GOWA, Pataka Eja — Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Gowa Andy Azis Peter memilih merespons isu penonaktifan dirinya dengan cara yang tidak biasa.
Bukan melalui konferensi pers maupun pernyataan resmi, Andy menyampaikan pesan lewat akun Instagram pribadinya, @aazispeter.
Unggahan itu tampak sederhana. Andy memajang foto dirinya tengah duduk di sebuah meja rapat dengan mengenakan jas dinas berwarna biru tua, peci hitam, kacamata, serta atribut kedinasan.
Kedua tangannya saling bertaut di atas meja. Tatapannya lurus ke arah kamera dengan ekspresi serius namun tenang.
Di hadapannya tampak perangkat rapat, sementara latar foto memperlihatkan suasana formal sebuah ruangan pemerintahan.
Tidak ada gestur berlebihan. Andy hanya duduk diam.
Namun, justru ketenangan dalam foto tersebut menjadi sorotan karena muncul di tengah isu perubahan posisi sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Gowa.
Unggahan itu juga diberi musik “Durasi” yang dibawakan Feby Putri bersama Kapal Udara.
Yang paling menarik perhatian adalah kalimat yang ditulis Andy dalam keterangan foto.
“Ada hal yang cukup ditinggalkan dalam diam, lalu dijawab oleh waktu. Jangan keliru dalam menilai, sebab samudra yang paling dalam selalu tampak tenang di permukaan,” tulis Andy.
Pesan tersebut langsung membuka ruang tafsir.
Andy memang tidak secara eksplisit menyebut soal penonaktifan. Ia juga tidak menyebut nama Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang maupun pihak lain.
Namun, kemunculan pesan tentang “diam”, “waktu”, dan “jangan keliru dalam menilai” setelah namanya disebut dalam isu penonaktifan membuat unggahan tersebut tak luput dikaitkan dengan situasi yang sedang berkembang di lingkungan Pemkab Gowa.
Foto Tenang, Pesan Menyengat
Jika hanya melihat foto, tidak ada tanda-tanda Andy sedang memberikan pernyataan terbuka.
Ia tampil formal sebagai pejabat pemerintahan. Duduk tegak di balik meja, kedua tangan bertaut, dengan tatapan lurus dan wajah yang relatif tenang.
Tetapi kalimat yang menyertai foto justru terasa lebih berbicara.
Andy menulis tentang sesuatu yang “ditinggalkan dalam diam” untuk kemudian “dijawab oleh waktu”.
Ia juga mengingatkan agar publik tidak keliru dalam menilai, sebelum menggunakan perumpamaan tentang samudra yang dalam tetapi tetap tenang di permukaan.
Pesan itu kemudian memunculkan pertanyaan: apakah Andy sekadar membagikan refleksi pribadi, atau sedang memberikan sinyal mengenai situasi yang tengah dihadapinya?
Andy belum memberikan penjelasan lebih jauh.
Namanya Disebut dalam Isu Penonaktifan
Nama Andy Azis Peter disebut sebagai salah satu pejabat eselon II yang dikabarkan masuk dalam daftar penonaktifan sementara di lingkungan Pemkab Gowa.
Isu tersebut mencuat di tengah situasi politik dan pemerintahan Gowa yang tengah menjadi perhatian publik setelah DPRD Gowa menyepakati penggunaan Hak Menyatakan Pendapat terhadap Bupati Sitti Husniah Talenrang.
Bupati Gowa sebelumnya membantah jika kebijakan terhadap sejumlah pejabat tersebut disebut sebagai pencopotan atau nonjob.
Husniah menyebut kebijakan itu sebagai bagian dari penataan dan penyegaran birokrasi.
Di tengah polemik tersebut, Andy belum memberikan penjelasan terbuka mengenai status jabatannya.
Tidak ada bantahan. Tidak ada uraian mengenai jabatan. Tidak pula ada penjelasan mengenai apa yang sebenarnya terjadi.
Yang muncul justru sebuah foto dirinya dalam suasana rapat, disertai pesan tentang diam, waktu, dan samudra yang dalam.
Unggahan tersebut kemudian mendapat perhatian pengguna Instagram, dengan ratusan tanda suka dan puluhan komentar.
Untuk sementara, makna sebenarnya dari pesan Andy masih menjadi ruang tafsir.
Namun, di tengah isu yang menyebut namanya, Sekda Gowa itu memilih cara yang paling tidak langsung untuk merespons: tidak banyak bicara, tetapi meninggalkan kalimat yang mengundang banykna.




