Gowa, Pataka Eja — Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) masih membuka harapan agar Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka melanjutkan pemerintahan hingga dua periode.
Namun, dinamika politik menuju Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029 yang dibahas dalam Podcast Bocor Alus Politik Tempo mengungkap kemungkinan konfigurasi berbeda. Tiga nama disebut mulai masuk dalam pembahasan sebagai calon wakil presiden pendamping Prabowo, tanpa menyebut Gibran.
Sikap Jokowi mengenai keberlanjutan Prabowo-Gibran sebelumnya disampaikan secara terbuka. Pada 19 September 2025, Jokowi membenarkan bahwa dirinya telah mengarahkan para relawan untuk mendukung pemerintahan Prabowo-Gibran selama dua periode.
“Sejak awal saya sampaikan kepada seluruh relawan untuk itu (dukung Prabowo-Gibran dua periode),” kata Jokowi saat ditemui di kediamannya di Solo.
Setahun kemudian, Jokowi kembali ditanya mengenai kemungkinan Prabowo-Gibran melanjutkan pemerintahan pada Pilpres 2029.
Dalam wawancara yang dikutip pada 26 Agustus 2026, Jokowi mengatakan dirinya masih berharap pasangan tersebut kembali maju apabila dirinya diajak.
“Seperti yang sudah sering saya sampaikan. Kalau diajak,” kata Jokowi.
Saat ditanya bagaimana jika dirinya dan Gibran tidak diajak, Jokowi menyerahkan keputusan tersebut kepada Prabowo.
“Ya, enggak jadi masalah. Keputusan ada di Presiden Prabowo,” ujarnya.
Pernyataan Jokowi tersebut memperlihatkan bahwa dirinya masih membuka kemungkinan Prabowo-Gibran kembali berpasangan pada Pilpres 2029. Namun, keputusan akhir mengenai siapa yang akan menjadi pendamping Prabowo tetap berada di tangan Presiden.
Bocor Alus Ungkap Tiga Nama
Di tengah harapan Jokowi tersebut, konfigurasi politik menuju 2029 yang dibahas dalam Podcast Bocor Alus Politik Tempo justru memunculkan nama-nama lain.
Dalam episode yang membahas skenario kubu Jokowi dan Prabowo menjelang 2029, disebutkan adanya pembicaraan mengenai tiga nama yang berpotensi menjadi pendamping Prabowo.
Ketiganya yakni Menteri Luar Negeri sekaligus Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Sugiono, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono, dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Ketiga nama tersebut diketahui berada di lingkaran pemerintahan Prabowo dan memiliki kedekatan politik maupun profesional dengan Presiden.
Sudaryono saat ini menjabat Kepala BGN. Sugiono merupakan Menteri Luar Negeri sekaligus Sekjen Partai Gerindra. Sementara Teddy Indra Wijaya menjabat sebagai Sekretaris Kabinet.
Pembahasan tersebut menjadi perhatian karena ketiga nama yang disebut tidak memasukkan Gibran dalam daftar kandidat pendamping Prabowo.
Artinya, meski Jokowi masih menyatakan harapan agar Prabowo-Gibran melanjutkan pemerintahan selama dua periode, pembicaraan mengenai konfigurasi Pilpres 2029 yang diungkap Bocor Alus Politik menunjukkan adanya kemungkinan skenario lain.
Belum Ada Keputusan Resmi
Meski demikian, munculnya tiga nama tersebut belum dapat diartikan sebagai keputusan resmi mengenai calon wakil presiden Prabowo.
Informasi dalam Bocor Alus Politik masih berada pada ranah pembahasan dan sumber informasi mengenai kemungkinan konfigurasi politik menuju 2029.
Dengan demikian, posisi Gibran sebagai calon pendamping Prabowo pada Pilpres 2029 juga belum dapat disebut telah dipastikan berakhir.
Di sisi lain, pernyataan Jokowi menunjukkan bahwa ia tidak memaksakan keputusan tersebut. Jokowi secara eksplisit mengatakan keputusan mengenai pasangan Prabowo berada di tangan Presiden.
Situasi ini membuat arah pasangan Prabowo pada Pilpres 2029 masih terbuka.
Di satu sisi, Jokowi masih menyuarakan keberlanjutan Prabowo-Gibran. Di sisi lain, nama Sugiono, Sudaryono, dan Teddy Indra Wijaya mulai disebut dalam pembicaraan mengenai kemungkinan pendamping Prabowo.
Dinamika tersebut menunjukkan bahwa konfigurasi politik menuju 2029 masih jauh dari final dan dapat berubah seiring perkembangan pemerintahan serta komunikasi politik antara Prabowo, Jokowi, Gibran, partai politik, dan para elite pendukungnya.




