Pataka Eja
No Result
View All Result
  • Login
  • Beranda
  • Cakrawala
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Sastra
    • Puisi
    • Prosa
  • News
    • Sosial & Politik
    • Hukum & Kriminal
    • Ekonomi & Bisnis
    • Olahraga & Kesehatan
    • Ragam
    • Sosok
  • Kirim Artikel
Pataka Eja
  • Beranda
  • Cakrawala
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Sastra
    • Puisi
    • Prosa
  • News
    • Sosial & Politik
    • Hukum & Kriminal
    • Ekonomi & Bisnis
    • Olahraga & Kesehatan
    • Ragam
    • Sosok
  • Kirim Artikel
No Result
View All Result
  • Login
Pataka Eja
No Result
View All Result
Home Olahraga & Kesehatan

Piala AFF 2026 Dimulai Hari Ini, Akankah Timnas Indonesia Akhiri Penantian Gelar Setelah Enam Kali Runner-up?

Pataka Eja by Pataka Eja
26 Juli 2026
in Olahraga & Kesehatan
0
Indonesia Vs Mozambik Foto Katadatafauza Syahputra 2026 06 10 10 09 05 873fadcbca4e14ff50e6e945ca893294

PATAKA EJA – ASEAN Hyundai Cup 2026 atau Piala AFF 2026 resmi dimulai hari ini, Senin (27/7/2026). Bagi Timnas Indonesia, turnamen sepak bola paling bergengsi di Asia Tenggara ini kembali menjadi panggung untuk mengejar mimpi yang telah tertunda selama tiga dekade: meraih gelar juara ASEAN untuk pertama kalinya.

Harapan publik terhadap skuad Garuda kali ini begitu besar. Setelah enam kali melaju ke partai final namun selalu gagal membawa pulang trofi, Indonesia kembali mencoba mematahkan status sebagai “spesialis runner-up” yang selama ini melekat dalam sejarah keikutsertaannya di Piala AFF.

Enam Kali ke Final, Enam Kali Gagal

Sejak turnamen pertama kali digelar pada 1996 dengan nama Piala Tiger, Timnas Indonesia tercatat sebagai salah satu tim paling konsisten di kawasan Asia Tenggara. Garuda berhasil menembus partai final sebanyak enam kali, yakni pada edisi 2000, 2002, 2004, 2010, 2016, dan 2020.

Namun, dari enam kesempatan tersebut, tak satu pun berakhir dengan gelar juara. Catatan itu menjadikan Indonesia sebagai tim dengan jumlah runner-up terbanyak dalam sejarah Piala AFF.

Salah satu perjalanan yang paling dikenang terjadi pada edisi 2004. Saat itu, Boaz Solossa yang masih berusia 18 tahun tampil memukau bersama Ilham Jaya Kesuma. Boaz mencetak empat gol sepanjang turnamen, sementara Ilham keluar sebagai top skor dengan koleksi tujuh gol.

Skuad Indonesia ketika itu juga diperkuat sejumlah nama besar seperti Mahyadi Panggabean, Elie Aiboy, Kurniawan Dwi Yulianto, Charis Yulianto, Ponaryo Astaman, dan Mauly Lessy. Meski tampil impresif hingga final, Indonesia harus mengakui keunggulan Singapura dengan agregat 2-5.

Sejak saat itu, berbagai generasi pemain silih berganti datang membawa harapan baru. Namun, trofi juara ASEAN masih belum juga berhasil dibawa pulang.

Luka Piala AFF 2024: Tersingkir di Hadapan Pendukung Sendiri

Jika sejarah enam kali gagal di final menjadi luka lama, maka Piala AFF 2024 menjadi luka baru yang masih membekas di benak para pendukung Timnas Indonesia.

Saat itu, pelatih Shin Tae-yong memilih membawa mayoritas pemain muda sebagai bagian dari proses regenerasi. Sebanyak 33 pemain dipanggil mengikuti pemusatan latihan di Bali sebelum turnamen dimulai. Harapannya, generasi muda Garuda mampu memberikan kejutan sekaligus menjadi fondasi tim nasional di masa depan.

Namun kenyataan di lapangan jauh dari harapan.

Nasib Indonesia ditentukan pada laga terakhir Grup B menghadapi Filipina di Stadion Manahan, Solo, pada 21 Desember 2024. Bermain di hadapan ribuan pendukung sendiri, Garuda justru mendapat pukulan telak ketika kapten Muhammad Ferarri diganjar kartu merah pada menit ke-42.

Meski hanya bermain dengan 10 pemain, Marselino Ferdinan dan rekan-rekannya tetap berjuang. Mereka terus menekan pertahanan Filipina dan berusaha menjaga asa lolos ke semifinal. Namun, petaka datang pada menit ke-63 ketika wasit menunjuk titik penalti setelah Dony Tri Pamungkas dinilai melakukan handball di kotak terlarang.

Bjorn Martin Kristensen yang menjadi eksekutor sukses menjalankan tugasnya dan membawa Filipina unggul 1-0.

Skor tersebut bertahan hingga pertandingan usai. Indonesia harus menerima kenyataan pahit tersingkir di fase grup setelah hanya mengumpulkan empat poin dan finis di peringkat ketiga Grup B. Sementara Filipina melaju ke semifinal sebagai runner-up grup mendampingi Vietnam.

Kekalahan itu bukan sekadar mengakhiri perjalanan Indonesia di turnamen. Di hadapan publik sendiri, mimpi untuk kembali bersaing memperebutkan gelar harus kandas lebih cepat. Harapan jutaan suporter kembali pupus, sementara penantian menjadi juara terus berlanjut.

Kini, dua tahun berselang, luka tersebut masih menjadi pengingat bahwa Timnas Indonesia memiliki pekerjaan besar untuk membuktikan diri di Piala AFF 2026.

Misi Baru Bersama John Herdman

Memasuki Piala AFF 2026, Timnas Indonesia datang dengan optimisme baru di bawah pelatih kepala John Herdman. Indonesia tergabung di Grup A bersama juara bertahan Vietnam, Singapura, Kamboja, dan Timor Leste.

Perjalanan Garuda dimulai malam ini saat menghadapi Kamboja di Stadion Pakansari, Bogor. Kemenangan pada laga pembuka menjadi target penting untuk menjaga peluang melaju ke semifinal.

Berikut jadwal Timnas Indonesia di fase grup:

  • Indonesia vs Kamboja
    • Senin, 27 Juli 2026
    • 20.30 WIB
    • Stadion Pakansari, Bogor
  • Timor Leste vs Indonesia
    • Jumat, 31 Juli 2026
    • 17.00 WIB
    • Stadion Chonburi, Thailand
  • Indonesia vs Vietnam
    • Senin, 3 Agustus 2026
    • 20.30 WIB
    • Stadion Pakansari, Bogor
  • Singapura vs Indonesia
    • Jumat, 7 Agustus 2026
    • 20.00 WIB
    • Stadion Jalan Besar, Singapura

Dua tim terbaik dari masing-masing grup akan lolos ke semifinal yang dimainkan dengan sistem kandang dan tandang. Semifinal dijadwalkan berlangsung pada 15–16 Agustus dan 18–19 Agustus 2026, sedangkan final digelar pada 22 dan 26 Agustus 2026.

Nadeo: Saatnya Indonesia Juara

Optimisme menyambut turnamen juga disampaikan kiper Timnas Indonesia, Nadeo Argawinata. Menurutnya, seluruh pemain datang dengan tekad mengakhiri penantian panjang Indonesia di ajang sepak bola Asia Tenggara.

“Selama 30 tahun kita mengikuti Piala AFF belum pernah sekali pun menjadi juara. Pasti kita mau juara dan semoga itu bisa terjadi pada edisi kali ini,” kata Nadeo dalam konferensi pers pralaga di Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor, Minggu (26/7/2026), dilansir dari antara.

Menurut Nadeo, fondasi tim yang dibangun John Herdman selama pemusatan latihan menjadi modal penting menghadapi turnamen.

“Kami fokus membangun koneksi antarpemain, antara pemain dengan pelatih dan semua yang ada di dalam tim. Itu menjadi langkah pertama karena fondasi sangat penting bagi tim nasional saat ini,” ujarnya.

Saatnya Menulis Sejarah Baru

Piala AFF 2026 bukan sekadar turnamen rutin bagi Timnas Indonesia. Ajang ini adalah kesempatan untuk menghapus catatan panjang tanpa gelar, membayar kegagalan pada edisi sebelumnya, sekaligus mengakhiri status sebagai tim yang paling sering menjadi runner-up.

Malam ini, perjalanan baru dimulai dari Stadion Pakansari. Setelah enam kali gagal di final dan 30 tahun menanti, jutaan pendukung Garuda kembali menaruh harapan yang sama: melihat Timnas Indonesia akhirnya mengangkat trofi juara ASEAN untuk pertama kalinya dalam sejarah.

ShareTweetShareSendSend

Artikel Lainnya

Whatsapp Image 2026 06 10 At 03 28
Olahraga & Kesehatan

HMJ BPI UIN Alauddin Gelar Kuliah Umum Kesehatan Mental di Era Disrupsi

11 Juni 2026
82
Chatgpt Image
Olahraga & Kesehatan

Highlight Piala Dunia : Inggris Lolos Dramatis, Norwegia Singkirkan Brasil, Ronaldo Siap Hadapi Spanyol

6 Juli 2026
23
Img 20260720
Olahraga & Kesehatan

Semua Prediksi Unggulkan Spanyol, Mampukah Messi Bawa Argentina Pertahankan Gelar?

19 Juli 2026
28
Image
Olahraga & Kesehatan

Perkuat Kesiapan Mahasiswa di Lahan Praktik, Prodi D4 TLM PoltekMu Gelar Pembekalan PKL

21 Juli 2026
68

Rubrik

Ekonomi & Bisnis Esai Hukum & Kriminal Olahraga & Kesehatan Opini Prosa Puisi Ragam Resensi Sosial & Politik Sosok Uncategorized
Pataka Eja

© Dari Narasi Menuju Aksi

Lebih lanjut

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Kirim Artikel

Ikuti kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
  • Login
  • Beranda
  • Cakrawala
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Sastra
    • Puisi
    • Prosa
  • News
    • Sosial & Politik
    • Hukum & Kriminal
    • Ekonomi & Bisnis
    • Olahraga & Kesehatan
    • Ragam
    • Sosok
  • Kirim Artikel

© Dari Narasi Menuju Aksi