Pataka Eja — Chelsea kini memiliki dua pemain yang bukan hanya sama-sama menjadi ancaman di lini depan, tetapi juga punya cara yang sama dalam merayakan gol.
Cole Palmer dan Morgan Rogers sama-sama memiliki selebrasi ikonik bertema ‘cold’. Keduanya menyilangkan tangan di depan dada sembari mengusap bahu, seolah sedang menahan dinginnya udara.
Selebrasi itu kembali mencuri perhatian saat Chelsea mengawali Liga Inggris 2026/2027 dengan kemenangan 3-2 atas Fulham di Craven Cottage, Senin (24/8/2026).
Morgan Rogers menjadi salah satu pencetak gol Chelsea dalam laga tersebut. Menariknya, pemain yang baru bergabung dari Aston Villa itu langsung menggunakan selebrasi ‘cold’ yang selama ini identik dengan Palmer.
Tak lama berselang, Palmer ikut mencetak gol. Ia pun kembali melakukan selebrasi yang sama.
Momen tersebut membuat Chelsea seolah memiliki dua pemain dengan satu gaya selebrasi.
Namun, siapa sebenarnya pencetus selebrasi tersebut?
Bukan Palmer, Rogers yang Lebih Dulu
Selama ini selebrasi ‘cold’ sangat lekat dengan nama Cole Palmer. Bahkan, gaya tersebut telah menjadi bagian dari citra Palmer hingga mendapat julukan ‘Cold Palmer’.
Namun, cerita sebenarnya justru bermula dari Morgan Rogers.
Rogers lebih dulu melakukan selebrasi tersebut ketika masih bermain untuk Middlesbrough. Ia menggunakannya setelah mencetak gol melawan West Bromwich Albion pada Desember 2023.
Palmer kemudian mengadopsi selebrasi tersebut saat Chelsea menghadapi Luton Town pada 30 Desember 2023.
Menurut Palmer, Rogers-lah yang pertama kali melakukannya. Palmer bahkan mengungkap secara langsung bagaimana awal mula selebrasi tersebut dalam sebuah wawancara.
“Saya tidak ingat persis bagaimana idenya bermula. Kami sedang berbincang dan dia menyuruh saya untuk melakukannya. Dia yang pertama kali melakukannya di pertandingan tengah pekan, lalu kami bermain melawan Luton Town pada hari Sabtu dan saya memberitahunya bahwa saya akan melakukannya. Saya yakin dia berharap saya tidak melakukannya saat itu!”, kata Palmer dikutip dari goal.com.
Palmer kemudian menepati ucapannya dengan menggunakan selebrasi tersebut setelah mencetak gol melawan Luton.
Sejak saat itu, gestur ‘cold’ semakin identik dengan dirinya.
Namun, meski mengakui Rogers sebagai pencetus, Palmer tetap punya klaim sendiri soal siapa yang membuat selebrasi tersebut terkenal.
“Ya, dia memang mendahului saya, tapi sayalah yang membuatnya terkenal! Itulah kenyataannya, dan dia sendiri mengakuinya.”
Pernyataan Palmer itu membuat asal-usul selebrasi ‘cold’ menjadi semakin jelas. Rogers melakukannya lebih dulu, tetapi Palmer yang membuatnya dikenal luas.
Dari Teman Lama, Kini Jadi Selebrasi Bersama
Ada alasan khusus mengapa Palmer mengadopsi selebrasi tersebut. Palmer dan Rogers bukan sosok yang baru bertemu di Chelsea.
Keduanya sudah saling mengenal sejak masa akademi Manchester City dan kemudian kembali menjadi rekan setim di Stamford Bridge setelah Rogers bergabung dengan Chelsea.
Palmer mengungkapkan bahwa selebrasi tersebut pada awalnya merupakan bentuk penghormatan kepada Rogers.
Chelsea sendiri menyebut selebrasi ‘cold’ Palmer sebenarnya berasal dari Rogers, yang lebih dulu melakukan gerakan serupa saat memperkuat Middlesbrough.
Namun, Palmer kemudian membuatnya menjadi salah satu selebrasi paling dikenal di sepak bola Inggris. Kini keduanya berada dalam satu tim.
Jika Rogers mencetak gol, selebrasi ‘cold’ bisa muncul. Jika Palmer yang mencetak gol, gerakan yang sama juga dapat kembali terlihat.Laga melawan Fulham menjadi contoh sempurna.
Rogers mencetak gol keduanya Chelsea untuk mengubah skor menjadi 2-1. Palmer kemudian menambah keunggulan menjadi 3-1. Keduanya sama-sama merayakan gol dengan gaya yang telah menjadi ciri khas mereka.
Chelsea pun kini punya cerita menarik: dua pemain depan, satu selebrasi, tetapi dua pemilik cerita yang berbeda.




