Patakaeja.id – BONE, Sekretaris Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Bone, Muh Yusri, S.IP, memberikan klarifikasi terkait polemik kehadirannya dalam pelantikan salah satu kubu pengurus Dewan Pengurus Pusat Kesatuan Pelajar Mahasiswa Indonesia Bone (DPP KEPMI BONE).
Muh Yusri menegaskan bahwa kehadirannya dalam kegiatan tersebut bukan merupakan bentuk keberpihakan ataupun dukungan resmi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bone terhadap salah satu kubu dalam dinamika internal organisasi mahasiswa tersebut.
Untuk diketahui, Polemik mencuat setelah kehadiran Muh Yusri dalam prosesi pelantikan salah satu kubu pengurus DPP KEPMI BONE dinilai sejumlah pihak sebagai bentuk dukungan pemerintah daerah.
Menanggapi isu tersebut, Muh Yusri menjelaskan bahwa dirinya hadir untuk memenuhi undangan Kepala Kesbangpol Kabupaten Bone, bukan sebagai perwakilan resmi Pemkab Bone.
“Hadirnya saya di sana adalah untuk mewakili undangan Kepala Kesbangpol Kabupaten Bone untuk menghadiri acara, bukan sebagai utusan resmi dari Pemda Bone. Sekali lagi saya tegaskan dan garis bawahi, saya hadir bukan sebagai perwakilan Pemda Bone,” ujar Muh Yusri dalam keterangannya.
Ia juga menjelaskan kronologi keterlibatannya dalam prosesi pelantikan pengurus yang berlangsung di atas panggung. Menurutnya, tidak ada pemberitahuan maupun koordinasi sebelumnya dari panitia mengenai agenda pelantikan tersebut.
“Perihal melantik, saya juga tidak sama sekali diberitahu sebelumnya. Saya baru mengetahui hal tersebut pas MC (pembawa acara) menyebutkan nama saya untuk naik melantik. Saat itu saya sempat melakukan komplain kepada MC. Namun, demi menghargai jalannya kegiatan dan prosesi acara yang sedang berlangsung, terpaksa saya tetap naik untuk melantik,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Muh Yusri membantah kabar yang menyebut dirinya diutus oleh pimpinan daerah untuk menghadiri kegiatan tersebut sekaligus memberikan legitimasi kepada salah satu kubu pengurus.
Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Bone tetap menjaga netralitas dan tidak terlibat dalam keberpihakan terhadap kelompok mana pun dalam dinamika internal DPP KEPMI BONE.
“Perihal keberpihakan Pemda Bone, saya tegaskan sekali lagi bahwa Pemda Bone tetap netral dan tidak memihak sama sekali. Jadi, jika ada isu yang beredar bahwasanya saya diutus oleh Pemda untuk menghadiri kegiatan tersebut, dengan ini saya bantah secara resmi,” tambahnya.
Klarifikasi Muh Yusri tersebut juga sejalan dengan keterangan yang sebelumnya disampaikan Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Bone dan Kepala Bagian Protokol Setda Bone. Keduanya menyatakan bahwa kehadiran Sekretaris Kesbangpol dalam kegiatan tersebut tidak didasarkan pada perintah maupun instruksi pimpinan daerah.
Melalui klarifikasi tersebut, Muh Yusri berharap polemik terkait kehadirannya tidak berkembang menjadi disinformasi yang dapat memperkeruh dinamika keorganisasian mahasiswa maupun hubungan antara organisasi kemahasiswaan dan Pemerintah Kabupaten Bone.


