Oleh: Nur Arifah
Setiap korban memiliki kemungkinan untuk mengalami pemulihan dan bertumbuh. Menjadi sadar atas fakta yang ada bahwa kamu adalah pemilik luka-luka itu dan membutuhkan bantuan untuk menjadi sadar tentang hal ini.
Bagi korban, proses pemulihan adalah perjalanan yang kompleks dan berat, rasanya tidak mudah untuk menerima bahwa dunia akan baik-baik saja setelah apa yang telah terjadi, terlebih lagi korban merasa tidak aman dalam situasi dan lingkungan tertentu dan mencari cara untuk merasa aman, merasa diterima, dan merasa didengarkan.
Berbagai usaha yang dilakukan, mencoba menghalangi ingatan dan membuat mereka seolah-olah sembuh dari kehancuran yang sebenarnya masih mengalir dalam diri mereka. Membangun kembali rasa kepercayaan diri, serta menjelajahi berbagai rintangan psikologis yang rasanya tidak mampu dihadapi tanpa dukungan orang-orang terdekat.
Tulisan ini tidak untuk memberikan sebuah resep menuju kesembuhan yang tepat untuk setiap orang. Akan tetapi mencoba untuk mendukung korban yang berhati penuh ingin mengetahui apa yang diperlukannya agar sembuh dan berbagi pengalaman dari mereka yang berhasil pulih. Mengetahui bahwa apa yang telah terjadi memang merupakan hal yang buruk, tetapi mereka tidaklah benar-benar buruk.
Salah satu bagian penting dari proses pemulihan adalah menerima diri sendiri. Bentuk penerimaan terhadap diri sendiri merupakan proses pengembangan diri yang melibatkan pembelajaran bagaimana mencintai, memaafkan dan mendampingi mereka yang juga membutuhkan dukungan. Memaafkan diri sendiri dengan menerima siapa ia sekarang ini, memaafkan mereka yang memberi luka, dan merasa siap untuk menghadapi apa yang terjadi di masa depan serta menyadari bahwa mereka bukanlah penyebab kekerasan, dan membebaskan diri dari rasa bersalah yang tidak pantas.
Dengan menghargai nilai-nilai positif yang ada dalam diri mereka dapat menolak pemikiran negatif yang muncul akibat trauma. Menghargai nilai positif dalam diri dapat kita lakukan dengan mengingatkan diri atas apa yang berhasil dilalui dari kekacauan yang pernah terjadi, percaya bahwa kamu memiliki keberanian dalam menghadapi pengalaman yang kelam ini serta mengubah haluan hidup untuk terus memperbaiki diri menjadi lebih baik lagi. Jangan ragu untuk memprioritaskan kesehatan mental dan emosional juga mencari dukungan yang dibutuhkan.
Semoga melalui pemahaman dan dukungan yang tepat, korban kekerasan seksual dapat menemukan kekuatan dan akan berusaha sebaik-baiknya untuk menyelami perjalanan menuju pemulihan korban dengan tidak menghindari apa yang telah terjadi tetapi menghadapi apa yang akan terjadi.
Lagi-lagi dengan harapan yang terus menghantui bahwa akan munculnya suatu kondisi keadilan yang lebih menyeluruh. Bukan hanya bagi korban, tetapi juga bagi para pelaku dan semua orang yang merasakan dampaknya serta membangun kembali kehidupan yang lebih sehat dan bahagia.
Kalian hebat meski hanya mampu bersuara dalam sunyi untuk bisa menghadapi bayang trauma dan menemukan suara yang terabaikan.




