Solo, Pataka Eja — Mantan Presiden Joko Widodo tampak kurang nyaman ketika dicecar pertanyaan mengenai pemecatannya dari PDI Perjuangan dalam wawancara bersama Tim Bocor Alus Politik yang tayang perdana di kanal YouTube Tempo, Rabu (26/8/2026).
Wawancara tersebut dilakukan di kediaman Jokowi di Solo, Jawa Tengah, pada Selasa (11/8/2026). Dalam perbincangan selama lebih dari satu jam itu, Jokowi membahas sejumlah isu politik, termasuk hubungannya dengan Presiden Prabowo Subianto serta manuver politik menuju Pemilu 2029.
Namun, suasana berubah ketika pembahasan mengarah pada hubungannya dengan PDI Perjuangan dan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.
Saat ditanya mengenai hubungannya dengan PDIP, Jokowi mengatakan dirinya masih memiliki hubungan baik dengan para ketua partai politik.
“Saya dengan semua ketua partai hubungannya baik-baik saja, sering bertemu, kadang juga lewat telepon. Tetapi, dengan Ibu Mega sampai saat ini belum ketemu. Tetapi saya meyakini suatu saat akan ketemu,” ujar Jokowi.
Menurut Jokowi, pertemuan dengan Megawati pada suatu saat nanti dapat terjadi demi kepentingan yang lebih besar.
“Sekali lagi, suatu saat akan ketemu untuk kepentingan yang lebih besar untuk bangsa dan negara,” katanya.
Percakapan kemudian diarahkan kepada keputusan PDIP yang memecat Jokowi dari keanggotaan partai.
Ketika ditanya apakah dirinya marah setelah dipecat PDIP, Jokowi justru mengatakan dirinya biasa saja.
“Biasa saja,” jawab Jokowi.
Host Bocor Alus Politik, Stefanus Pramono, kemudian memperdalam pertanyaan dengan mengonfirmasi informasi yang pernah diterimanya mengenai adanya upaya Jokowi agar tidak dipecat dari PDIP.
Jokowi membantah informasi tersebut.
“Tidak ada, tidak ada. Tahu-tahu dapat surat saja dipecat,” kata Jokowi.
Pertanyaan kemudian berlanjut mengenai kemungkinan adanya agenda politik Jokowi yang dianggap tidak sejalan dengan kepentingan PDIP.
Host Bocor Alus Politik Raymundus Rikang menanyakan apakah terdapat agenda-agenda politik tertentu yang tidak cocok dengan kepentingan partai.
Jokowi tidak memberikan penjelasan panjang.
“Itu sudah kejadian, tidak usah dibicarakan,” ujarnya.
Host kembali mencoba mempertegas maksud pernyataan tersebut. Namun, Jokowi memilih menghentikan pembahasan.
“Sudah, jangan dibicarakan,” tegasnya.
Respons singkat dan berulang tersebut membuat Jokowi tampak tidak ingin memperpanjang pembahasan mengenai proses pemecatannya dari PDIP.
Dipecat Bersama Gibran dan Bobby
PDIP sebelumnya mengumumkan pemecatan Jokowi, putranya Gibran Rakabuming Raka, menantunya Bobby Nasution, serta 27 kader lainnya pada 16 Desember 2024. Keputusan tersebut ditetapkan pada 4 Desember 2024.
Pemecatan Jokowi tertuang dalam Surat Keputusan Nomor 1649/KPTS/DPP/XII/2024. Sementara Gibran diberhentikan melalui SK Nomor 1650/KPTS/DPP/XII/2024 dan Bobby Nasution melalui SK Nomor 1651/KPTS/DPP/XII/2024.
Dalam pertimbangannya, PDIP menyebut tindakan Jokowi dinilai telah mencederai kepercayaan rakyat terhadap partai serta merugikan nama baik dan kepentingan partai.
PDIP mengaitkan keputusan tersebut dengan ketentuan Pasal 22 huruf (b) dan (c) Anggaran Dasar PDI Perjuangan mengenai larangan bagi anggota partai melakukan tindakan yang dapat mencederai kepercayaan rakyat kepada partai maupun kegiatan yang merugikan nama baik dan kepentingan partai.
Kini, hampir dua tahun setelah keputusan tersebut, Jokowi kembali ditanya mengenai pemecatannya.
Alih-alih menguraikan secara terbuka alasan maupun proses di balik keputusan tersebut, Jokowi memilih menjawab singkat. Bahkan ketika pertanyaan diarahkan pada dugaan adanya agenda politik yang tidak sejalan dengan kepentingan PDIP, ia dua kali meminta agar persoalan tersebut tidak lagi dibicarakan.
“Sudah, jangan dibicarakan,” tegas Jokowi.




