Pataka Eja
No Result
View All Result
  • Login
  • Beranda
  • Cakrawala
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Sastra
    • Puisi
    • Prosa
  • Liputan
    • Warta
    • Liputan Khusus
  • Kirim Artikel
Pataka Eja
  • Beranda
  • Cakrawala
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Sastra
    • Puisi
    • Prosa
  • Liputan
    • Warta
    • Liputan Khusus
  • Kirim Artikel
No Result
View All Result
  • Login
Pataka Eja
No Result
View All Result
Home Warta

Perang Kelompok di Tallo Tak Berujung, Warga Sapiria Tewas Diduga Kena Tembak di Kepala

Pataka Eja by Pataka Eja
18 November 2025
in Warta
0
Img 20251118 Wa0005

Pataka Eja — Perang kelompok yang terus berlangsung tanpa henti selama beberapa pekan terakhir di wilayah Tallo kembali menelan korban jiwa.

Kipas (40), warga Sapiria, meninggal dunia setelah diduga tertembak senapain di bagian kepala saat berada di sekitar area bentrokan pada Minggu malam, 16 November 2025, di kawasan Pekuburan Beroanging.

Usai kejadian, Kipas sempat dilarikan ke Rumah Sakit Akademis Makassar dan menjalani operasi di bagian kepala. Namun upaya medis tidak mampu menyelamatkan nyawanya. Ia dinyatakan meninggal dunia pada Selasa, 18 November 2025, sekitar pukul 05.30 WITA.

Istrinya, Fitria, sambil menangis mengenang saat-saat terakhir suaminya. Ia mengatakan bahwa sebelum kejadian, Kipas baru saja pulang dari berjualan. Namun rasa khawatir setelah mendengar banyak korban berjatuhan membuatnya memutuskan pergi melihat situasi bentrokan sekitar pukul 19.30 WITA.

“Dia bilang mau pergi liat orang perang karena banyak orang yang jadi korban, tapi akhir dia juga yang jadi korban meninggal,” ujar Fitria dengan suara terisak saat diwawancarai melalui WhatsApp, Selasa (18/11/2025).

Di tengah kekacauan itu, Kipas diduga terkena tembakan senapan angin yang menghantam bagian kepalanya. Fitria menyebut ia mendengar informasi bahwa terduga pelaku penembak berinisial C, dan bahwa orang tersebut disebut-sebut membeli senapan angin tersebut seharga Rp20 juta.

Kipas meninggalkan dua anak kandung dan tiga anak tiri yang kini kehilangan sosok penopang keluarga. Sementara perang kelompok di Tallo masih terus menyisakan ketakutan dan duka bagi warga yang tinggal di sekitarnya.*Dito

ShareTweetShareSendSend

Artikel Lainnya

Whatsapp Image 2026 03 04 At 20 01
Warta

Aliansi Mahasiswa SAINTEK Gelar Aksi “Reset Indonesia”, Soroti Pendidikan hingga Reformasi Polri

4 Maret 2026
363
Img 20250822
Warta

Bukan Sekadar Huruf Arab: Sekolah Pesisir dan Perlawanan dari Sabange

22 Agustus 2025
42
Whatsapp Image 2024 11 22 At 13 08
Warta

Aliansi Mahasiswa Ekonomi UINAM Tuntut Penyelesaian Dugaan Korupsi di Gedung Pascasarjana dan Rumah Sakit

22 November 2024
92
Whatsapp Image 2025 10 13 At 08 23
Warta

Makkemah: Ruang Kebersamaan, Belajar dari Kesederhanaan

13 Oktober 2025
176

Rubrik

Esai Liputan Khusus Opini Prosa Puisi Resensi Uncategorized Warta
Pataka Eja

© Dari Narasi Menuju Aksi

Lebih lanjut

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Kirim Artikel

Ikuti kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
  • Login
  • Beranda
  • Cakrawala
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Sastra
    • Puisi
    • Prosa
  • Liputan
    • Warta
    • Liputan Khusus
  • Kirim Artikel

© Dari Narasi Menuju Aksi