Pataka Eja
No Result
View All Result
  • Login
  • Beranda
  • Cakrawala
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Sastra
    • Puisi
    • Prosa
  • News
    • Sosial & Politik
    • Hukum & Kriminal
    • Ekonomi & Bisnis
    • Olahraga & Kesehatan
    • Ragam
    • Sosok
  • Kirim Artikel
Pataka Eja
  • Beranda
  • Cakrawala
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Sastra
    • Puisi
    • Prosa
  • News
    • Sosial & Politik
    • Hukum & Kriminal
    • Ekonomi & Bisnis
    • Olahraga & Kesehatan
    • Ragam
    • Sosok
  • Kirim Artikel
No Result
View All Result
  • Login
Pataka Eja
No Result
View All Result
Home Opini

Permainan Spunbond dan Kedaruratan Hulu Sampah Plastik

Pataka Eja by Pataka Eja
3 November 2026
in Opini
0
Img87586

Oleh: Nur Azizah


Jika kita berjalan ke kantin, melihat laci meja kelas, menengok kolong meja, atau memperhatikan gelas-gelas bekas di sekitar kita, ada satu persoalan yang kerap luput dari perhatian: sampah plastik.

Persoalan ini tidak hanya terlihat dari kantong plastik bekas belanja, tetapi juga botol minuman, gelas plastik, kemasan makanan, botol sampo, dan berbagai produk lainnya. Namun, kemudahan penggunaan plastik juga menghadirkan persoalan ketika barang yang sudah tidak digunakan berakhir sebagai sampah tanpa pengelolaan yang tepat.

Data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) mencatat timbulan sampah sebesar 34,17 juta ton per tahun berdasarkan data dari 319 kabupaten/kota pada 2025. Angka tersebut merupakan data dari daerah yang melaporkan, bukan gambaran lengkap seluruh wilayah Indonesia (KLH/BPLH, 2025). Sementara itu, dalam publikasi pada 26 September 2026, Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup menyebutkan estimasi sampah plastik Indonesia sekitar 10,83 juta ton per tahun (KLH/BPLH, 2026).

Di tengah persoalan tersebut, tas spunbond kerap digunakan sebagai pengganti kantong plastik belanja. Namun, apakah mengganti kantong belanja dengan spunbond otomatis menyelesaikan persoalan sampah plastik? Apakah spunbond bukan dari bahan plastik pula? Di sinilah permainan spunbond perlu dipertanyakan.

Spunbond merupakan kain nirtenun yang umumnya dibuat dari polipropilena (polypropylene/PP), yaitu polimer plastik sintetis. Jika dibuang sembarangan, material plastik dapat bertahan di lingkungan dan berpotensi terfragmentasi menjadi bagian yang lebih kecil, termasuk mikroplastik. Tas yang digunakan berulang kali berbeda dampaknya dari tas yang hanya dipakai sesekali lalu dibuang.

Tas belanja seharusnya dirancang agar dapat digunakan berulang kali, bukan hanya menjadi pengganti kantong plastik yang akhirnya ikut dibuang. United Nations Environment Programme (UNEP) menjelaskan bahwa dampak lingkungan tas belanja perlu dinilai sepanjang daur hidupnya, mulai dari bahan baku, produksi, penggunaan, hingga pembuangan. Karena itu, manfaat tas pakai ulang juga bergantung pada seberapa sering tas tersebut digunakan kembali (UNEP, 2020).

Pemerintah perlu bekerja sama dengan produsen untuk menghadirkan tas belanja yang kuat, tahan lama, berukuran besar, dan mampu menampung banyak barang, termasuk barang berbobot berat. Keranjang belanja berbahan rotan atau bambu juga dapat menjadi pilihan untuk berbelanja di pasar. Masyarakat perlu dibiasakan membawa wadah belanja sendiri dan menggunakannya kembali.

Dalam praktiknya, penggunaan plastik tidak selalu dapat dihindari. Oleh karena itu, barang yang masih layak sebaiknya digunakan kembali, sedangkan sampah yang sudah tidak dapat digunakan perlu dipilah sesuai jenisnya. Pemerintah juga perlu memperkuat fasilitas pengumpulan, pemilahan, dan daur ulang, termasuk menyediakan alat pemadat (mesin press) untuk sampah anorganik yang sesuai. Botol dan kemasan plastik, seperti kemasan sampo, dapat disalurkan ke fasilitas pengolahan apabila jenis bahannya memungkinkan untuk didaur ulang.

Tanggung jawab tersebut bukan hanya milik konsumen. Pasal 15 Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah mewajibkan produsen mengelola kemasan dan/atau barang produksinya yang tidak dapat atau sulit terurai secara alami.

Dalam Islam, menjaga lingkungan juga merupakan bagian dari tanggung jawab manusia. Allah Swt. Berfirman dalam QS. Ar-Rum ayat 41 bahwa kerusakan di darat dan di laut terjadi akibat perbuatan manusia. Karena itu, upaya mengurangi sampah perlu diwujudkan melalui kebiasaan yang bertanggung jawab, dukungan pemerintah, dan kesungguhan produsen dalam menghasilkan barang demi kesehatan lingkungan.

Pada akhirnya, persoalan spunbond bukan sekadar tentang mengganti kantong plastik dengan tas jenis plastik lain. Jika tas spunbond hanya digunakan sekali lalu dibuang, sampah tetap bertambah. Apalagi, sampah plastik tidak hanya berasal dari kantong belanja, tetapi juga dari botol minuman, kemasan sampo, dan berbagai produk lainnya.

Karena itu, mengganti kantong plastik dengan tas plastik lain bukanlah solusi, jika masih dari bahan plastik yang mudah rusak dan menjadikannya barang sekali pakai/sekadar dipakai beberapa kali. Pembuatan dan penggunaan barang plastik lainnya juga perlu dikurangi jika masih saja ada konsumen yang menggunakan barang setelah pakai langsung buang. Di sinilah peran pemerintah, produsen, dan konsumen diperlukan.

Upaya tersebut dapat dimulai dengan mengurangi penggunaan barang sekali pakai, menggunakan kembali barang yang masih layak, serta memilah sampah plastik agar dapat dikumpulkan dan didaur ulang sesuai dengan jenis bahannya. Pemerintah, produsen hingga konsumen harus bertanggung jawab terhadap barang plastik yang diproduksi dan yang digunakannya dari hulu hingga hilir.

Indonesia adalah negara kesatuan, maka bersatulah seluruhnya agar negeri ini bersih dengan lingkungannya dan orang-orang di dalamnya!!

 

ShareSendTweetShareSend

Artikel Lainnya

Img 20250822
Opini

Negara dalam Cengkeraman Elit

22 Agustus 2025
Img 20250908 Wa0007
Opini

Kepala tak Berisi: Pemimpin Kosong, Sibuk Gaya, Bungkam pada Realita

25 September 2025

Rubrik

Ekonomi & Bisnis Esai Hukum & Kriminal Olahraga & Kesehatan Opini Prosa Puisi Ragam Resensi Sosial & Politik Sosok Uncategorized
Pataka Eja

© Dari Narasi Menuju Aksi

Lebih lanjut

  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
  • Kirim Artikel

Ikuti kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
  • Login
  • Beranda
  • Cakrawala
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Sastra
    • Puisi
    • Prosa
  • News
    • Sosial & Politik
    • Hukum & Kriminal
    • Ekonomi & Bisnis
    • Olahraga & Kesehatan
    • Ragam
    • Sosok
  • Kirim Artikel

© Dari Narasi Menuju Aksi