Pataka Eja
No Result
View All Result
  • Login
  • Beranda
  • Cakrawala
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Sastra
    • Puisi
    • Prosa
  • Liputan
    • Warta
    • Liputan Khusus
  • Kirim Artikel
Pataka Eja
  • Beranda
  • Cakrawala
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Sastra
    • Puisi
    • Prosa
  • Liputan
    • Warta
    • Liputan Khusus
  • Kirim Artikel
No Result
View All Result
  • Login
Pataka Eja
No Result
View All Result
Home Warta

Mahasiswa FEBI UINAM Teriakkan “Pembunuh” Saat Polisi Tiba di Lokasi Bentrokan

Pataka Eja by Pataka Eja
29 Agustus 2025
in Warta
0
Whatsapp Image 2025 08 29 At 21 31

Pataka Eja – Puluhan mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Alauddin Makassar meneriakkan makian bernada protes saat aparat kepolisian tiba di lokasi bentrokan antar mahasiswa, Jumat (29/8). Teriakan seperti “Pembunuh”, “F*ck the Police”, hingga “ACAB” menggema di depan Fakultas FEBI.

Alih-alih disambut sebagai pahlawan yang akan melerai bentrok kian memanas,kedatangan  aparat kepolisian justru disambut dengan umpatan oleh mahasiswa FEBI yang tidak terlibat dalam bentrokan.

Untuk diketahui, bentrokan yang terjadi diduga melibatkan dua fakultas, yakni Fakultas Sains dan Teknologi (Saintek) dengan Fakultas Syariah dan Hukum (FSH).

Salah satu mahasiswa FEBI yang enggan disebutkan namanya menyebut bahwa makian tersebut merupakan bentuk kemarahan terhadap institusi kepolisian atas tewasnya pengemudi ojek online, Affan Kurniawan. Affan tewas setelah dilindas kendaraan taktis (rantis) milik Brimob saat aksi demonstrasi di kawasan Jl. Penjernihan, Pejompongan, Jakarta Pusat.

“Kedatangan polisi direspon oleh mahasiswa dengan berbagai makian karena mereka telah dengan sengaja melenyapkan nyawa seorang masyarakat yang berprofesi sebagai ojol,” ujarnya.

Mahasiswa tersebut juga menyayangkan terjadinya bentrokan antar sesama mahasiswa. Menurutnya, di tengah banyaknya persoalan kebangsaan dan tindakan represif aparat, mahasiswa seharusnya bersatu melawan ketidakadilan.

“Kita harus sama-sama mengkaji dan menganalisa lebih jauh, siapa kawan dan siapa lawan,” tegasnya.

Terkait kasus Affan Kurniawan, Divisi Propam Polri telah menahan tujuh anggota Brimob yang terlibat. Mereka dikenai penempatan khusus (patsus) selama 20 hari guna keperluan investigasi lebih lanjut.*Dito

ShareTweetShareSendSend

Artikel Lainnya

Img 20250807 Wa0045
Warta

Jejak Leluhur, Arah Masa Depan: Hipma Gowa UINAM Adakan Explore dan Dialog Budaya

7 Agustus 2025
81
Whatsapp Image 2026 02 05 At 01 49 21
Warta

Satreskrim Polres Gowa Disorot! Pelapor Kasus Pengancaman Parang Kecewa Laporan Dihentikan, Keselamatan Warga Terancam?

5 Februari 2026
162
Whatsapp Image 2026 01 21 At 14 48
Warta

LSO Lingkar Studi Intelektual PC IMM Gowa Buka Pendaftaran Kelas Riset #1

21 Januari 2026
125
Whatsapp Image 2024 10 27 At 06 31
Warta

HMPS Ilmu Politik UIN Alauddin Makassar Gelar Inaugurasi Bertajuk “Catur Kekuasaan”

27 Oktober 2024
169

Rubrik

Esai Liputan Khusus Opini Prosa Puisi Resensi Uncategorized Warta
Pataka Eja

© Dari Narasi Menuju Aksi

Lebih lanjut

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Kirim Artikel

Ikuti kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
  • Login
  • Beranda
  • Cakrawala
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Sastra
    • Puisi
    • Prosa
  • Liputan
    • Warta
    • Liputan Khusus
  • Kirim Artikel

© Dari Narasi Menuju Aksi