Pataka Eja
No Result
View All Result
  • Login
  • Beranda
  • Cakrawala
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Sastra
    • Puisi
    • Prosa
  • Liputan
    • Warta
    • Liputan Khusus
  • Kirim Artikel
Pataka Eja
  • Beranda
  • Cakrawala
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Sastra
    • Puisi
    • Prosa
  • Liputan
    • Warta
    • Liputan Khusus
  • Kirim Artikel
No Result
View All Result
  • Login
Pataka Eja
No Result
View All Result
Home Warta

Dugaan Awal Adanya Manipulasi Data Pihak Kelurahan, Masyarakat Romanglompoa Gugat Pembangunan Rumah Ibadat

Pataka Eja by Pataka Eja
16 Juli 2024
in Warta
0
Whatsapp Image 2024 07 16 At 12 44 49 Ee8caf79

Suasana aksi demonstrasi di depan Kantor Kelurahan.

Pataka Eja – Aliansi Pemuda Bontomarannu menggelar aksi demonstrasi untuk menggugat keberadaan Rumah Ibadat Filadelfia Gowa dan Huria Kristen Batak Protestan di Wilayah Hukum Kelurahan Romanglompoa, Lingkungan Mawang Kelurahan Romanglompoa, Kec. Bontomarannu. Aksi ini berlangsung di depan Kantor Lurah Romanglompoa, Senin (15/07/24).

Demonstrasi yang berlangsung sejak siang hari itu diikuti oleh berbagai elemen Masyarakat, yaitu warga Romanglompoa, pemuda Bontomarannu, Muhammadiyah Bontomarannu , Wahda Islamiyah Bontomarannu, Jamaah An Nadzir yang tergabung dalam Aliansi pemuda Bontomarannu.

Para demonstran membawa berbagai spanduk dan poster yang berisi penolakan terhadap pembangunan gereja. Penolakan tersebut didasarkan pada kuat dugaan ada manipulasi data atas persetujuan 60 orang warga Lokal. Selain itu, tidak adanya transparansi data dan dialog serta sosialisasi pembangunan rumah ibadat sehingga menimbulkan keresahan warga.

Sebagaimana yang disampaikan oleh salah satu warga, Ratna, bahwa yang dipersoalkan oleh Masyarakat bukanlah keberadaan gereja di lingkungan mereka, tetapi kurangnya sosialisasi dari pemerintah setempat.

“ Pemimpin harus konsisten dengan sikap nya. Kami tidak menolak keberadaan tempat ibadah, tetapi kami meminta agar pemerintah mensosialisakan terkait pembangunan  tersebut.” ujarnya.

Aksi ini berjalan damai dengan pengawalan ketat dari aparat kepolisian. Beberapa perwakilan demonstran diterima berdialog dengan Lurah Romanglompoa setelah beberapa kali diminta bertemu dengan demonstran. Pihak pemerintah menyerahkan kepada pihak aliansi untuk mengusut tuntas jika ada manipulasi data dalam izin pembangunan tersebut.

Whatsapp Image 2024 07 16 At 12 47 55 52f6ed19
Audiensi masyarakat dengan pihak kelurahan.

Jenderal Lapangan, Rizal, mengatakan bahwa Aliansi Pemuda Bontomarannu bersama Ormas tetap menjunjung tinggi toleransi beragama, tapi tidak mengkerdilkan hukum positif yang berlaku.

” Jika terbukti adanya manipulasi data , atau data fiktif serta permufakatan jahat dalam mengumpulkan dukungan, maka akan di tempuh jalur hukum sesuai aturan yang berlaku, “ tegasnya”.

Reporter: Faisal Basri
Editor: Renaldy Pratama
ShareTweetShareSendSend

Artikel Lainnya

Whatsapp Image 2026 03 04 At 20 01
Warta

Aliansi Mahasiswa SAINTEK Gelar Aksi “Reset Indonesia”, Soroti Pendidikan hingga Reformasi Polri

4 Maret 2026
347
Whatsapp Image 2024 12 08 At 18 55 21
Warta

Sekjend DPP HIPMA Gowa Mengapresiasi Kinerja KPU Kabupaten Gowa Atas Suksesnya Pilkada 2024

8 Desember 2024
94
Whatsapp Image 2025 12 28 At 20 02
Warta

Muhammad Fadhil Gufran Resmi Nakhodai SEMMI Cabang Bone, Usung Visi Organisasi Adaptif dan Unggul

28 Desember 2025
492
Whatsapp Image 2025 12 22 At 11 31
Warta

Peduli Kelestarian Alam, TFJ Mayora Bontomarannu Tanam 2200 Pohon

22 Desember 2025
340

Rubrik

Esai Liputan Khusus Opini Prosa Puisi Resensi Uncategorized Warta
Pataka Eja

© Dari Narasi Menuju Aksi

Lebih lanjut

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Kirim Artikel

Ikuti kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
  • Login
  • Beranda
  • Cakrawala
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Sastra
    • Puisi
    • Prosa
  • Liputan
    • Warta
    • Liputan Khusus
  • Kirim Artikel

© Dari Narasi Menuju Aksi