Pataka Eja
No Result
View All Result
  • Login
  • Beranda
  • Cakrawala
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Sastra
    • Puisi
    • Prosa
  • Liputan
    • Warta
    • Liputan Khusus
  • Kirim Artikel
Pataka Eja
  • Beranda
  • Cakrawala
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Sastra
    • Puisi
    • Prosa
  • Liputan
    • Warta
    • Liputan Khusus
  • Kirim Artikel
No Result
View All Result
  • Login
Pataka Eja
No Result
View All Result
Home Liputan Khusus

Kasus Hilangnya Bilqis Ungkap Lemahnya Keamanan Bandara, HMI Sulsel Desak Evaluasi Total

Pataka Eja by Pataka Eja
13 November 2025
in Liputan Khusus
0
Whatsapp Image 2025 11 13 At 19 19

Potret Iwan Mazkrib

Patakaeja.id – Makassar, Kasus dugaan penculikan atau hilangnya seorang anak bernama Bilqis kembali mengguncang publik. Peristiwa ini tidak hanya meninggalkan duka bagi keluarga, tetapi juga membuka tabir lemahnya sistem keamanan nasional, khususnya di fasilitas publik vital seperti bandara. (13/11/2025)

Bilqis sempat dilaporkan hilang selama enam hari, sebelum akhirnya ditemukan di Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi, setelah berhasil melewati empat otoritas bandara tanpa terdeteksi yang mengindikasikan sebuah kegagalan prosedural yang memicu keprihatinan masyarakat.

Kasus ini menjadi sorotan karena anak tersebut berhasil berpindah antarwilayah tanpa membawa dokumen identitas apa pun. Padahal, area bandara dikenal memiliki sistem keamanan berlapis yang semestinya mampu mencegah pergerakan penumpang tanpa verifikasi identitas.

Keluarga korban disebut mengalami trauma berat selama proses pencarian, sementara publik mempertanyakan bagaimana seorang anak bisa melewati pemeriksaan ketat bandara tanpa diperiksa secara menyeluruh.

Ketua Bidang Perlindungan HAM Badko HMI Sulsel, Iwan Mazkrib, menilai bahwa kasus ini merupakan bukti nyata adanya kelalaian institusional yang serius. Ia mendesak Kementerian BUMN dan pengelola bandara untuk melakukan evaluasi total terhadap seluruh lini pengawasan dan pemeriksaan.

“Kelemahan sistem ini menunjukkan bahwa mekanisme pengawasan di lapangan begitu longgar. Seharusnya mustahil seseorang bisa meloloskan anak tanpa dokumen resmi di area dengan sistem keamanan berlapis seperti bandara,” tegasnya.

Iwan menambahkan bahwa pemeriksaan identitas bukan sekadar prosedur administratif, tetapi merupakan bentuk tanggung jawab negara dalam menjaga keselamatan warga negara, terutama anak-anak yang tergolong kelompok rentan.

“Jika Bilqis belum memiliki KTP, maka seharusnya ada kartu keluarga atau dokumen pelengkap. Jika hal sederhana seperti ini bisa lolos, artinya ada kelalaian struktural yang serius,” lanjutnya.

Kelalaian otoritas bandara tidak hanya menciptakan kecemasan publik, tetapi juga membuka peluang bagi tindak kriminal dan pelanggaran HAM. Hilangnya seorang anak tanpa jejak selama beberapa hari menjadi bukti bahwa sistem keamanan masih memiliki celah berbahaya.

Menurut Iwan, trauma yang dialami korban dan keluarga harus menjadi prioritas pemulihan. Negara berkewajiban memastikan adanya keadilan serta akuntabilitas pihak-pihak yang diduga lalai dalam menjalankan tugas.

Sebagai solusi konkret, Badko HMI Sulsel mendesak Komisi V dan Komisi III DPR RI untuk menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) terbuka bersama kementerian terkait. RDP ini diperlukan untuk mengevaluasi sistem keamanan nasional pada pintu masuk transportasi publik seperti bandara dan pelabuhan.

“Abai terhadap potensi pelanggaran HAM sama halnya dengan melakukan pelanggaran itu sendiri. UUD 1945 Pasal 28I huruf (h) menegaskan bahwa perlindungan dan penegakan HAM adalah tanggung jawab negara,” tutup Iwan.

Kasus ini diharapkan menjadi titik balik bagi pemerintah untuk memperkuat sistem keamanan publik secara menyeluruh. Tidak hanya sebagai respons terhadap tragedi, tetapi sebagai bentuk komitmen nyata terhadap keselamatan warga negara dan perlindungan hak asasi manusia.

ShareTweetShareSendSend

Artikel Lainnya

F1185ab0 0109 44e8 9e3c 820e4d8944e9
Liputan Khusus

Lebih Pilih Meresmikan Rumah Makan Daripada Respon Demonstrasi Mahasiswa, Rektor UIN Alauddin Makassar Dianggap Anti Kritik Oleh Mahasiswa

5 Agustus 2024
46
Images
Liputan Khusus

Perampokan Begal di Jalan Poros Malino Samaya-Bili-Bili

18 Agustus 2025
666
Ilustrasi Gemini
Liputan Khusus

Kasus Penganiayaan di Gowa, Profesionalisme Aparat Dipertanyakan

13 Desember 2025
80
1757584083
Liputan Khusus

Rilis Pers: Menggugat Menteri Kebudayaan atas Penyangkalan Perkosaan Massal Mei 1998

11 September 2025
25

Rubrik

Esai Liputan Khusus Opini Prosa Puisi Resensi Uncategorized Warta
Pataka Eja

© Dari Narasi Menuju Aksi

Lebih lanjut

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Kirim Artikel

Ikuti kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
  • Login
  • Beranda
  • Cakrawala
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Sastra
    • Puisi
    • Prosa
  • Liputan
    • Warta
    • Liputan Khusus
  • Kirim Artikel

© Dari Narasi Menuju Aksi