Patakaeja.id – Sorotan pecinta sepak bola dunia tertuju ke Stadion New York–New Jersey, East Rutherford, saat Argentina menghadapi Spanyol pada partai final Piala Dunia FIFA 2026, Senin dini hari pukul 03.00 WITA.
Laga perebutan trofi paling bergengsi di dunia sepak bola tersebut juga menjadi panggung bagi dua kekuatan dengan karakter berbeda: Argentina yang mengandalkan efektivitas, mental juara, dan pengalaman di laga besar, berhadapan dengan Spanyol yang tampil dominan melalui penguasaan bola serta organisasi permainan yang nyaris sempurna sepanjang turnamen.
Perhatian publik pun tertuju kepada Lionel Messi. Kapten La Albiceleste itu berpeluang menutup perjalanan panjangnya di Piala Dunia dengan mempertahankan gelar yang diraih Argentina pada edisi 2022.
Jika berhasil mengangkat trofi, Argentina juga akan mencatat sejarah sebagai tim pertama sejak Brasil pada 1962 yang mampu mempertahankan gelar juara dunia secara beruntun.
Namun jalan menuju sejarah itu dipastikan tidak mudah.
Spanyol datang ke final dengan catatan yang sangat impresif. Tim asuhan Luis de la Fuente belum tersentuh kekalahan sepanjang turnamen dan hanya sekali kebobolan, yakni saat menghadapi Belgia di babak perempat final. Konsistensi lini belakang dipadukan dengan kreativitas lini tengah membuat La Roja dinilai sebagai tim paling stabil di Piala Dunia 2026.
Hampir Semua Prediksi Menjagokan Spanyol
Menjelang kick-off, mayoritas analis sepak bola internasional justru mengunggulkan Spanyol untuk keluar sebagai juara dunia.
Dikutip dari Bola.kompas.com, Superkomputer Opta memberikan peluang kemenangan sebesar 59,46 persen kepada Spanyol, sedangkan Argentina memiliki peluang 40,54 persen.
Prediksi serupa datang dari sejumlah media internasional.
Sports Illustrated memperkirakan Spanyol menang 2-0, dengan alasan performa La Roja yang lebih konsisten sejak fase grup hingga semifinal, sementara perjalanan Argentina dinilai lebih menguras tenaga.
Sementara itu, Sports Mole dan WhoScored sama-sama memprediksi kemenangan 2-1 untuk Spanyol. Keduanya menilai organisasi permainan, disiplin bertahan, serta kemampuan mengontrol tempo pertandingan menjadi modal utama tim asuhan Luis de la Fuente untuk meredam Lionel Messi dan kolega.
Prediksi serupa juga disampaikan pengamat BBC Sport, Chris Sutton, yang memperkirakan Spanyol menang 2-1.
Di kubu The Athletic, mayoritas analis juga berpandangan senada. Carl Anka dan Amelia Claydon memprediksi skor 2-1, sedangkan Greg O’Keefe memperkirakan Spanyol menang 3-1. Adapun Conor O’Neill dan Dermot Corrigan sama-sama menjagokan La Roja dengan skor 2-0.
Mampukah Argentina Membalikkan Prediksi?
Meski hampir seluruh prediksi mengarah kepada Spanyol, sejarah Piala Dunia berulang kali membuktikan bahwa statistik dan simulasi bukan jaminan kemenangan.
Argentina memiliki modal yang tidak tercermin sepenuhnya dalam angka, yakni pengalaman tampil di laga final, mental juara, serta kemampuan Lionel Messi mengubah jalannya pertandingan dalam satu momen.
Pada akhirnya, seluruh prediksi hanyalah gambaran sebelum pertandingan dimulai. Jawaban sesungguhnya akan ditentukan selama 90 menit atau bahkan lebih di atas lapangan.
Malam ini, dunia akan menyaksikan apakah Spanyol mampu membenarkan status favorit, atau justru Argentina kembali menuliskan sejarah baru.




