Patakaeja.id – GOWA, Masalah yang tengah melanda Kabupaten Gowa kini berada di titik kritis. Berlarut-larutnya Sidang Panitia Khusus (Pansus) Hak Angket DPRD Kabupaten Gowa terkait dugaan penyimpangan pengadaan seragam sekolah gratis, beasiswa doktoral (S3), hingga isu personal Bupati. Sabtu (04/07/2026).
Nurhidayatullah menegaskan bahwa masalah yang terjadi di gowa jangan sampai mengorbankan kepentingan publik. Jika tidak segera menemui titik terang, stabilitas pemerintahan di Kabupaten Gowa menjadi terganggu.
Aktivis Kabupaten Gowa, Muh. Nurhidayatullah, menegaskan bahwa polemik yang sudah bergulir sejak sidang perdana pada 19 Juni 2026 lalu perlu segera menemui kepastian. Menurutnya, masih banyak permasalahan kerakyatan lainnya yang membutuhkan fungsi pengawasan DPRD Gowa. Ujarnya
“Kita tidak sedang bicara soal siapa yang benar dan salah kita serahkan semua sesuai mekanisme yang ada. Namun perlu diingat jangan karena masalah ini menjadi alot pelayanan publik dan program-program kerakyatan jadi terbengkalai, serta permohonan RDP (Rapat dengar pendapat) dari masyarakat yang masuk di DPRD Gowa terkait isu diluar dari permasalahan ini jadi ikut terhambat ujar Hidayatullah dalam keterangannya.
ia menambahkan, masyarakat Gowa tidak boleh menjadi korban atau sekadar penonton dari ego kelembagaan. Di satu sisi, DPRD Gowa memiliki hak konstitusional melalui Hak Angket, dan di sisi lain, pihak Bupati juga menempuh jalur hukum dengan melakukan gugatan. Namun, kedua proses tersebut harus berjalan secara efektif tanpa menyandera kepentingan masyarakat.
“Silakan semua mekanisme hukum dan politik itu berjalan secara profesional, tetapi tolong buat ini segera klir. Jangan gantung nasib daerah ini dalam ketidakpastian,” tegasnya.
Di tengah pro dan kontra yang semakin tajam di akar rumput, berharap situasi ini segera menemui benang merahnya. Pemerintah Kabupaten Gowa silahkan untuk kembali fokus pada fungsi utamanya melayani rakyat dan menjaga stabilitas daerah sembari menunggu hasil resmi dari permasalahan ini.
“Tujuan akhir kita hanya satu, yaitu pemerintahan Kabupaten Gowa harus kembali stabil. Kami mendesak semua pihak yang terlibat untuk menurunkan tensi, mengesampingkan ego, dan menaruh kepentingan masyarakat Gowa di atas segala-galanya,” pungkas Hidayatullah.




