Pataka Eja
No Result
View All Result
  • Login
  • Beranda
  • Cakrawala
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Sastra
    • Puisi
    • Prosa
  • Liputan
    • Warta
    • Liputan Khusus
  • Kirim Artikel
Pataka Eja
  • Beranda
  • Cakrawala
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Sastra
    • Puisi
    • Prosa
  • Liputan
    • Warta
    • Liputan Khusus
  • Kirim Artikel
No Result
View All Result
  • Login
Pataka Eja
No Result
View All Result
Home Liputan Khusus

Geger, Perempuan Bandung Diduga Disekap dan Dianiaya Kekasih Selama Tiga Tahun. Ini Fakta terkininya.

Pataka Eja by Pataka Eja
23 Juni 2026
in Liputan Khusus
0
Chatgpt Image Gambar ilustrasi

Gambar ilustrasi Akal Imitasi (AI)

Patakaeja.id – Bandung, Seorang perempuan berinisial YTT (29), warga Kota Bandung yang berdomisili di Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung, diduga menjadi korban penyekapan dan penganiayaan oleh kekasihnya selama kurang lebih tiga tahun.

Kasus tersebut kini dalam penanganan Polda Jawa Barat setelah keluarga korban melaporkan dugaan tindak pidana tersebut pada 12 Juni 2026.

Dilansir dari DetikJabar.com, Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Pol Hendra Rochmawan membenarkan adanya laporan terkait dugaan penganiayaan yang dialami korban.

Menurut Hendra, kasus itu terungkap setelah keluarga menerima informasi melalui pesan WhatsApp dari seseorang yang tidak dikenal mengenai keberadaan korban di Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung.

“Setelah itu pelapor mendatangi RSHS dan diketahui bahwa korban dalam keadaan luka berat di bagian kepala, wajah, kaki dan luka ringan di bagian tangan,” ujar Hendra Rochmawan, seperti dikutip dari Detik Jabar, Selasa (16/6/2026).

Berdasarkan keterangan kepolisian, keluarga sebelumnya tidak mengetahui keberadaan korban selama kurang lebih tiga tahun.

“Sebelumnya korban menghilang tidak ada kabar, dan tidak diketahui keberadaannya selama kurang lebih tiga tahun,” kata Hendra Rochmawan, dilansir Detik Jabar.

Polisi menduga korban mengalami kekerasan berulang selama rentang waktu tersebut. Dugaan penganiayaan dilakukan menggunakan tangan kosong, benda tumpul hingga senjata tajam.

“Diduga selama rentang waktu tersebut mendapatkan perlakuan penganiayaan dari terlapor dengan menggunakan tangan, benda tumpul, senjata tajam, serta barang berharga milik korban hilang,” ujar Hendra Rochmawan, dikutip dari Detik Jabar.

Selain mengalami luka fisik yang serius, korban juga disebut mengalami kerugian materiil yang cukup besar.

“Akibat kejadian tersebut korban mengalami luka berat diantaranya tidak bisa melihat secara normal, bibir sumbing, sulit berbicara, tidak bisa berjalan serta mengalami kerugian materiil sebesar kurang lebih Rp52 juta,” ungkap Hendra Rochmawan, dilansir Detik Jabar.

Sementara itu, adik korban, Syahrul Ulum (26), mengungkapkan bahwa kakaknya mulai mengenal terduga pelaku berinisial TH sekitar tahun 2023 setelah bertemu dalam sebuah konser musik.

“Awal mula ceritanya itu mau menjalin hubungan lah pertamanya, di Tritan Point, pas udah konser gitu,” kata Syahrul kepada Detik Jabar.

Menurut Syahrul, setelah menjalin hubungan dengan terduga pelaku, korban perlahan kehilangan kontak dengan keluarga.

“Langsung semenjak saat itu lost contact sama Teteh. Padahal sebelumnya seminggu sekali pulang ke rumah,” ujar Syahrul, seperti dilansir Detik Jabar.

Keluarga sempat berupaya mencari keberadaan korban dengan menyebarkan informasi melalui media sosial. Namun, upaya tersebut disebut mendapat respons mencurigakan dari pihak yang tidak dikenal.

“Kami sempat memviralkan pencarian kakak di media sosial. Tapi tiba-tiba ada yang mengancam dan meminta unggahan itu dihapus,” kata Syahrul kepada Detik Jabar.

Harapan keluarga untuk menemukan korban akhirnya datang pada 10 Juni 2026. Saat itu, keluarga menerima informasi bahwa korban tengah dirawat di RSHS Bandung.

“Kami dapat info bahwa kakak kami ada di RSHS. Katanya korban kecelakaan. Kami langsung ke sana,” ujar Syahrul, dikutip dari Detik Jabar.

Namun, saat tiba di rumah sakit, keluarga mengaku terkejut melihat kondisi korban yang mengalami luka serius pada wajah, kepala, dan bagian tubuh lainnya.

“Yang mata sebelah kanan sudah infeksi, yang sebelah kiri sudah mengecil dan tidak bisa melihat. Mulut bagian atas juga sudah tidak ada,” ungkap Syahrul kepada Detik Jabar.

Korban kemudian menjalani operasi pada bagian kepala setelah tim medis menemukan infeksi dan penumpukan nanah yang diduga berasal dari luka lama akibat benturan benda tumpul.

Setelah kondisi korban membaik dan dapat berkomunikasi, keluarga memperoleh keterangan bahwa luka-luka yang dialaminya diduga merupakan akibat penganiayaan yang dilakukan oleh kekasihnya selama korban menghilang.

“Katanya pernah dibacok, kepalanya sering dipukul menggunakan helm, wajahnya juga dipukul. Ada bekas rokok dan bekas sayatan di kepala,” tutur Syahrul, sebagaimana dilansir Detik Jabar.

Pihak keluarga berharap aparat kepolisian dapat mengusut tuntas kasus tersebut dan segera menangkap terduga pelaku.

“Kalau dari pihak keluarga pengennya usut tuntas sampai pelakunya tertangkap. Takutnya ada korban selanjutnya. Hukum seberat-beratnya,” kata Syahrul kepada Detik Jabar.

Hingga kini, Polda Jawa Barat masih melakukan penyelidikan dan pengumpulan alat bukti terkait dugaan penyekapan dan penganiayaan yang dialami korban.

ShareTweetShareSendSend

Artikel Lainnya

Img 20250317 Wa0004
Liputan Khusus

PK PMII UIN ALAUDDIN Cab. Gowa Soroti Komisi I DPR RI Terkait Revisi UU TNI Sebagai Upaya Menghidupkan Kembali DWI FUNGSI ABRI

17 Maret 2025
53
Hvhvhvhj
Liputan Khusus

Gowa Darurat Pelayanan Kesehatan, Kader HIPMA GOWA Desak Bupati Copot Direktur RSUD SYEKH YUSUF.

14 Juni 2026
272
Whatsapp Image 2026 06 19 At 21 02
Liputan Khusus

‘Nyanyian’ Kadisdik Gowa di Sidang Hak Angket, Ungkap Dugaan Campur Tangan Bupati dalam Penentuan Penyedia Seragam Sekolah Gratis

19 Juni 2026
98
Kasim
Liputan Khusus

Antua tak Butuh Amerika

1 Desember 2025
30

Rubrik

Esai Liputan Khusus Opini Prosa Puisi Resensi Uncategorized Warta
Pataka Eja

© Dari Narasi Menuju Aksi

Lebih lanjut

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Kirim Artikel

Ikuti kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
  • Login
  • Beranda
  • Cakrawala
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Sastra
    • Puisi
    • Prosa
  • Liputan
    • Warta
    • Liputan Khusus
  • Kirim Artikel

© Dari Narasi Menuju Aksi