Pataka Eja
No Result
View All Result
  • Login
  • Beranda
  • Cakrawala
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Sastra
    • Puisi
    • Prosa
  • News
    • Sosial & Politik
    • Hukum & Kriminal
    • Ekonomi & Bisnis
    • Olahraga & Kesehatan
    • Ragam
    • Sosok
  • Kirim Artikel
Pataka Eja
  • Beranda
  • Cakrawala
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Sastra
    • Puisi
    • Prosa
  • News
    • Sosial & Politik
    • Hukum & Kriminal
    • Ekonomi & Bisnis
    • Olahraga & Kesehatan
    • Ragam
    • Sosok
  • Kirim Artikel
No Result
View All Result
  • Login
Pataka Eja
No Result
View All Result
Home Hukum & Kriminal

Korban Pengeroyokan Justru Jadi Terdakwa, Keluarga Muhammad Saleh Pertanyakan Keadilan Hukum

Pataka Eja by Pataka Eja
13 Desember 2025
in Hukum & Kriminal
0
Pengeroyokan

Ilustrasi Gemini AI

Patakaeja.id – Muhammad Saleh Daeng Lipung, warga Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa, mengaku mengalami ketidakadilan dalam proses hukum yang menimpanya. Ia ditetapkan sebagai terdakwa, meski sebelumnya melaporkan diri sebagai korban pengeroyokan oleh tiga orang tetangganya.

Peristiwa terjadi pada 7 September 2025 di Kelurahan Bontomanai. Insiden bermula saat Saleh melarang penebangan pohon di lahan yang diklaim sebagai miliknya. Tak lama kemudian, Saleh diduga dikeroyok oleh Jufri Daeng Lau, Salmawati Daeng Kamma, dan Kammisi Daeng Lewa. Akibat penganiayaan tersebut, Saleh mengalami cedera serius pada mata hingga harus dirujuk ke RS Mata Kemenkes Makassar karena risiko kebutaan.

Anak korban, Fitrianty, menyebut ayahnya sama sekali tidak melakukan perlawanan. Laporan penganiayaan telah disampaikan ke Polsek Bontomarannu dengan dilengkapi hasil visum. Namun, Saleh justru dilaporkan balik dan diproses hingga menjalani sidang perdana.

Pihak keluarga mempertanyakan mengapa korban bisa lebih dulu diadili, sementara para terlapor belum juga ditahan. Menurut Muhammad Saleh selaku penasihat hukum dari LBH-AP Muhammadiyah Gowa, berkas perkara dugaan penganiayaan secara bersama-sama telah dilimpahkan ke kejaksaan. Keluarga berharap agar para pelaku segera ditahan dan proses hukum berjalan adil.

Kasus ini kemudian menjadi kegelisahan masyarakat terhadap penegakan hukum. Ketika korban harus duduk di kursi terdakwa, keadilan substantif patut dipertanyakan dan membutuhkan perhatian serius dari aparat penegak hukum.

ShareSendTweetShareSend

Artikel Lainnya

Whatsapp Image 2026 02 05 At 16 51 25
Hukum & Kriminal

Mahasiswa Magang AIA Law Firm Akan Gelar Podcast Hukum Bahas Delik Aduan dalam KUHP Baru

5 Februari 2026
364
Whatsapp Image 2026 08 30 At 12 35
Hukum & Kriminal

Eks Kapolda Metro Jaya Bongkar Operasi Rahasia Memburu ‘Pangeran Cendana’ Tommy Soeharto: “Tangkap, Hidup atau Mati!”

30 Agustus 2026
38
1000097001 4250601853
Hukum & Kriminal

Baru Mundur dari Jampidsus, Febrie Adriansyah Resmi Jadi Tersangka Korupsi dan TPPU

11 Juli 2026
71
Whatsapp Image 2025 12 17 At 01 06
Hukum & Kriminal

Buntut Tersangka Pengeroyokan di Tak Ditahan Polsek Bontomarannu, Saksi Mengaku Diintimidasi

16 Desember 2025
45

Rubrik

Ekonomi & Bisnis Esai Hukum & Kriminal Olahraga & Kesehatan Opini Prosa Puisi Ragam Resensi Sosial & Politik Sosok Uncategorized
Pataka Eja

© Dari Narasi Menuju Aksi

Lebih lanjut

  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
  • Kirim Artikel

Ikuti kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
  • Login
  • Beranda
  • Cakrawala
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Sastra
    • Puisi
    • Prosa
  • News
    • Sosial & Politik
    • Hukum & Kriminal
    • Ekonomi & Bisnis
    • Olahraga & Kesehatan
    • Ragam
    • Sosok
  • Kirim Artikel

© Dari Narasi Menuju Aksi