Gowa, Pataka Eja — Pengibaran bendera bergambar Presiden Prabowo Subianto dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di langit Jakarta menuai sorotan. Eks Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Gadjah Mada (UGM), Tiyo Ardianto, merespons momen tersebut dengan sindiran tajam.
Tiyo menyampaikan kritik itu melalui unggahan di akun Instagram pribadinya pada Senin malam, 17 Agustus 2026. Ia mengunggah gambar dengan tulisan yang menyindir pemujaan terhadap sosok penguasa.
“Dia mengira dicintai rakyat padahal hanya dipuja para penjilat,” tulis Tiyo.
Pada slide kedua unggahannya, Tiyo menampilkan foto atraksi terjun payung yang memperlihatkan bendera bergambar Presiden Prabowo Subianto terbentang di langit Jakarta.
Bendera tersebut dikibarkan dalam atraksi terjun payung prajurit Komando Pasukan Khusus (Kopassus) TNI sebagai bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 RI.
Tak berhenti pada tulisan di gambar, Tiyo kembali melontarkan sindiran melalui keterangan unggahannya.
“Dan dia sepertinya keringanan menikmati jilatan-jilatan itu,” tulis Tiyo.
Unggahan tersebut memperlihatkan sikap kritis Tiyo terhadap cara figur kepala negara ditampilkan dalam ruang publik, khususnya dalam momentum perayaan kemerdekaan.
Tiyo sendiri dikenal sebagai salah satu suara mahasiswa yang vokal mengkritik kebijakan pemerintah. Ia pernah menjabat sebagai Ketua BEM UGM sejak Februari 2025 dan aktif menyampaikan pandangan kritis melalui ruang diskusi maupun media sosial.
Kritik terbaru tersebut kembali menempatkan simbol-simbol yang muncul dalam perayaan kemerdekaan sebagai bagian dari perdebatan politik.
Komentar Tiyo pun menambah warna dalam perdebatan publik mengenai bagaimana sosok presiden seharusnya ditempatkan dalam seremoni kenegaraan, terutama ketika simbol pribadi kepala negara hadir bersamaan dengan simbol-simbol kemerdekaan dan kebangsaan.




