Pataka Eja
No Result
View All Result
  • Login
  • Beranda
  • Cakrawala
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Sastra
    • Puisi
    • Prosa
  • News
    • Sosial & Politik
    • Hukum & Kriminal
    • Ekonomi & Bisnis
    • Olahraga & Kesehatan
    • Ragam
    • Sosok
  • Kirim Artikel
Pataka Eja
  • Beranda
  • Cakrawala
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Sastra
    • Puisi
    • Prosa
  • News
    • Sosial & Politik
    • Hukum & Kriminal
    • Ekonomi & Bisnis
    • Olahraga & Kesehatan
    • Ragam
    • Sosok
  • Kirim Artikel
No Result
View All Result
  • Login
Pataka Eja
No Result
View All Result
Home Opini

Kesetiaan pada Indonesia di Tengah Badai Masalah

Sebagaimana rumah, bisa saja retak, bocor, bahkan berantakan, tetapi tetap menjadi tempat berpulang yang harus kita rawat, bukan kita tinggalkan.

Ahmad Bachtiar by Ahmad Bachtiar
1 September 2025
in Opini
0
Demo Mahasiswa Ricuh Di Depan Polda Metro Jaya 20250829

Gambar Demo Mahasiswa Ricuh Di Depan Polda Metro Jaya , CC/Tribunnews.com

Oleh: Nur’Alim,.S.Pd.,M.Pd.,Gr.

Saya adalah tenaga pengajar yang kini mendapatkan penugasan di salah satu Sekolah Rakyat yang ada di indonesia, tepatnya di Kabupaten Sidenreng Rappang, Provinsi Sulawesi Selatan.

Sekolah menjadi lahan menyemai peradaban dan menjadi kanvas untuk melukis harapan bangsa. Ruang kelas menjadi titik temu dengan berbagai keunikan anak-anak yang datang dengan persepsi keindonesiaan yang berbeda, ada yang memandang Indonesia sebagai negara yang penuh kemerdekaan, ada pula menganggap Indonesia belum sepenuhnya Merdeka.

Sebagai seorang Guru, saya kerap merenung melihat kondisi bangsa kita yang terasa tidak dalam kondisi baik-baik saja. Kabar bergantian tentang korupsi, ketidakadilan, ketimpangan sosial, hingga krisis moral sering menghiasi ruang-ruang publik.

Kadang muncul rasa kecewa, bahkan putus asa, seolah negeri ini sulit beranjak dari berbagai persoalan yang menjeratnya, akan tetapi dalam setiap kegelisahan itu, saya kembali diingatkan: mencintai Indonesia bukan berarti menutup mata dari masalahnya, tetapi justru berani menghadapinya dengan hati yang tetap setia.

Di ruang kelas, dengan penuh rasa ikhlas saya berhadapan dengan generasi muda, dalam hal ini peserta didik yang polos, penuh semangat, dan memiliki mimpi besar.

Tugas saya bukan sekadar mengajarkan mata pelajaran, tetapi juga menanamkan rasa cinta tanah air yang tidak luntur oleh keadaan. Saya kerap kali katakan kepada mereka bahwa meski negeri ini penuh tantangan, Indonesia adalah rumah kita bersama.

Sebagaimana rumah, bisa saja retak, bocor, bahkan berantakan, tetapi tetap menjadi tempat berpulang yang harus kita rawat, bukan kita tinggalkan.

Cinta kepada Indonesia berarti berani mengkritisi keadaan, sekaligus berkomitmen menjadi bagian dari solusinya. Bagi saya, mengajarkan nilai kejujuran, disiplin, kerja keras, dan kepedulian kepada peserta didik adalah wujud kecil dari upaya memperbaiki bangsa. Saya percaya, perubahan besar selalu lahir dari langkah-langkah sederhana yang konsisten.

Kondisi negara memang tidak selalu baik-baik saja, tetapi itulah alasan mengapa kita tidak pantas  menyerah. Justru di tengah badai, cinta kita kepada Indonesia diuji. Apakah kita akan sekadar mengeluh, ataukah tetap berjuang menyalakan lilin-lilin kecil harapan di sekitar kita?

Sebagai tenaga pengajar memilih untuk terus menyalakan lilin itu melalui pendidikan. Sebab, mencintai Indonesia adalah tentang menjaga api harapan agar generasi yang akan datang tidak kehilangan keyakinan bahwa negeri ini layak diperjuangkan dan abadi dalam kemerdekaan.

Jalan masih panjang, tantangan selalu ada, tetapi cinta kepada Indonesia harus tetap teguh. Karena pada akhirnya, hanya bangsa yang mencintai dirinya sendiri yang mampu berdiri tegak menghadapi ujian zaman.

ShareSendTweetShareSend

Artikel Lainnya

Whatsapp Image 2026 09 04 At 10 49
Opini

Di Balik PBAK: Ketika Kepentingan Sektoral Menggeser Esensi Pengenalan Kampus

4 September 2026
53
Whatsapp Image 2025 12 25 At 17 19
Opini

Menatap Masa Depan Penutur Bahasa Makassar

26 Desember 2025
155
Whatsapp Image 2026 01 11 At 21 06
Opini

Kakistokrasi dan Evil Soul, ‘Benalu Mematikan’ dalam Demokrasi

11 Januari 2026
146
Whatsapp Image 2025 12 22 At 09 48
Opini

Hari Ibu, di Negeri yang Pandai Memuji Tapi Enggan Membebaskan

22 Desember 2025
124

Rubrik

Ekonomi & Bisnis Esai Hukum & Kriminal Olahraga & Kesehatan Opini Prosa Puisi Ragam Resensi Sosial & Politik Sosok Uncategorized
Pataka Eja

© Dari Narasi Menuju Aksi

Lebih lanjut

  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
  • Kirim Artikel

Ikuti kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
  • Login
  • Beranda
  • Cakrawala
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Sastra
    • Puisi
    • Prosa
  • News
    • Sosial & Politik
    • Hukum & Kriminal
    • Ekonomi & Bisnis
    • Olahraga & Kesehatan
    • Ragam
    • Sosok
  • Kirim Artikel

© Dari Narasi Menuju Aksi