Oleh: Febri Kiswanto
Di zaman yang modern seperti saat ini, dibutuhkan manusia-manusia yang memiliki kualitas di atas rata-rata. Dalam mewujudkan manusia yang berkualitas tersebut, dibutuhkan pengelolaan diri dan juga peran pihak lain untuk mendukung hal itu. Misalnya, seseorang yang ingin sukses tentu dibutuhkan doa dan kerja keras yang maksimal.
Di sisi lain, peran pihak yang secara eksternal sebagai daya dukung pun turut mempengaruhi perjalanan proses panjang yang akan dilalui. Ada pepatah kuno “ngundhuh wohing pakerti” yang artinya apapun yang kita lakukan akan membuahkan hasil yang sepadan. Pepatah tersebut yang seharusnya menjadi pola pikir dasar yang harus dicermati bahwa apapun yang dilakukan hari ini tentu akan kita tuai di hari kemudian. Di beberapa kesempatan, generasi muda punya andil besar akan dibawa kemana negeri ini di masa mendatang.
Generasi muda memiliki peran penting sebagai kiblat bangsa, sebagai harapan dan cita-cita. Menciptakan generasi penerus bangsa di masa mendatang yang berkualitas tentu perlu upaya yang harus dilakukan. Berawal dari tindakan kecil tentu akan menuai hasil yang sangat diharapkan. “Dhemit ora ndulit, setan ora doyan” mungkin pepatah yang memiliki arti berupa doa dan harapan agar selalu diberi keselamatan tidak ada suatu halangan dan rintangan, akan menjadi pijakan bahwa negeri kita hari ini punya hope yang besar pada anak-anak muda.
Memelihara kewarasan suatu bangsa tentu harus dibarengi dengan menjaga kewarasan anak mudanya hari ini. Kita ingin, anak-anak muda mendapat asupan yang cukup bukan hanya berupa makanan tetapi juga berupa pengetahuan.
Oleh karena itu, makanan dan pengetahuan menjadi nutrisi dan menu yang mesti disediakan oleh para orangtua dan dukungan pemerintah. Dalam hal ini pemerintah harus peka terhadap kebutuhan masyarakatnya terkhusus anak muda. Dalam kehidupan bernegara, pemerintah akan berupaya dalam menyediakan konsumsi dan pendidikan yang layak untuk masyarakat.
Upaya tersebut tentu harus menjangkau kalangan dan daerah yang lebih luas. Kebutuhan sembako dan ilmu pengetahuan menjadi hal dasar yang harus dipenuhi sebagai warga negara. Hal ini diharapkan dapat menjangkau juga pada masyarakat miskin agar bisa sama-sama merasakannya. Dengan kebutuhan pangan dan pengetahuan yang terpenuhi tersebut diharapkan akan melahirkan generasi-generasi yang mampu bersaing dan membawa arah bangsa menjadi lebih baik.
Dengan maraknya berita-berita yang membahas terkait soal pangan dan pendidikan yang kurang maksimal sebetulnya kita ingin di masa yang akan datang tidak lagi terjadi hal seperti itu. Dalam memaksimalkan suatu bangsa yang mampu bersaing dengan bangsa lain tentu perlu peran penting masyarakat dan pemerintah. Peran tersebut kemudian dibalut dengan suatu sistem kerjasama untuk membentuk sebuah kekuatan yang maksimal.
Dalam hal ini misalnya pemerintah menyediakan pendidikan gratis tentu harus dibarengi dengan kesadaran masyarakat yang haus akan belajar. Kita juga tidak ingin fasilitas negera tidak dimanfaatkan dengan baik, ataupun sebaliknya anak muda yang punya semangat juga ingin ide dan gagasannya terfasilitasi. Dengan demikian, kita ingin tidak ada cacat atau kekurangan di antara keduanya.
Sembari kita merefleksi bangsa kita hari ini, sama-sama kita mengevaluasi juga kinerja diri dan pemerintah sudah sejauh mana berbuat untuk bangsa. Kita ingin, apa yang dicita-cita bangsa dapat terwujud dengan baik. Kemudian harapan jauh ke depan ialah generasi muda yang mampu bersaing dengan banyak pengetahuan yang mesti diasah setiap waktu. Jangan sampai pengetahuan anak cucu kita menjadi polemik dan problematika antara miris atau teriris?.
Mudah-mudahan apa yang menjadi harapan bersama dapat berjalan dengan lancar mesti jalan terkadang terjal. Upaya dan kerja keras bersama tentu menjadi good impression di masa mendatang.




