metodeku untuk naikkan berita tetap benar. Sudah saya konfirmasi dan segala macam,” ujarnya.

Pataka Eja News kemudian memperbarui informasi dalam berita dan mencantumkan catatan koreksi. Dito juga mengatakan pihaknya membuat klarifikasi untuk menjelaskan kronologi kesalahan sekaligus menyampaikan permohonan maaf kepada pembaca.

Menurutnya, kesalahan dalam pemberitaan perlu diakui apabila memang terdapat informasi yang tidak tepat.

“Salah bukan hal yang memalukan. Yang memalukan kalau salah, kemudian ngotot lagi dan tidak mau minta maaf,” katanya.

Koreksi dan Hak Jawab dalam Pemberitaan

Dalam studi kasus tersebut, Dito juga menjelaskan mekanisme yang dapat dilakukan media ketika terdapat keberatan terhadap sebuah pemberitaan.

Ia mengatakan pihak yang diberitakan sempat meminta agar berita tersebut diturunkan. Namun, Pataka Eja News memilih melakukan koreksi terhadap bagian yang keliru dan tetap membuka ruang bagi pihak yang diberitakan untuk menggunakan hak jawab.

“Kalau ada yang salah, silakan kita kirim hak jawab. Nanti kami muat,” ujar Dito.

Menurut Dito, terdapat beberapa mekanisme yang dapat digunakan ketika muncul persoalan dalam sebuah pemberitaan, di antaranya ralat atau koreksi, hak koreksi, dan hak jawab.

Pedoman Pemberitaan Media Siber Dewan Pers mengatur mekanisme ralat, koreksi, dan hak jawab dalam pemberitaan media siber. Koreksi dan hak jawab juga perlu ditautkan pada berita yang dikoreksi serta mencantumkan waktu pemuatannya.

Bagi Dito, keberatan terhadap sebuah berita tidak selalu harus diselesaikan dengan menghapus berita yang telah dipublikasikan. Media juga memiliki tanggung jawab untuk memperbaiki informasi apabila ditemukan kesalahan serta memberikan ruang kepada pihak yang diberitakan untuk menyampaikan tanggapan.

Dari Wadah Ekspresi Menjadi Media Pemberitaan

Selain membahas pengalaman dalam menangani koreksi pemberitaan, Dito turut menjelaskan perkembangan Pataka Eja News sebagai lembaga pers mahasiswa.

Pataka Eja awalnya dibentuk sekitar pertengahan 2024 sebagai wadah untuk mempublikasikan opini, puisi, cerpen, dan berbagai bentuk ekspresi mahasiswa.

Seiring berjalannya waktu, pengelola mulai mengubah orientasi Pataka Eja menjadi media yang lebih berfokus pada pemberitaan. Perubahan tersebut mulai dilakukan pada Juni 2026 melalui Pataka Eja News.

Dito mengatakan perubahan dilakukan secara bertahap dengan membangun pola kerja pemberitaan dan konten yang lebih terarah.

Menurut Dito, media tersebut dibangun secara mandiri oleh para pengelolanya tanpa pendanaan dari investor maupun pihak politik.

“Kami murni memang dari bawah yang membangun. Tidak ada yang danai kami, tidak ada investornya kami, tidak ada politisi dan segala macam,” katanya.

Pengalaman menangani koreksi pemberitaan menjadi salah satu pembelajaran bagi Pataka Eja News dalam menjalankan proses jurnalistik, terutama terkait akurasi informasi, koreksi, serta pemberian ruang hak jawab.

Studi kasus tersebut memberikan gambaran kepada mahasiswa mengenai bagaimana media dapat menghadapi persoalan pemberitaan setelah informasi dipublikasikan, sekaligus pentingnya tanggung jawab media dalam memperbaiki informasi dan memberikan ruang tanggapan kepada pihak yang berkepentingan.

ShareSendTweetShareSend

Artikel Lainnya

Img 20260612 Wa0000
Ragam

Siap Bersaing di Dunia Kerja, Mahasiswa PoltekMu Diperkuat dengan Workshop dan Seminar Kesehatan

12 Juni 2026
127
Dokumentasi kegiatan PoltekMu Makassar
Ragam

Hadir di Tengah Masyarakat, PoltekMu Makassar Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis

8 Agustus 2026
38
Whatsapp Image 2026 07 23 At 16 28
Ragam

Pimpin Kunker ke Kemendikdasmen, Andi Tenri Indah Perjuangkan Perluasan Akses Pendidikan

23 Juli 2026
46
Cuplikan Layar 2026 09 08
Ragam

Kontroversi Buku Islam Ala Prabowo: TGB hingga Said Aqil Bantah Terlibat Menulis, Ini Daftar Tokoh yang Tercantum

8 September 2026
11

Rubrik

Ekonomi & Bisnis Esai Hukum & Kriminal Olahraga & Kesehatan Opini Prosa Puisi Ragam Resensi Sosial & Politik Sosok Uncategorized
Pataka Eja

© Dari Narasi Menuju Aksi

Lebih lanjut

  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
  • Kirim Artikel

Ikuti kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
  • Login
  • Beranda
  • Cakrawala
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Sastra
    • Puisi
    • Prosa
  • News
    • Sosial & Politik
    • Hukum & Kriminal
    • Ekonomi & Bisnis
    • Olahraga & Kesehatan
    • Ragam
    • Sosok
  • Kirim Artikel

© Dari Narasi Menuju Aksi